Saturday, January 9, 2010

Tujuan Utama promosi Produk Busana Muslim


Busana Muslim - Saya pernah mempraktekkan beberapa contoh promosi penjualan dari Julian Cummins dan Roddy Mulin dengan Sales Promotion-nya. Pengaruh promosi penjualan bagi produk saya cukup terasa.

Sengaja saya sebutkan sumbernya bukan karena saya sok-sok’an pake mentor bule, tapi agar saya tidak dituntut menyebarkan teori promosi penjualan tanpa menyebutkan si penciptanya.

Ok, langsung saja. Yang perlu anda ketahui dari strategi promosi penjualan adalah tujuannya. Penting sekali bagi anda untuk memahami tujuan usaha anda melakukan strategi promosi penjualan sebelum anda membuat dan melaksanakan strategi promosi penjualan tersebut.

Ada 10 tujuan utama strategi promosi penjualan produk yang harus anda ketahui. Semuanya bertujuan untuk memberikan penawaran menarik kepada konsumen. Saya akan bagi menjadi 2 artikel agar anda bisa memahami perlahan dengan benar.

1. Meningkatkan Volume

Strategi promosi penjualan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tujuan jangka pendek bisnis anda. Bisa anda lakukan untuk menghabiskan stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang atau untuk memenuhi stok yang ada di tingkat pengecer sebelum pesaing anda memperkenalkan produknya.

Strategi promosi penjualan juga bisa membuat “pembeli marjinal” datang membeli produk anda. Pembeli marjinal adalah mereka yang membeli hanya ketika suatu produk atau jasa sedang dalam masa “promosi”. Biasaya pembeli marjinal ini tidak disukai oleh perusahaan.

Tapi anda jangan khawatir, strategi promosi penjualan dapat menggiring pembeli marjinal menjadi pembeli setia, asal produk anda mengena di hati mereka.

2. Meningkatkan Pembeli Coba-Coba

Strategi promosi penjualan juga bisa membuat pembeli potensial anda datang untuk menggunakan produk atau jasa anda. Pembeli potensial adalah orang yang tidak pernah menggunakan produk atau jasa anda atau hanya pernah menggunakan produk atau jasa sejenis dari pesaing anda.

Mereka tidak akan pernah membeli produk anda dalam jumlah besar sebelum tahu bahwa mereka menyukai produk atau jasa anda. Dan poin pentingnya, pembeli potensial adalah sumber utama untuk meningkatkan volume penjualan anda. Strategi promosi penjualannya bisa anda lakukan dengan cara:

Memberikan sampel gratis atau kupon untuk mencoba sehingga calon pembeli dapat mencoba produk atau jasa anda.
Memberikan manfaat tambahan sehingga produk atau jasa anda tampak superior dibandingkan produk sejenis.
Memberikan manfaat finansial jangka pendek. Bisa dengan cara memberikan angsuran pembelian tanpa bunga, tentunya dengan memperhatikan situasi dan kondisi usaha anda.
3. Meningkatkan Pembelian Ulang

Strategi promosi penjualan dengan cara promosi pembelian kembali bisa digunakan untuk meningkatkan pembelian tetap atau pembelian dalam jumlah besar. Promosi pembelian kembali juga bisa anda gunakan untuk “menganggu” peluncuran produk pesaing dan membuat pelanggan anda terbiasa menggunakan produk yang anda buat. Anda bisa gunakan cara-cara efektif seperti :

Kupon di dalam produk yang berisi potongan harga bagi pembelian selanjutnya.
Menggunakan cara “beli tiga gratis satu”.
Atau menggunakan cara “10 kupon gratis satu”.
4. Meningkatkan Loyalitas

Promosi loyalitas berbeda dengan strategi promosi penjualan seperti pemberian diskon langsung. Promosi loyalitas lebih ke memberikan daya tarik berupa manfaat jangka panjang kepada konsumen. Contohnya adalah anda memberikan sebuah kupon berisi manfaat tertentu. Bagi siapa saja yang mendapatkan kupon tersebut berhak menjadi anggota klub yang di dalamnya berisi fasilitas-fasilitas yang anda berikan secara khusus.

5. Memperluas Kegunaan

Pada saat kegunaan awal sebuah produk atau jasa mulai menghilang, anda harus segera memperluas kegunaan produk atau jasa anda. Contohnya seperti yang pernah teman saya lakukan. Dia berusaha memperluas kegunaan taksi motornya. Dia merubah layanan jasa yang tadinya hanya mengantar penumpang menjadi layanan antar jemput anak sekolah.

Bahkan terakhir dia menambah layanannya, yaitu paket wisata keliling objek wisata di Jogja. Selain contoh tadi, anda juga bisa gunakan cara joint promotion dengan perusahaan lainnya.

Kalau yang satu ini sering saya sebut daya ungkit bisnis atau leverage. Contohnya adalah pemberian kupon dari agen travel perjalanan outbond untuk peminjaman peralatan arung jeram misalnya.

Ok, sudah 5 tujuan strategi promosi penjualan yang saya terangkan. Untuk strategi dan definisi promosi penjualan yang ke-6 hingga ke 10 anda bisa lihat di bagian 2 artikel saya. Seperti biasa, don’t miss it, selalu tongkrongin dokterbisnis.net kapanpun anda online. See U…

Sumber artikel : dokterbisnis.net

Friday, January 8, 2010

Target Pasar online


Busana Muslim - Seperti yang pernah saya tulis pada artikel yang lalu tentang pemasaran di era internet, bahwa internet telah mengubah perilaku konsumen.

Entah dalam melakukan pembelian, berhubungan dengan sesama pelanggan atau berhubungan dengan perusahaan, internet telah mengubah segalanya.

Nah, pada buku New Wave Marketing-nya Hermawan Kertajaya, beliau memaparkan ada 3 new wave ready costumer, 3 target pasar potensial. Siapa saja mereka ? Target pasar potensial pertama adalah kaum muda.

Yang dimaksud disini adalah yang berumur 30 tahun kebawah. Mereka adalah customer yang siap untuk menerima new wave marketing. Perilaku konsumen ini, si kaum muda yang dinamis, dengan cepat akan memberikan gaya hidup baru dan dengan sangat mudah menerima perubahan gaya hidup.

Kita bisa melihat bahwa mereka mampu melakukan 5 hal sekaligus, mengirim sms, nge-twit, download, upload video di youtube dan berinteraksi dengan temannya lewat facebook.

Generasi ini akan terus membentuk budaya baru dan mengglobal serta menemukan cara baru dalam berpikir, bersosialisasi dan bekerja. Perubahan gaya hidup di masa mendatang ditentukan oleh generasi ini.

Target pasar potensial yang kedua adalah wanita. Konsumen wanita adalah konsumen yang kuat dalam dunia pemasaran. Ada 3 hal kenapa wanita sangat penting dalam pemasaran.

Mereka adalah konsumen yang berpengaruh.
Faktanya, 97% pembelian dipengaruhi oleh wanita. Keperluan kantor, belanja rumah, secara rata-rata dipengaruhi oleh wanita. Kaum pria membeli peralatan rumah tetapi keputusannya dipengaruhi oleh wanita. Coba anda ingat berapa peralatan rumah tangga yang terpengaruh oleh kebiasaan ibu atau istri anda dalam berbelanja. Kemudian kaum pria membeli fashion, parfum, jam tangan semua dilakukan untuk tampil sempurna di depan wanita.
Kekuatan wanita di lanskap bisnis semakin kuat.
Dari waktu ke waktu jumlah wanita yang bekerja semakin banyak. Tidak hanya pada sektor industri, pada bidang politik-pun sekarang banyak wanita yang sudah terjun. Dan sampai sekarang, angka wanita yang bekerja diperkirakan mencapai 1 miliar di seluruh dunia.
Mereka konsumtif tapi teliti.
Secara umum wanita lebih konsumtif disbanding pria tetapi lebih bisa membelanjakan uangnya pada hal-hal yang lebih berguna. Fokus mereka ditujukan pada pendidikan dan kesehatan. Pada era new wave ini, wanita juga target market yang tepat. Mereka paling suka berinteraksi satu sama lain dan membentuk komunitas. Jika anda berhasil menghubungkan pasar potensial wanita satu dengan yang lainnya, maka anda juga bisa meng-connect-kan dengan merek atau brand anda.
Kemudian target pasar potensial yang terakhir adalah netizen. Netizen adalah sebutan untuk warga pengguna internet. Dari hari ke hari pengguna internet semakin meledak.

Jika pada awal tahun 2000 pengguna internet di Indonesia di bawah 1 juta orang, kini pengguna internet di Indonesia diperkirakan lebih dari 30 juta orang.

Mereka adalah orang yang setiap harinya ter-connect dengan internet. Mencari informasi produk, berhubungan dengan teman, semua dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet. So, anda harus punya strategi internet marketing yang handal jika ingin membidik target pasar netizen.

Sudah jelas sekarang? Itulah 3 target pasar potensial yang harus anda ketahui. Maka dari itu, siapkan produk atau jasa anda sebaik mungkin agar bisa diterima satu atau lebih dari ketiga target potensial di atas.

Sampai disini dulu pembahasan saya mengenai target pasar potensial di era internet, kurang lebihnnya saya mohon maaf…

Sumber Artikel : Dokterbisnis.net

Wednesday, January 6, 2010

Mempengaruhi Arah Minat Konsumen


Busana Muslim - Dalam pemasaran, hal yang paling utama adalah kepuasan konsumen dengan cara anda memenuhi kebutuhan konsumen. Keputusan pembelian konsumen biasanya didasarkan atas sesuatu yang membuat para konsumen tersebut puas atas kebutuhannya.

Contohnya, jika anda sedang sakit flu, maka pikiran anda otomatis akan menemukan cara bagaimana agar sakit kepala, batuk dan hidung tersumbat yang anda derita dapat anda singkirkan secepat mungkin tanpa efek samping.

Atau jika anda sibuk dengan rutinitas pekerjaan anda, maka tugas mencuci pakaian akan anda serahkan ke binatu yang bisa mencucikan pakaian anda dengan bersih, harum, cepat dan tidak luntur.

Kira-kira apa yang bisa anda simpulkan dari contoh diatas? Ok, mari saya bantu. Kesimpulannya adalah setiap orang butuh sebuah solusi atas kebutuhan mereka. Hal ini yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Kata lainnya adalah mereka butuh MANFAAT dari sebuah produk atau jasa. Dalam benak mereka hanya ada satu “Produk atau jasa mana yang manfaatnya sesuai dengan kebutuhan saya ya?”. Tapi ingat, produk atau jasa anda harus punya diferensiasi yang kuat agar konsumen jatuh hati pada produk atau jasa anda.

Berangkat dari kesimpulan diatas, anda wajib tahu manfaat apa saja yang dibutuhkan konsumen agar anda dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Ekonomis
Manfaat ekonomis adalah segala manfaat yang berkaitan dengan uang. Tentu saja yang paling sering dicari adalah harga sebuah produk atau jasa. Seringkali hal ini sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Tapi bisa juga biaya memelihara suatu produk atau jasa. Contohnya bila anda membeli sebuah motor, kemungkinan anda akan berpikir “Biaya perawatannya tinggi apa tidak ya?”. Manfaat ekonomis model seperti ini juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Fungsional
Manfaat fungsional biasanya identik dengan apakah produk atau jasa tersebut sesuai dengan apa yang dijanjikan atau tidak. Contohnya bisa melenyapkan noda di kain, melegakan hidung yang tersumbat, menyediakan makanan yang bergizi, membuat situs populer atau manfaat fungsional yang lainnya. Ini manfaat yang paling sering dipertimbangkan dalam keputusan pembelian konsumen.
Psikologis
Kalau yang ini, keputusan pembelian konsumen biasanya terkait dengan perasaan atau kepercayaan terhadap suatu produk atau jasa. Contohnya adalah seseorang yang merasa status sosialnya berubah ketika memiliki mobil mewah. Atau bisa juga keramahan dan kesopanan pelayanan sebuah hotel. Atau kepercayaan kepada sebuah toko yang selalu memberikan barang dengan kualitas yang terbaik.
Maka dari itu, perhatikanlah ketiga jenis manfaat diatas agar penjualan produk atau jasa anda berhasil. Jika anda bisa memberikan produk atau jasa yang manfaatnya bisa memecahkan permasalahan konsumen anda, maka anda bisa dengan mudah mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Minat beli konsumen jadi tinggi. Apalagi jika ketiga manfaat diatas ada pada produk atau jasa anda. Ok, saya tunggu komentarnya…

Sumber Artikel :  dokterbisnis.net

Cara Mendatangkan Konsumen


Busana Muslim - Kalau anda perhatikan, banyak pedagang kaki lima di pinggir jalan yang memasang besar-besar karton bertulisan misal, “HARGA MULAI 8 RIBUAN“. Kalau menurut anda, kira-kira apa tujuannya?

Sebenarnya sengaja atau tidak sengaja, mereka paham prinsip sederhana pemasaran, yaitu mendatangkan calon konsumen terlebih dulu. Perkara mau beli apa nggak, itu urusan belakangan.

Pertama kali saya tahu “jurus” ini dari teman SMP saya. Kebetulan ia jualan kambing pada saat menjelang Idul Adha. Waktu itu saya datang untuk sekedar melihat kambing-kambingnya. Ternyata ada banyak, baik yang gemuk maupun yang kecil.

Teman saya ini memasang spanduk berukuran cukup gede bertuliskan “JUAL KAMBING KURBAN HARGA 450 RIBU“. Terus saya tanya, “Harganya segitu ya?”. Ia jawab, “Ya, tapi yang itu…”, sambil menunjuk seekor kambing yang agak kecilan. “Yang penting pembelinya mau datang lihat kambing duluan, ntar kan mau beli”, katanya. Ternyata benar.

Selang beberapa waktu ada seorang ibu yang sedang naik becak turun sambil bertanya, “Harga kambingnya 450 ribu ya mas. Yang mana? Coba saya lihat.” Kemudian teman saya menunjukkan ke kambing yang ukurannya agak kecil tadi.

“Oalah, yang ini tho yang harganya 450 ribu. Tak kirain yang besar. Wah, kalau yang ini kecil sekali mas. Saya ndak suka”, kata ibu tersebut. Tapi apa yang terjadi kemudian. Si ibu tadi melihat-lihat kambing yang lainnya. Dengan gesit teman saya menawarkan sambil menjelaskan kambing-kambingnya ke ibu tadi.

Akhirnya, si ibu-pun mau  membeli seekor kambing yang lebih besar dari yang harganya 450 ribu tadi. Tentunya dengan harga yang berbeda… “Wah, teknik mendatangkan calon konsumen ini ganas juga”, pikir saya.

Kebanyakan orang yang berbisnis memiliki pemahaman yang salah tentang pemasaran. Mereka mempunyai pola pikir untuk langsung mendapatkan konsumen. Disinilah letak permasalahannya. Padahal intinya adalah, anda mendatangkan dulu calon konsumen sebanyak-banyaknya. Setelah mereka datang, baru anda tawarkan produk atau jasa anda.

Masih ingat artikel saya tentang hukum pareto kan? Kalau anda belum baca, silahkan baca artikel prinsip bisnis penting. Di situ saya menjelaskan bahwa untuk mendapatkan 2 orang yang ingin join di grup saya, saya harus menghubungi minimal 50 orang agar mau datang ke presentasi saya.

Asumsinya, saya mendatangkan calon konsumen sebanyak 10 orang, hasil 80% dari 50 orang yang saya hubungi. Jadi saya menelpon 50 orang buat mendatangkan 10 calon konsumen dengan tujuan, 2 orang mau join di grup saya.

Lha terus cara detailnya mendatangkan calon konsumen gimana? He..he..he..seperti biasa, gud kuestion…Caranya sederhana saja, berikan penawaran harga yang “gelap”, kata pakde Tung Desem. Contohnya seperti yang pernah saya lakukan waktu jualan kepiting ekspor.

Waktu itu harga kepiting ekspor per kilonya 40 ribu. Sekilo isi 4-5 ekor kepiting. So, saya buat penawaran harga seperti ini, “KEPITING MERAH FULL DAGING, KOPONG GANTI. HARGA 4000 RUPIAH PER ONS“.

Sebenarnya dalam iklan saya tersebut terdapat harga yang “gelap”. Mengapa dikatakan gelap? Karena calon konsumen belum tahu berapa isi per kilonya, berapa minimal pembeliannya, dari daerah mana kepiting tersebut berasal, kondisi daging kopong yang seperti apa yang bisa diganti dan sebagainya.

Tetapi dengan anda menggunakan cara penawaran harga yang demikian, insya Allah banyak orang yang mau datang untuk melihat produk atau jasa anda. Begitu para calon konsumen itu datang, anda sudah menyediakan program penjualan agar mereka mau membeli produk atau jasa anda. Tapi ingat, anda tidak boleh bohong.

Saat konsumen sudah datang, jelaskanlah secara rinci produk atau jasa anda. Konsumen paling tidak suka dicurangi. Anda harus membangun hubungan baik dengan konsumen anda. Ingatlah selalu bahwa konsumen adalah aset anda. Oke? Saya lanjutkan…

Contoh lain penawaran harga yang “gelap” adalah misalkan anda jualan kompor gas seharga 400 ribuan. Anda memberlakukan pembayarannya dengan sistem angsuran selama 8 bulan. Anda bisa beri penawaran harga yang menarik seperti ini, “KOMPOR GAS DENGAN SISTEM PENGAMAN TERKINI, CICILAN PER HARI CUKUP 1700 RUPIAH TANPA UANG MUKA“. Fantastis kan?

Anda bisa terapkan model headline di atas pada iklan di koran atau di majalah. Tapi sebelum itu, sebaiknya anda pelajari dulu bagaimana cara memasang iklan di koran dan di majalah yang benar.

Nah, saya harap sekarang anda paham. Ubahlah paradigma anda. Anda jangan berharap calon konsumen akan membeli membeli begitu melihat penawaran anda. Tapi tujuan pertama anda adalah memperbanyak lead atau calon konsumen.

Begitu anda mendatangkan calon konsumen yang banyak, kemungkinan besar anda menutup dengan penjualan akan tinggi. Apalagi jika produk atau jasa anda benar-benar sesuai dengan harapan mereka.

Bagaimana, ada yang kurang jelas? Monggo, silahkan ditanyakan bagian mana yang kurang jelas. Insya Allah akan saya jawab jika mampu. Jika tidak, akan saya jadikan pe-er. Siapa tahu nanti saya nemu jawabannya. Ayo, ojo sungkan-sungkan nak arep takon kata orang Jogja. Artinya, jangan malu-malu kalau anda mau bertanya…

Sumber Artikel : dokterbisnis.net

Tuesday, January 5, 2010

Kerjasama Badan Usaha CV - busana muslim


Busana Muslim - Jika saya tidak salah, badan usaha cv juga swasta entitas. Dalam entitas ini ada dua jenis keanggotaan yang disebut sekutau atau CV mitra.

CV adalah sekutu atau mitra adalah sekutu dari garis (mitra umum) dan mitra terbatas (mitra terbatas).

A. Sekutu pemimpin (General Partner).
Kepemimpinan Sekutu yang merupakan anggota aktif dan duduk sebagai dewan dalam resume. Disetor biasanya lebih besar dari anggota lain modal. Ini sekutu bukan jawab secara terbatas terhadap hutang perusahaan.

2. Sekutu Terbatas (Mitra Terbatas).
Yang termasuk mitra terbatas adalah anggota yang bertanggung jawab utang perusahaan terbatas pada modal disetor. Mereka aktif di perusahaan tidak diperbolehkan.

Selain dua di atas paragraf sekutu lain dalam pasangan CV, seperti:

A. Sekutu Diam (Partner Diam).
Ini sekutu diam tidak secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan, tetapi diketahui oleh mitra umum, bahwa mereka adalah anggota dari CV.

2. Sekutu Rahasia (Partner Rahasia).
Mereka aktif di perusahaan, namun tidak diketahui publik bahwa mereka sebenarnya anggota mitra CV.

3. Sekutu Dormant (Tidur Mitra).
Sekutu aktif adalah seseorang yang tidak berperan aktif dalam perusahaan dan umumnya tidak dikenal sebagai anggota mitra dari CV.

4. Nominal sekutu (Partner Nominal).
Sekutu nominal sebenarnya bukan pemilik perusahaan, tetapi dia selalu memberikan nasihat kepada orang lain dengan kata-kata atau tindakan, seperti mitra CV.

5. Sekutu Senior dan Junior (Junior dan Senior Partner).
Investasi keanggotaan mereka biasanya didasarkan pada panjang atau durasi kerja di perusahaan.

Selain itu, resume terbatas pada bahasa Belanda Perusahaan. Jika Indonesia adalah komunitas dalam hal kemitraan terbatas.

Anda jangan bingung karena CV bersama dengan kemitraan kemitraan terbatas. Satu hal lagi, jika Anda ingin tahu apa kelemahan dan keuntungan dari badan usaha CV, membaca posting saya yang satu ini. Baik artikel tentang pasangan atau mitra CV CV pada bermanfaat bagi Anda.

sumber artikel : dokterbisnis.net

Sunday, January 3, 2010

Strategi dan cara agar Pendapatan Bisnis Naik


Busana Muslim - Kalau ditanya, setiap orang yang mempunyai bisnis pasti ingin meningkatkan penjualan produk atau jasanya. Tapi banyak dari mereka yang tidak tahu teknik penjualan yang efektif sehingga bisa meningkatkan penjualan. Sama, saya juga tidak tahu…tapi dulu.

Sekarang mungkin saya sudah banyak belajar tentang cara bagaimana meningkatkan penjualan. Salah satunya saya dapat dari Tung Desem Waringin dalam “Marketing Revolution”-nya. Dan ternyata, caranya cukup sederhana, mudah, tanpa biaya tapi cukup “mematikan”.

Apa itu? Yaitu dengan anda memasang headline yang penawarannya sensasional, ada keunggulan utama produk anda, sesuatu yang mengejutkan ditambah janji yang kuat. Entah di iklan anda, website anda, di brosur anda atau dimana saja anda bisa mempromosikan secara tertulis produk atau jasa anda.

Sebabnya adalah 80% orang hanya membaca headline. Berarti kalau anda salah menulis headline, anda akan kehilangan 100% pembeli. Kok bisa mas? Karena 20% sisanya tidak membaca headline anda. Jika ditambah 80% yang membaca headline anda tapi tidak tertarik penawaran anda, jadinya 100% pembeli anda bablas! Persis seperti prinsip bisnis pareto yang pernah saya tulis.

Sebenarnya saya  pernah menyinggung masalah headline ini di artikel saya mengenai 6 kesalahan memasang iklan. Tapi mengingat pentingnya masalah headline ini, maka saya bahas lagi lebih khusus.

Balik lagi ke masalah kita, headline itu seharusnya suatu hal yang paling menguntungkan bagi para calon konsumen anda. Atau sesuatu hal yang menarik konsumen anda. Bukannya malah nama perusahaan anda yang dipajang besar-besar.

Itu namanya iklan egois kata Tung Desem. Narsis…ha..ha..ha.. Dan konsumen tidak suka kalau headline-nya narsis, karena bagi mereka nama perusahaan anda bukan sesuatu yang menarik.

Saya kasih beberapa contoh perbandingan headline yang sensasional dan yang tidak.

Headline 1 :

Jasa Cleaning Virus Komputer
Headline 2 :

Menyembuhkan Virus Komputer Anda Hanya Dalam 1 Hari Tanpa Instal Ulang. Data Dijamin Tidak Hilang dan Komputer Anda Normal Kembali. Jika Tidak, Uang Kembali 100%
Menurut anda dari dua headline di atas, mana yang lebih bisa mendatangkan calon kosumen? Yang kedua kan? Saya ambil contoh yang lain lagi dari Jay Abraham di “Marketing Genius”-nya tapi dalam bahasa Indonesia.

Headline 1 :

Apa yang Terjadi  pada Istri Anda Jika Sesuatu Terjadi pada Diri Anda?
Headline 2 :

Rencana Penghasilan Setelah Pensiun
Dan menurut hasil survei, prinsip “show me the money” benar-benar lebih mendatangkan hasil. Headline kedua menarik minat 500% lebih banyak daripada yang pertama.

Coba bayangkan kalau anda menulis headline iklan anda nama perusahaan anda seperti “PT. UNYIL USROK”. Kira-kira bisa menarik minat calon konsumen anda untuk datang lebih banyak? Tidak kan?

Tapi ingat, headline tersebut harus anda tes dan ukur. Jadi jika anda sudah pasang iklan dengan headline yang menurut anda sudah cukup baik tetapi hasilnya masih kurang, segera ubah headline anda.

Berapa uang yang sia-sia jika anda tetap bersikeras memasang headline anda tanpa mengukur hasilnya. Sudah tahu nggak ada efeknya, tetap anda biarkan saja… “blaik” kata orang dulu.

Kemudian anda juga harus paham bahwa tujuan awal headline anda adalah mendatangkan calon konsumen. Bukan menghasilkan penjualan. Setelah calon konsumen anda datang, baru anda closing…

Semakin banyak calon konsumen yang datang, semakin tinggi kemungkinan anda menutup penjualan dengan closing dan otomatis semakin meningkat penjualan anda. Dan mendatangkan konsumen ini termasuk bagian dari strategi meningkatkan penjualan. Sudah paham kan mekansimenya?

Hebatnya, hanya dengan mengganti headline “Seminar Cinta Terdahsyat 2006″ menjadi “Bagaimana Menjual Produk & Jasa Anda dalam 3 Detik/Kurang”, Tung Desem bisa meningkatkan penjualan tiket seminarnya yang tadinya 1 orang menjadi 315 orang yang membeli. Dengan kata lain penjualannya meningkat hingga 31.500% !

Dan saya, pernah kebanjiran pengunjung hanya dengan memasang headline yang ganas. Sekarang pertanyaannya adalah, kapan giliran anda mempraktekkan tips meningkatkan penjualan di atas sehingga penjualan produk anda bisa meningkat 100%, 500%, 10.000% atau bahkan melebihi rekor 31.500% milik Tung Desem Waringin?

sumber: dokterbisnis.net

Saturday, January 2, 2010

Teknik Penjualan Agar Berhasil


Jika anda cermati, perilaku konsumen masyarakat kita sering menawar setiap produk yang akan mereka beli. Bagi si penjual, biasanya sulit untuk bisa menghindari konsumen yang berperilaku seperti ini.

Bahkan tak jarang ketika kita menjadi seorang pembeli, kitapun akan melakukan hal yang sama. Terkadang lebih “kejam”.

Busana Muslim - Itu lumrah, karena sudah dari “sononya” setiap pembeli akan meminta harga yang paling pas dengan kantongnya.

Masalahnya apabila anda seorang pengusaha, menjual produk yang anda miliki adalah suatu keharusan, bukan pilihan. Itu adalah salah satu kemampuan dasar seorang pengusaha yang harus anda miliki.

Pada saat anda hendak menjual produk anda, pembeli akan berusaha melakukan negosiasi (baca : menawar) dengan anda. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara menghadapi pembeli yang selalu berkeinginan untuk menawar produk yang anda jual?

Anda atau tim penjualan anda bisa praktekkan 9 teknik penjualan di bawah ini yang bisa dipakai kapan saja. Tapi ingat, sebaik-baik anda mempraktekan teknik penjualan tersebut, tetap saja ada yang tidak berhasil.

Bukan karena cara atau teknik penjualan-nya yang buruk atau, tetapi sudah demikian adanya bahwa segalanya tidak mungkin sempurna.

1. Anda harus benar-benar menguasai produk yang akan anda jual. Bila anda menguasai kelebihan dan kekurangan produk anda dengan baik, maka anda akan relatif lebih mudah untuk menggiring konsumen mengikuti apa yang anda inginkan.

2. Gali potensi dan kebutuhan calon konsumen. Setelah itu anda arahkan supaya produk yang anda tawarkan itu bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

3. Gunakan selalu tutur kata yang baik dan sopan dengan bahasa tubuh yang proposional. Pastikan anda tulus dan ikhlas untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

4. Anda harus yakin bahwa produk yang sedang anda tawarkan sangat penting dan sangat berarti bagi konsumen.

5. Jadilah selalu sebagai orang yang bisa dipercaya. Anda harus bisa memegang komitmen dengan baik dan menjalankan komitmen itu seperti yang sudah direncanakan.

6. Bila memenuhi kendala atau masalah dalam hal sudah terjadi komitmen dengan pembeli pelanggan. Anda harus terus terang dan mempertanggung jawabkan segala resiko yang mungkin akan timbul dengan semestinya.

7. Carilah selalu titik temu yang optimum dalam setiap negosiasi yang anda jalankan dengan konsumen anda, supaya dia puas dan andapun juga puas.

8. Hindari menjual berdasarkan belas kasihan konsumen. Anda harus mengarahkan pembeli pada satu keputusan membeli secara rasional, bukan atas dasar belas kasihan.

9. Selalulah anda melayani dengan sesempurna mungkin supaya pelanggan akan sangat bergantung dengan anda. Teknik penjualan yang ini harus dilakukan seproposional mungkin.

Saya harap teknik negosiasi dan teknik menjual diatas bermanfaat bagi anda. Anda siap mempraktekkan tehnik penjualan diatas?

sumber : dokterbisnis.net