Wednesday, August 29, 2012

Produk Garmen Impor Ilegal di Indonesia [Bagian 1]


Produk Garmen Impor Ilegal di Indonesia - Apsyfi (Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia) mengeluarkan sebuah catatan mengenai nilai impor produk garmen illegal. Apsyfi mencatat nilai impor pakaian jadi atau garmen ilegal pada tahun ini diperkirakan mencapa angkai USD 2,88 miliar.

Berdasarkan catatan yang dikeluarkan tersebut, diketahui juga bahwa industry garmen local mampu memenuhi kebutuhan akan produk garmen dalam negeri hingga 60 persen. Kemudian, sebesar 15 persen dari impor yang legal dan 25 lainnya adalah produk impor ilegal. ”Berdasarkan perhitungan pembanding kami dengan alokasi konsumsi PDB di data BI, jumlah yang dibeli selalu lebih besar dibandingkan dengan yang dijual. Kalau konsumsi lokal itu sekitar 1,4 juta ton, yang dijual lebih kecil.

Artinya, ada yang dibeli tapi tidak legal,”ujar Sekretaris Jenderal Apsyfi Redma G Wirawasta di Jakarta kemarin. Dia memperkirakan,dengan perhitungan populasi mencapai 240 juta orang, konsumsi garmen nasional bisa mencapai 1,53 juta ton.Dengan perhitungan harga sekitar USD 7,5 per kg, maka angka itu setara dengan USD 11,52 miliar. Sementara, lanjut Redma, hingga semester I tahun 2012, nilai surplus perdagangan tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional turun dari biasanya USD 5–6 miliar menjadi USD 2 miliar.

”Karena, Indonesia masih mengimpor banyak kain meski kain impor digunakan sebagai bahan baku produksi untuk tujuan ekspor,”ucapnya. Sebelumnya, penjualan garmen menjelang Lebaran diperkiraka n mengalami kenaikan sekitar 20–30% …

Selanjutnya

Produk Garmen Impor Ilegal di Indonesia [Bagian 2]


Produk Garmen Impor Ilegal di Indonesia - ”Berdasarkan perhitungan pembanding kami dengan alokasi konsumsi PDB di data BI, jumlah yang dibeli selalu lebih besar dibandingkan dengan yang dijual. Kalau konsumsi lokal itu sekitar 1,4 juta ton, yang dijual lebih kecil.

Artinya, ada yang dibeli tapi tidak legal,”ujar Sekretaris Jenderal Apsyfi Redma G Wirawasta di Jakarta kemarin. Dia memperkirakan,dengan perhitungan populasi mencapai 240 juta orang, konsumsi garmen nasional bisa mencapai 1,53 juta ton.Dengan perhitungan harga sekitar USD 7,5 per kg, maka angka itu setara dengan USD 11,52 miliar. Sementara, lanjut Redma, hingga semester I tahun 2012, nilai surplus perdagangan tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional turun dari biasanya USD 5–6 miliar menjadi USD 2 miliar.

”Karena, Indonesia masih mengimpor banyak kain meski kain impor digunakan sebagai bahan baku produksi untuk tujuan ekspor,”ucapnya. Sebelumnya, penjualan garmen menjelang Lebaran diperkiraka n mengalami kenaikan sekitar 20–30%  dibandingkan momen yang sama pada tahun lalu. Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita memaparkan,tingkat kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan. Perbedaannya, pada tahun lalu konsumen mulai ramai berbelanja garmen pada awal bulan Puasa.

”Di dalam skala nasional, penjualan garmen secara keseluruhan itu naik. Tapi,setiap perusahaan berbeda naiknya, ada yang sedikit dan juga banyak. Belum lagi karena ada pengaruh pakaian jadi selundupan yang banyak beredar di pasar-pasar,” katanya.

Siklus Tahunan Garmen Mengalami Kenaikan


Siklus Tahunan Garmen Mengalami Kenaikan - Lebaran telah terlewati, itu berarti siklus penjualan tahunan produk garmen di Indonesia telah memasuki babak baru. Penjualan pakaian jadi (garmen) diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 20 sampai 30 persen bila dibandingkan dengan momen Lebaran yang sama pada tahun lalu. Tingkat kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan yang memang selalu mengalamo kenaikan.

Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI), Suryadi Sasmita, mengatakan ada perbedaannya, yakni untuk tahun lalu, konsumen mulai ramai berbelanja garmen pada awal bulan Puasa. Sedangkan tahun ini, kata dia, konsumen baru ramai pada H-10 Lebaran atau ketika Tunjangan Hari Raya (THR) baru keluar.

"Secara nasional, penjualan garmen itu naik. Tapi, setiap perusahaan berbeda naiknya, ada yang sedikit dan juga banyak. Belum lagi karena ada pengaruh pakaian jadi selundupan yang banyak beredar di pasar-pasar," kata Suryadi ketika dihubungi di Jakarta.

Menurutnya, jenis pakaian yang paling banyak dibeli oleh konsumen menjelang Lebaran adalah untuk anak-anak. Penjualan baju anak-anak, kata dia, diperkirakan naik 30% dibandingkan Lebaran tahun lalu.

"Penjualan garmen di Lebaran biasanya naik hingga 10 kali lipat dibandingkan bulan biasa. Misalnya, di Februari penjualan 1 juta unit garmen, nah di Lebaran bisa 10 kali lipat dari itu," jelasnya.

Dia menambahkan, selain baju anak, jenis baju lain yang mengalami peningkatan penjualan adalah pakaian muslim. Saat ini, kata dia, banyak merek terkenal yang memproduksi pakaian muslim.

Penjualan Produk Garmen Naik, Omzet tetap Menurun


Penjualan Produk Garmen Naik, Omzet tetap Menurun - Walaupun penjualan produk garmen secarakeseluruhan mengalami kenaikan, namun hal ini tidak dirasakan oleh sebagian penjual dan produsen produk garmen. Bagi mereka, Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak seindah tahun lalu dirasakan para pengusaha garmen. Pasalnya mereka mengalami penurunan omzet akibat serbuan barang impor. Omzet anjlok antara 30 sampai 50 persen.

Suasana Perkampungan Industri Kecil (PIK) di daerah Penggilingan, Jakarta Timur, dalam beberapa hari terakhir jelang Lebaran, tidak seperti tahun-tahun lalu. Tahun ini pengusaha terlihat lesu akibat penjualan yang menurun drastis.

Menjelang Lebaran biasanya para pengusaha industri rumahan itu umumnya sibuk memenuhi pesanan keperluan Lebaran. Barang-barang yang dijual di PIK ini tidak jauh dari keperluan Lebaran, seperti busana muslim, celana panjang, dan pesanan bordir.

Namun, menurut Chairuddin, Sekretaris Koperasi PIK, untuk Lebaran tahun ini mereka bersiap menghadapi penurunan omzet karena serbuan barang impor. Omzet menurun karena kalah bersaing dengan barang impor yang lebih murah. Biasanya pengusaha umumnya bisa mengantongi omzet hingga Rp5 juta perhari jelang Lebaran. Namun tahun ini, sejak barang impor asal China menyerbu pasar, omzet turun drasti.

Slamet, misalnya. Pengusaha bordir komputer itu mengaku ordernya sepi jelang Lebaran ini. Bahkan jelang Lebaran tahun ini dirinya menghentikan produksi. Padahal tahun sebelumnya kegiatan produksi berlangsung hingga mendekati hari Idul Fitri.

Para pengrajin yang bermukim di industri rumahan di PIK berharap ada insentif dari pemerintah, baik dari segi kredit maupun pelatihan. Mereka masih dikenakan bunga kredit dengan harga pasar, sementara pelatihan untuk peningkatan kualitas produksi sudah lama tidak dirasakan lagi oleh mereka yang notabene adalah asuhan pemerintah.

Target Tinggi TRIS


Target Tinggi TRIS - Produsen dan juga sekaligus distributor produk garmen, PT Trisula International Tbk (TRIS) optimis pendapatan perseroan hingga akhir tahun ini sesuai target sebesar Rp600 miliar meski pencapaian pada semester I-2012 baru mencapai Rp140 miliar.

"Kami optimis pencapaian di semester II sesuai target yang telah dicanangkan," kata Direktur Utama TRIS, Lisa Jahjadi, di Jakarta,

Dia mengatakan, dasar optimisme tersebut karena akuisisi PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing yang efektif mulai semester II-2012.  Sumbangan Trisco dalam 6 bulan terkahir tahun ini hanya mencapai 30 persen pendapatan kondolidasi. Ke depan akan lebih optimal.

Lisa mengatakan, target tersebut juga seiring ekspansi pembukaan gerai baru. Yang terkini, perseroan telah membuka dua gerai baru di Jakarta, yakni Kota Casablanca.

"Hingga akhir tahun ini perseroan juga akan membuka gerai di Alam Sutera, Mal EXION (Kemang Village), Taman Anggrek dan Solo Jawa Tengah," kata dia

Menurut Lisa, pada semester dua, penjualan perseroan juga diyakini akan terdongkrak sejalan dengan hari raya Idul Fitri dan Natal. Omzet lebaran, untuk pakaian pria dapat mengalami lonjakan hingga 3,5 kali lipat. Sementara untuk pakaian anak-anak bisa melonjak hingga 5-8 kali lipat dari penjualan waktu biasa.

“Hari raya merupakan momentum bagi kami dengan meningkatnya jumlah permintaan dari masyarakat,” kata Lisa.

Sementara tercatat pada semester I-2012, pertumbuhan penjualan didominasi konsumsi domestik. Penjualan  domestik ritel memberikan kontribusi sekitar 32 persen. Merek yang memberi kontribusi pertumbuhan penjualan terbesar adalah JOBB 43 persen, Jack Nicklaus 14 persen dan Uni Asia 325 persen.

Kisah Perselingkuhan Berujung Desain Busana Hujatan



Kisah Perselingkuhan Berujung Desain Busana Hujatan - Kristen Stewart adalah pemeran Bella Swan di serial Film Legendaris, The Twilight. Setelah mengalami cinta lokasi dengan actor pemeran Edward Cullen, Robert Pattinson, Hubungan antara Kristen dan Pattinson berakhir karena dikabarkan Kristen berselingkuh.

Rupanya kisah perselingkuhan Kristen Stewart tidak hanya melulu berdampak buruk, meski penggemar Kristen maupun mantan kekasihnya, Robert Pattinson kecewa berat, namun kesempatan itu dimanfaatkan oleh sebagian pihak garmen untuk mencari keuntungan.

Bahkan saking jengkelnya, banyak tulisan yang tertera di kaos yang dicetak oleh garmen tersebut yang mencoba menghujat Kristen, pihak yang berselingkuh dari Robert Pattinson.

Skreened adalah nama perusahaan yang memanfaatkan kesempatan itu, mereka memproduksi atasan berbahan kaos sederhana yang bertuliskan"Kristen Stewart is a Trampire". Istilah tersebut diduga berasal dari sebuah acara di mana Conan O'Brien mewawancarai Robert Pattinson, awal Agustus ini. O'Brien sempat mengungkapkan simpatinya ke Pattinson.

"Semua takkan kembali normal! Takkan pernah baik-baik saja! Kristen adalah seorang trampire!" ujar O'Brien, menyinggung cinta Kristen dan Pattinson dalam peran vampire dalam Twilight yang dapat bermakna indikasi negatif.

Disebutkan dalam situs resmi produsen produk tersebut, bahwa mereka juga menyediakan pilihan desain kaos lain yang bertuliskan, "Robert Pattinson deserves better" di bagian dadanya. Berbagai kaos yang berisi ledekan langsung tersebut dijual seharga sekitar 200 ribu rupiah per helainya, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna.

Harga tersebut mungkin terlalu mahal untuk pasar di Indonesia, namun cukup murah untuk pasar luar negeri. Oleh karena itu, adakah dari produsen lokal yang ingin memanfaatkan momen ini juga untuk membuat kaos dengan tema yang sama namun dengan harga lokal?

Makloon Jahit Busana Muslim

Makloon jahit - Kami saat ini telah membuka makloon jahit untuk kebutuhan para pebisnis dibidang pakaian dan segala hal yang berhubungan dengan jahitan, kami telah terpercaya dalam pembuatan busana muslim, insya allah, hehehhe. Kami terbiasa menjahit berbahan kaos dan katun. ada  beberapa langkah apabila bapa/ibu akan menggunakan jasa kami dalam membuat atau menjahit pakaian :