Wednesday, October 10, 2012

Jasa Jahit, Sablon dan Bordir Membahas Soal Model Busana The Fringe [Bagian 3]


Jasa Jahit, Sablon dan Bordir Membahas Soal Model Busana The Fringe - "Pastinya sebagai desainer saya punya tren sendiri. Memang sebelumnya di koleksi pakaian muslim, saya juga mengangkat era 1920-an. Karena di situlah awal gebrakan mengekspresikan mode dan musik, sehingga bisa mengeksplorasi semuanya. Tahun itu kuat dengan keglamoran wanita, tanpa mengurangi satu pun dalam keindahan wanita dan tekniknya kuat sekali di tahun 1920-an, itulah alasan saya mengangkat ini kembali," tutur desainer muda ini.


Barli tampaknya tidak kesulitan menggabungkan berbagai unsur dalam busananya sehingga terlihat harmonis. Paduan bordir dengan sisi modern fringe dari payet sangat pas dipasangkan oleh Barli. Payet yang biasanya diaplikasikan pada brokat, namun kali ini dia jadikan fringe yang menjuntai dan memberikan kesan berkilauan. Adapun detail bunga lewat sentuhan bordir yang menjadi ciri khas kerajinan tangan Indonesia juga ditonjolkan dalam koleksinya tadi malam.

"Silence zen yang saya hadirkan dengan penggunaan warna-warna netral dan biru. Zen itu keanggunan dan glamornya bisa menggabungkan sampai daerah pesisir juga," jelasnya.

Fondasi busananya kali ini menggunakan tulle dua lapis agar tidak terkesan berat namun tetap kokoh. Adapun untuk model busananya, Barli pun mencoba menyuguhkan potongan panjang dan pendek dengan detail fringe yang menarik.

"Di show tren ini benar-benar membuat saya membutuhkan energi yang besar, tapi ini reflek dari teknik tahun lalu juga. Semua koleksi pakai kerajinan tangan juga. Saya mengaplikasikannya dengan bahan benang payet dan bordir Indonesia," tutupnya.

Selanjutnya

No comments:

Post a Comment