Monday, October 1, 2012

Penjual Tunik dan Gamis mengungkapkan Lini Bisnis Baru untuk Dunia Busana Muslim [Bagian 5]



Penjual Tunik dan Gamis mengungkapkan Lini Bisnis Baru untuk Dunia Busana Muslim - Dari usaha ini, ia mengaku sanggup meraup omzet hingga Rp 10 juta per bulan. Laba bersihnya sekitar 80% dari omzet. Ia membanderol jasanya itu mulai dari Rp 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Biasanya, permintaan membludak saat sedang musim menikah.  Asal tahu kuncinya, bagi titi memasang kerudung menjadi terasa mudah dan juga tidak sulit. Yang perlu diperhatikan oleh seorang hijab stylist hanyalah bentuk wajah dari kliennya saja. Konsep yang lagi-lagi sama dengan Hair Stylist. Keharusan memperhatikan wajah klien sesungguhnya didasari sebuah teori bahwa tidak semua style akan cocok dengan setiap wajah pengguna. Untuk model jilbabnya sendiri fleksibel, bias model kasual, formal, dan juga model yang spesial.

Gaya jilbab yang kasual sendiri biasa dipakai untuk aktivitas sosial biasa, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun selingan. Sedangkan gaya formal dipakai untuk acara-acara formal. Lokasi atau waktu yang cocok untuk berhijab gaya ini adalah saat menghadiri acara pernikahan, ke kantor, meeting, wawancara kerja, atau hal-hal yang bernuansa resmi lainnya. Adapun gaya spesial dapat dikenakan untuk acara-acara khusus, seperti menghadiri fashion show, pengajian akbar, konser musik, atau juga reuni keluarga.

Pemain lain di bisnis ini adalah Sawitri Kumala Dewi. Ia telah  menggeluti usaha hijab stylish sejak tahun 2009. Awalnya, ia memiliki ketertarikan dengan aneka desain jilbab yang digunakan artis Inneke Koesherawati.

Selanjutnya

No comments:

Post a Comment