Showing posts with label Bisnis Busana. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Busana. Show all posts

Sunday, June 24, 2012

Pakaian Dari Bali Banyak Dibeli Amerika Serikat (Bagian 2)


Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim

Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim
Pakaian Dari Bali Banyak Dibeli Amerika Serikat (Bagian 2) Hal itu terbukti dari realisasi perdagangan luar negeri aneka barang kerajinan dan mata dagangan nonmigas lainnya ke Amerika Serikat mencapai angka 10,8 juta dolar dari seluruhnya yang berjumlah 52,9 juta dolar pada periode bulan April 2012. 

Perolehan devisa nonmigas Bali dari Jepang menempati peringkat kedua dengan 8,8 juta dolar AS dan Singapura di urutan ketiga senilai 3,8 juta dolar AS selama periode April 2012. Turis asing yang jumlahnya semakin banyak ke Bali berpengaruh besar terhadap peningkatan ekspor ke mancangera. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penjualan ekspor Bali sesuai dengan pertumbuhan kunjungan turis luar negeri ke Pulau Dewata Bali.

Dinas Pariwisata Bali mencatat, turis asing yang terbang langsung dari negerinya untuk berlibur di Pulau Dewata mencapai angka hingga 1,1 juta orang selama periode Januari sampai dengan Mei 2012 atau naik sebesar 9,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011 yang hanya berjumlah satu juta orang.

Dari jumlah turis tersebut, sedikitnya terdapat lima persen turis asing yang melakukan perjalanan wisata ke Bali untuk tujuan bisnis. Besar kemungkinan para pebisnis tersebut melakukan transaksi yang meliputi pesanan aneka barang cendera mata seperti perhiasan perak, pakaian jadi dan lain sebagainya.

Bali menjadi lokasi yang tepat bagi para pengusaha pakaian untuk dijadikan sebagai lokasi perluasan pasar mereka. Di Bali, seorang pengusaha dengan skala kecil pun dapat melonjak menjadi pengusaha berskala international bila kita mengingat begitu banyaknya turis asing yang mengunjungi daerah Bali.

Pakaian Dari Bali Banyak Dibeli Amerika Serikat (Bagian 1)


Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim

Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim
Pakaian Dari Bali Banyak Dibeli Amerika Serikat (Bagian 1) Badan Pusat Statistik (BPS) Denpasar memberikan catatan baik bagi perkembangan ekonomi di Bali. Mereka mengeluarkan catatan jumlah konsumen asal luar negeri di Pulau Dewara. Dalam catatan mereka, pembeli asal Amerika Serikat merupakan pembeli terbanyak untuk komoditi pakaian di Bali selama bulan April 2012.

Pakaian jadi yang bukan berasal dari bahan rajutan memasuki pasar ekspor  hingga mencapai nilai 6,9 juta dolar AS selama bulan April 2012. Dari jumlah yang fantastis tersebut,  sebanyak 21,64 persen di antaranya dibeli oleh para konsumen asal Amerika Serikat.

Importir Inggris menjadi pembeli terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan besar sekitar 10,48 persen. Sedangkan pembeli terbanyak ketiga diduduki oleh Singapura dengan tingkat penjualan sekitar 8,34 persen dan sisanya berasal dari importir sejumlah negara di Eropa dan juga Asia.

Sementara barang barang rajutan yang laku diekspor selama bulan April 2012 mencapai nilai 2,1 juta dolar AS dengan nilai terbanyak dibeli oleh Singapura sekitar 19,31 persen menyusul Australia 17,36 persen dan Inggris 15,25 persen.

Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Putu Bagiada membenarkan pangsa pasar komoditas nonmigas Bali ke AS masih merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Konsumen AS menyenangi pakaian yang ekslusif namun dengan harga yang terjangkau, dan para pengusaha di Bali mampu memenuhi permintaan tersebut dengan menciptakan desain terbaru yang dipadukan dengan budaya etnik lokal Bali.

Bersambung

Saturday, June 23, 2012

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 6)


Gap

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 6) Saat ini Gap telah memiliki total 3.200 gerai. Pada tahun 2010 perusahaan ini telah memiliki 1.348 pabrik. Penempatan pabrik terbesar berada di Asia Tenggara dengan 383 buah pabrik. Sedangkan di pusatnya yaitu Amerika Serikat dan Kanada, Gap hanya memiliki 43 pabrik saja. Tak melulu menargetkan pertumbuhan, pasangan suami istri Fisher ini memiliki museum yang dibangun pada tahun 2007 di Presidio, San Fransisco. Museum ini menampilkan karya seni dari desain pakaian mulai dari celana, baju hingga aksesoris. Doris bilang bahwa mereka selama ini menyimpan karya pakaiannya di dalam gudang. Padahal, menurut dia itu adalah karya besar yang harus diperlihatkan kepada masyarakat banyak.

Akhirnya pasangan ini memutuskan mendirikan kerajaan pakaian atau museum seluas 100.000 persegi dengan biaya 480 juta dollar AS. Museum ini memamerkan lebih dari 1.000 karya seniman And Warhol, Alexander Calder, Roy Lichtenstein dan Gerhard Richter. Para ahli karya fesyen seperti yang dikutip oleh cbc.ca memperkirakan koleksi ini bisa bernilai mencapai Rp 9 triliun saat itu.

Doris memberikan nama museum ini sebagai “San Fransisco Museum of Modern art”. Dibuat sebagai wujud dari ekspresi cinta kedua pasangan desainer ini pada karya busana. Sulit bagi Doris untuk menjelaskan kepada siapapun apa yang mereka berdua rasakan saat pendirian museum tersebut. Sebuah rasa yang sulit untuk dijelaskan dengan kata kata.

Pasangan Fisher juga merupakan pasanga yang berjiwa sosial. Mereka menaruh perhatian di sisi pendidikan. Sasaran tanggung jawab sosial Fisher ditujukan pada kelompok remaja yang tidak mampu meneruskan sekolah mereka. Selain itu, mereka juga menempatkan dana sosial pada kelompok pecinta seni, lingkungan, kesehatan dan pelayanan manusia.

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 5)


Gap

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 5) Gap juga tercatat berhasil memperbaiki penjualan di kawasan Amerika Utara. Misalnya, penjualan merek Gap naik 5 persen dari tahun lalu, yang sebelumnya mengalami minus hingga 3 persen. Begitu juga merek Banana Republic dan Old Navy yang berhasil mencetak pertumbuhan dari yang sebelumnya negative.

Sementara itu, penjualan internasional masih negative 4 persen, namun membaik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang masih minus sebesar 6 persen.

Perbaikan kinerja Gap tidak lepas dari tangan Doris Feiganbaum Fisher, pendiri dari Gap. Sepeninggal suaminya, Donald Fisher ditahun 2010 lantaran kanker, Doris yang kini berusia 80 tahun dibantu 3 putra mereka, Robert, William dan Yohannes. Memang benar jika sejak tahun 2004 yang lalu, kontrol atas Gap Inc telah dipindahtangan antara duet pasangan ini kepada ketiga putra mereka. Ditambah dengan harta warisan suaminya, Forbes menghitung aset Doris Fisher diperkirakan mencapai 2,3 miliar dollar AS setara dengan Rp 20,7 triliun jika kurs 1 dollar AS adalah Rp 9 ribu.

Saat ini Gap telah memiliki total 3.200 gerai. Pada tahun 2010 perusahaan ini telah memiliki 1.348 pabrik. Penempatan pabrik terbesar berada di Asia Tenggara dengan 383 buah pabrik. Sedangkan di pusatnya yaitu Amerika Serikat dan Kanada, Gap hanya memiliki 43 pabrik saja. Tak melulu menargetkan pertumbuhan, pasangan suami istri Fisher ini memiliki museum yang dibangun pada tahun 2007 di Presidio, San Fransisco. Museum ini menampilkan karya seni dari desain pakaian mulai dari celana, baju hingga aksesoris. Doris bilang bahwa mereka selama ini menyimpan karya pakaiannya di dalam gudang. Padahal, menurut dia itu adalah karya besar yang harus diperlihatkan kepada masyarakat banyak.

Bersambung

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 4)


Gap Inc

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 4) Drexler juga mencari cara bagaimana mengurangi produk yang tidak berhasil mereka jual. Dia membangun merek bernama Old Navy yang dipergunakan untuk menjual barang Gap yang tidak terjual dengan dilakukan penambahan beberapa aksesoris. Drexler mendapatkan inspirasi itu ketika dia sedang berjalan-jalan di Paris dan melihat tulisan Old Navy yang tertulis di tembok tembok bangunan di sana. Merek Old navy ditempatkan di mal kelas menengah ke bawah agar tidak bersaing dengan Gap yang ditempatkan di mal kelas atas.

Langkah Gap ternyata tidak berhenti di situ saja. Seperti dilansir kontan, ketika kinerja perusahaan ini kembali melorot di tahun 1997, Fisher melontarkan iklan lebih banyak untuk memperkuat citra fesyen wanita  dari Gap.

Meski Amerika Serikat masih dihantui  krisis keuangan, Gap Inc mencetak pertumbuhan kinerja. Bahkan sepanjang kuartal 1 tahun ini, Gap suskes mencetak kinerja terbaik di dalam bidangnya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan meningkat dibandingkan setahun sebelumnya menjadi 3,5 miliar dollar AS. Laba bersih sebesar 233 juta dollar AS atau relatif datar dengan pencapaian di periode yang sama pada tahun lalu.

Gap juga tercatat berhasil memperbaiki penjualan di kawasan Amerika Utara. Misalnya, penjualan merek Gap naik 5 persen dari tahun lalu, yang sebelumnya mengalami minus hingga 3 persen. Begitu juga merek Banana Republic dan Old Navy yang berhasil mencetak pertumbuhan dari yang sebelumnya negative.

Bersambung

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 3)


Gap

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 3) Presiden Direktur Banana Republic Jeanne Jackson mengatakan Banana Republic tumbuh sehat dan masih sanggup bersaing di tengah pasar fesyen international yang padat dan sesak. Ketika Fisher mengambil alih Banana Republic, dia mempekerjakan seorang ahli pemasaran yang bernama Millard Mickey Drexler untuk menduduki posisi sebagai Presiden dari perusahaan Gap. Fisher menilai Drexler memiliki karier yang sukses di dalam dunia fesyen. Misalnya saja ketika Drexler membawahi merek dagang Taylor Ann.

Pada tahun 1986, muncul ide yang mengatakan bahwa anak anak juga membutuhkan pakaian yang bergaya kasual dan juga nyaman. Namun pasar saat itu tetap membidik kalangan orang tua. Dari ide tersebut, di bawah kepemimpinan dari Drexler, Gap membuka sub perusahaan yang bernama Gapkids. Dan dua tahun berikutnya sejak ide itu muncul, kembali muncul lagi inovasi BabyGap sebagai bagian dari ekspansi yang dilakukan oleh Gapkids. BabyGap adalah mereka dagang fesyen yang menampilkan pakaian bayi dan juga pakaian anak lainnya.

Penjualan Gap memang terus meningkat. Saat di tahun 1983 mereka berhasil memperoleh penghasilan hingga 480 juta dollar AS. Meningkat secara drastis menjadi sekitar 2,5 miliar dollar AS pada tahun 1991. Namun menginjak tahun 90 an, penjualan Gap melamban lantaran pasar menganggap harga yang dimiliki Gap terlalu mahal untuk kemampuan mereka. Drexler pun mencari cara untuk menjual produknya dengan mengeluarkan diskon namun juga tetap tidak terkesan murahan.

Bersambung

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 2)


Gap

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 2) Langkah besar yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan multinasional ini adalah ketika mereka memutuskan untuk menawarkan saham perdana mereka di bursa saham pada tahun 1976.Namun proses go public perusahaan ini tidak berjalan begitu mulus. Alasannya adalah lantaran bisnis Gap sangat tergantung pada produk jins Levi’s yang kerap mengalami fluktuatif harga.

Untuk meningkatkan penjualan pada awal tahun 1980an, pasangan Fisher menyiapkan strategi memperluas ukuran toko sampai 50 persen hingga sekitar 6.000 meter persegi dari sebelumnya hanya 4.000 meter persegi saja. Menurut mereka, toko yang lebih besar memungkinkan jumlah dagangan yang dijajakan semakin banyak. Saat itu, besarnya toko Gap mencapai tiga kali lebih besar bila dibandingkan dengan ukuran toko fesyen pada umumnya.

Ketika berbelanja di salam Gap, pandangan pembeli adalah seakan masuk ke dalam kerayaan mini jins, dengan berbagai jenis dan model. Suami istri Fisher mengembangkan toko besar ini untuk 555 gerai yang mereka miliki.

Bukan hanya membesarkan Gap, Donald dan Dorris Fisher juga mengakuisisi merek yaitu Banana Republic di tahun 1983. Merek ini tanpa mengesampingkan gaya khas Gap, menyasar papan kelas atas. Fisher membangun rantai pemasaran Banana Republic di banyak kota kota besar seperti New York City, Chicago, Seattle serta beberapa outlet yang berada di mal mal papan atas Amerika Serikat.

Selama satu decade, Fisher dan manajemen telah merevitalisasi toko dan ragam pakaian milik Banana Republic dari citra safari yang resmi menjadi pakaian kasual untuk kelas atas. Banana Republic adalah merek dari produk pakaian kasual yang selain juga dipakai sebagai pakaian kantor namun dapat juga digunakan sebagai pakaian makan malam.

Bersambung

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 1)


Gap

Pengusaha Fesyen Tersukses Dalam Sejarah Manusia (Bagian 1) Pasangan Donald dan Doris Fisher  adalah pasangan yang berkecimpung di dalam dunia fesyen. Pasangan Donald dan Doris Fisher bukan hanya berhasil mengibarkan bendera kerajaan bisnisnya yang bernama Gap Inc  di seluruh dunia. Mereka berdua juga berhasil menasbihkan diri mereka sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Untuk mengabadikan masa kejayaan bisnis mereka, Donald dan Doris sampai mendirikan kerajaan atau museum pakaian berlabel Fisher di atas lahan seluas 100.000 kaki persegi.

Sejak ditinggal suaminya, Donald Fisher pada tahun 2010 lalu, Doris Fisher yakin bahwa dirinya bisa melanjutkan bisnis ritel fesyen Gap Inc. Sebagai seorang co founder dari Gap Inc, wanita yang kini berusia 80 tahun tersebut sudah turut berkecimpung  dalam membangun bisnis mereka ini sejak awal didirikannya.

Dia bertanggung jawab atas semua ekspansi dan menyusun berbagai strategi perbaikan kinerja penjualan perusahaan dari masa ke masa. Bahkan sebelum suaminya meninggal, Doris telah dinobatkan sebagai salah satu wanita yang paling berpengaruh di dunia.

Tiga kata yang dimiliki oleh Gap sebagai pengangannya adalah gaya, terjangkau dan juga bermerek. Itulah keistimewaan pasangan Fisher dalam mengelola bisnis pakaian mereka. Seperti ditulis dalam website resmi milik Gap Inc, Donald George Fisher dan istrinya Doris Fisher, mendorong pertumbuhan etos kerja yang luar biasa di dalam lingkungan perusahaan tersebut dengan rencana ekspansi dan upaya mendorong pertumbuhan yang cepat. Kini, eksistensi Gap di dunia fesyen sudah menapaki usia 84 tahun.

Bersambung