Showing posts with label Bisnis Konveksi. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Konveksi. Show all posts

Wednesday, June 27, 2012

Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 4)


Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 4) Memfasilitasi pelanggan dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan produk dan review anda adalah satu hal yang wajib anda lakukan.  Kritik dan saran serta testimoni pelanggan tentang produk dan situs anda adalah sebuah hal yang lebih menarik daripada iklan.

Saat membangun sebuah bisnis, anda harus merancang bisnis yang dapat diterima secara luas. Pertama tama anda harus mencari bisnis yang memberikan anda kesempatan agar bisnis tersebut dapat digunakan oleh masyarakat secara luas. Lalu kembangkanlah produk anda sesuai dengan feedback yang diberikan oleh pelanggan. Mintalah pelanggan anda untuk menulis testimoni dari jasa dan produk yang anda dan perusahaan anda berikan untuk menarik pelanggan yang baru.

Cobalah untuk lebih fokus dalam meningkatkan omzet. Salah satu cara meningkatkan omzet atau pendapatan melalui dunia maya adalah dengan membangun basis pelanggan yang kuat serta produk yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan melakukan ini anda akan mempertahankan pelanggan lama sekaligus menambah pelanggan yang baru.

Meski sudah menjalankan tips seperti yang diungkapkan di atas, bukan berarti anda akan sukses dalam dunia bisnis internet dengan mudah. Jangan berharap banyak karena anda suatu saat akan hancur setelah gagal untuk kemudian menyerah selamanya. Jadi seorang pengusaha adalah sebuah pilihan hidup, namun profesi ini tetap memerlukan kerja keras yang disertai dengan disiplin yang tinggi. Yang menarik dari profesi mandiri ini adalah anda dituntut untuk menyelesaikan masalah anda sendirian tanpa dibantu orang lain. Apalagi jika bisnis anda adalah suatu hal yang benar benar anda sukai.

Milyuner di bidang internet bertambah setiap harinya. Tapi tidak semuanya tekenal layaknya Mark Zuckerberg. Meskipun mereka semua mendapatkan uang dari area yang sama dan mungkinpenghasilan yang didapat pun tidak jauh berbeda. Apakah anda siap memanen sukses dari bisnis di bidang internet?

Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 3)


Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 3) Sosok yang profesional dalam menjalankan sebuah bisnis luring akan menyebabkan bisnis tersebut mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas. Hal ini juga berlaku untuk bisnis online. Semakin kita tunjukkan sikap yang profesional, maka semakin banyak pelanggan yang mempercayai kita dan bisnis yang kita jalani.

Sikap profesional bukan berarti sikap yang kaku, namun juga dapat diartikan sebagai sikap yang memposisikan anda sebagai teman dari para pelanggan setia anda. Namun jangan sampai anda memaksakan pelanggan anda untuk mempercayai anda sepenuhnya.

Mulailah sikap profesional dengan keterbukaan, tanpa basa basi dan hati yang tulus. Jangan pernah sekali kali anda tidak mengakui ataupun menutup tutupi kesalahan yang anda dan perusahaan anda lakukan.

Bisnis online erat dengan pemrograman dan otomatisasi. Maksimalkan penggunaan software yang dapat membantu website anda bergerak dengan sendirinya. Salah satu contohnya adalah software yang mengatur pesanan dan pembayaran pelanggan anda. Buatlah sebuah forum untuk mendiskusikan keluhan dari pelanggan sehingga segala permasalahan yang dialami pelanggan anda dapat anda pecahkan dengan baik.

Menggunakan karyawan untuk mengurus hal hal yang kecil sehingga anda mempunyai banyak waktu untuk mengurus hal hal yang penting adalah esensi utama dari bisnis besar. Di dunia virtual saat ini, menyewa karyawan melalui dunia maya sudah umum dilakukan. Melalui media virtual anda dapat meminta orang lain mengerjakan pekerjaan kantor anda tanpa harus berangkat ke kantor. Dan ini terbukti sangat efisien.

Bersambung

Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 2)


Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 2) Hal ini dikarenakan berdasarkan dari pengalaman Fox di dunia maya. Ada banyak alasan yang bagus untuk memulai bisnis di dunia maya, ataupun alasan untuk memasukkan bisnis luring anda ke dalam dunia maya. Namun pada kenyataannya banyak pengusaha yang andal mendapatkan kesulitan dalam mengimbangi laju perkembangan di dunia maya.

Scott Fox memberitahukan bahwa cara paling mudah untuk mengetahui hal hal paling tren di dunia maya adalah melalui situs jejaring sosial. Melalui situs jejaring sosial anda akan menemukan berbagai hal baru yang sedang ramai dibicarakan.

Fox merangkum tujuh tips sukses untuk berbisnis di dunia maya dalam buku terbaru tulisan dari Fox yang berjudul “Click Millionaires”.

Bangunlah sebuah konsep bisnis yang diperuntukkan untuk membantu para konsumen. Seperti sebuah web yang meliput cara cara untuk menurunkan berat badan, tips agar kita menjadi sehat selalu ataupun untuk membantu orang lain mempormosikan produknya di antara produk produk yang terkenal. Bentuk bisnis yang mementingkan keperluan konsumen seperti ini biasanya akan bertahan lama dan memiliki banyak pelanggan tetap.

Fox mencatat situs situs seperti Facebook dan Twitter memang menarik dan dapat meraup jutaan dollar setiap tahun. Namun resiko yang dimiliki oleh mereka cukup tinggi. Kini dalam setiap tahun bermunculan ratusan situs jejaring sosial baru, ratusan dari mereka bangkrut dan hanya hitungan jari saja yang mampu bertahan.

Bersambung

Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 1)


Usaha Konveksi Melalui Dunia Maya (Bagian 1) Media internet kini telah banyak dilirik oleh para pengusaha sebagai sebuah kesempatan dan juga jalan pintas untuk menjadi sukses dalam hal finansial. Namun ini adalah sebuah kenyataan. Internet kini sangat mampu untuk menjadi sarana yang dapat membantu bisnis anda. Selain karena modal yang diperlukan tidaklah besar, anda juga tidak memerlukan jam terbang tinggi untuk mampu mengoperasikannya.

Begitu juga untuk para pengusaha konveksi. Kini banyak para pengusaha konveksi yang telah mengoperasikan internet sebagai sarana pendukung dari bisnis mereka. Termasuk Pakar Konveksi ini sendiri. Namun sebelum anda mulai mengoperasikan internet sebagai sarana anda menuai keuntungan dalam bisnis anda, ada baiknya anda memperhatikan beberapa saran dari para milliuner di dunia internet berikut ini.

Salah satu milliuner dunia yang sukses secara finansial melalui bisnis di dunia maya bernama Scott Fox mengatakan bahwa bisnis akan sukses bila bisnis tersebut anda mulai karena anda menyukai bidang bisnis tersebut dan bukan karena anda menyukai uang yang akan dihasilkan oleh bisnis tersebut.

Banyak orang yang ingin menjadi milyuner melalui media internet dengan berkiblat pada kisah sukses beberapa orang yang berhasil melakukannya. Namun Fox menegaskan bahwa yang terpenting dari berbisnis melalui media online bukanlah demi menjadi seorang pengusaha yang sukses dalam segi materi namun lebih kepada pembentukan bisnis dengan visi, target dan juga kemampuan anda sebagai seorang pengusaha.

Bersambung

Tahun Ajaran Baru di Mata Konveksi (Bagian 2)


Seragam Sekolah

Tahun Ajaran Baru di Mata Konveksi (Bagian 2) Karyawan Endah memang dikenal sebagai seorang pekerja keras yang siap kerja lembur. Sejak bulan yang lalu, para karyawan Endah telah bekerja keras untuk memenuhi pesanan yang datang. Kesulitan yang dihadapi oleh para karyawannya adalah saat melakukan finishing, karena di tahap ini mereka membutuhkan waktu yang cukup lama dan dibutuhkan ketelitian.

Tahap finishing meliputi pembuatan lubang kancing dan juga pemasangan kancing pakaian seragam. Sehingga untuk melakukan finishing yang dibutuhkan ketelitian, biasanya para pekerja membawa pulang pekerjaan tersebut untuk dikerjakan di rumah mereka masing masing.

Endah sendiri adalah pemain konveksi lama yang sudah  memulai usahanya sejak tahun 1980-an. Konveksi milik Endah beralamatkan di Jalan Wonorejo 4, Kecamatan Pasar Kembang, Surabaya.

Kebahagiaan yang dirasakan oleh Endah bukanlah yang pertama. Endah bukanlah satu satunya pengusaha konveksi seragam sekolah yang menuai rizki di tahun ajaran baru ini.Selain permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha konveksi di Padang, hampir seluruh pengusaha konveksi di Indonesia sedang menuai rizki lebih dari waktu waktu tahun ajaran baru ini.

Mungkin terlambat bila anda ingin memulai usaha konveksi seragam sekolah saat ini dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berganda. Namun bila anda mentargetkan akan memperoleh keuntungan tersebut di periode tahun ajaran baru yang akan datang, maka kami menyarankan anda memulai usaha tersebut dari sekarang. Dengan begitu, di tahun ajaran baru yang akan datang anda sudah mendapatkan koneksi yang menunjang anda untuk mendapatkan order konveksi seragam sekolah secara rutin.

Tuesday, June 26, 2012

Tahun Ajaran Baru di Mata Konveksi (Bagian 1)


Seragam Sekolah

Tahun Ajaran Baru di Mata Konveksi (Bagian 1) Tahun ajaran baru sebentar lagi akan segera tiba. Periode waktu ini tidak hanya disambut dengan kebahagiaan para siswa. Namun juga kebahagiaan terpancara di mata para pengusaha konveksi.

Bila dibandingkan dengan bulan bulan lainnya, periode bulan Juni hingga dengan Agustus merupakan waktu panen order bagi para pengusaha konveksi. Hal ini juga dirasakan oleh Endah (56) salah satu pengusaha konveksi senior di Surabaya. Kini Endah diharuskan untuk mengirim pesanan seragam sekolahnya sebanyak dua kali dalam seminggu. Endah harus membungkus 900 potong seragam untuk setiap kali pengiriman. Menurut Endah, banjir order ini diperkirakan sebesar 100 persen bila dibandingkan dengan musim reguler.

Bila 15 orang karyawan yang dimiliki oleh Endah bekerja dengan maksimal, maka dalam sekali pengiriman, Endah dapat mengangkut hingga 2 ribu potong pakaian seragam sekolah. Jumlah tersebut meliputi enam puluh persen seragam SD dan masing masing dua puluh persen untuk seragam SMP dan SMA.

Endah yang menggaji karyawannya dengan perhitungan per potong baju mengaku bahwa kini penghasilan harian masing masing karyawannya meningkat hingga seratus persen. Bila biasanya mereka mengantongi sekitar delapan puluh ribu rupiah per hari, kini dapat mencapai hingga seratus enam puluh ribu rupiah per harinya.

Karyawan Endah memang dikenal sebagai seorang pekerja keras yang siap kerja lembur. Sejak bulan yang lalu, para karyawan Endah telah bekerja keras untuk memenuhi pesanan yang datang. Kesulitan yang dihadapi oleh para karyawannya adalah saat melakukan finishing, karena di tahap ini mereka membutuhkan waktu yang cukup lama dan dibutuhkan ketelitian.

Bersambung

Saturday, June 23, 2012

Kisah Para Pengusaha Konveksi di Jalan Cumi Cumi (Bagian 2)


Cumi Cumi Nama Sentra Konveksi

Kisah Para Pengusaha Konveksi di Jalan Cumi Cumi (Bagian 2) Di kawasan ini ada sekitar 20 buah tempat jahit. Salah satunya adalah Japi Jaya Taylor. Tempat yang telah dibuka sejak 20 tahun silam ini memproduksi berbagai macam pakaian seperti jas, baju sapari sampai dengan seragam sekolah. Pemilik Japi Jaya Taylor, Kamaruddin, 40 tahun, mulai membuka tempat jahit ini di tahun 1987 silam. Waktu pertama kali membuka usahanya, dia hanya mempunyai satu buah mesin jahit saja.

Sehubungan dengan berkembangnya usaha miliknya, lelaki asal soppeng itu kini sudah mempunyai 20 buah mesin jahit. Bahkan dia juga tengah membuka sebuah tempat kursus jahit menjahit. Omset Kamaruddin juga tergolong cukup besar. Dia bisa mendapatkan keuntungan bersih mulai dai Rp.3 juta hingga Rp.5 juta per bulan. Usaha jahit yang digelutinya ini cukup menjanjikan. Apalagi usaha ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar lagi dengan cara membuka tempat kursus jahit.

Kamaruddin mengatakan bahwa membuka kursus jahit dimaksudkan olehnya untuk membuka peluang bagi orang lain bila mereka ingin membuka usaha taylor atau bagi mereka yang ingin bekerja di tempat jahit lainnya.Untuk kursus jahit sendiri dia mematok harga cukup dengan mengeluarkan Rp500 ribu selama tiga bulan.

Penjahit lainnya yang bernama Rahmad, 40 tahun juga telah menjalani profesi sebagai tukang jahit sejak 10 tahun silam. Sebelum membuka usaha taylornya, lelaki asal Kalimantan Selatan ini menjadi karyawan di salah satu tempat jahit di kawasan taylor yang terletak di Jl Cumi cumi ini juga.

Lelaki yang menamakan usaha taylornya sesuai dengan namanya ini cuma menerima jahitan khusus pakaian  laki laki.Jika dulu pada awalnya Rahmad cuma memiliki 1 mesin jahit, sekarang ini dia sudah mempunyai 3 buah mesin jahit dan dioperasikan oleh tiga orang karyawan.

Kisah Para Pengusaha Konveksi di Jalan Cumi Cumi (Bagian 1)


Konveksi Cumi Cumi

Kisah Para Pengusaha Konveksi di Jalan Cumi Cumi (Bagian 1) Coba anda perhatikan pakaian kini sedang anda gunakan. Besar kemungkinan jika pakaian yang kita gunakan saat ini adalah hasil jahitan dari tempat ini. Pakaian seperti jas, kebaya, baju safari, baju dinas sampai dengan baju sekolah banyak diproduksi secara besar besaran di sebuah jalan bernama Jalan Cumi cumi ini. Meski jalannya tidak terlalu panjang, Cumi-cumi dikenal sebagai kawasan dari para tukang jahit dan pengusaha konveksi.

Di kawasan ini ada sekitar 20 buah tempat jahit. Salah satunya adalah Japi Jaya Taylor. Tempat yang telah dibuka sejak 20 tahun silam ini memproduksi berbagai macam pakaian seperti jas, baju sapari sampai dengan seragam sekolah. Pemilik Japi Jaya Taylor, Kamaruddin, 40 tahun, mulai membuka tempat jahit ini di tahun 1987 silam. Waktu pertama kali membuka usahanya, dia hanya mempunyai satu buah mesin jahit saja.

Sehubungan dengan berkembangnya usaha miliknya, lelaki asal soppeng itu kini sudah mempunyai 20 buah mesin jahit. Bahkan dia juga tengah membuka sebuah tempat kursus jahit menjahit. Omset Kamaruddin juga tergolong cukup besar. Dia bisa mendapatkan keuntungan bersih mulai dai Rp.3 juta hingga Rp.5 juta per bulan. Usaha jahit yang digelutinya ini cukup menjanjikan. Apalagi usaha ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar lagi dengan cara membuka tempat kursus jahit.

Kamaruddin mengatakan bahwa membuka kursus jahit dimaksudkan olehnya untuk membuka peluang bagi orang lain bila mereka ingin membuka usaha taylor atau bagi mereka yang ingin bekerja di tempat jahit lainnya.Untuk kursus jahit sendiri dia mematok harga cukup dengan mengeluarkan Rp500 ribu selama tiga bulan.

Bersambung

Monday, June 18, 2012

Bisnis Produk Konveksi Distro (Bagian 5)


Contoh Distro

Pakar Konveksi - Dengan paket investasi senilai Rp 350 juta, produk yg didapat mitra senilai Rp 200 juta dan senilai Rp 100 juta untuk renovasi interior dan eksterior, Sisanya, Rp 20 juta untuk opening fee, dan Rp 30 juta untuk biaya initial fee selama 5 tahun. Asumsinya bisa balik modal selama 14 hingga 18 bulan dengan omzet sekitar Rp 5 juta per hari. 


Per bulan, pengeluaran untuk belanja produk hanya Rp 90 juta, royalty fee 5%, sewa lokasi Rp 8,5 juta, belanja kemasan Rp 3 juta, gaji 10 karyawan Rp 10 juta, biaya listrik dan perawatan gerai sekitar Rp 6 juta. Jadi, investor tidak perlu repot mengurus karyawan atau lokasi, semua sudah di siapkan. Mitra tinggal memantau pengelolaannya saja. Soal promosi, Sippirilli juga akan membantu.

Merek terbaru Pakar Konveksi juga kini sudah dalam proses pencarian gaya yang laku namun juga tetap segmented. Sehingga produk distro yang nantinya akan dipromosikan oleh Pakar Konveksi merupakan produk distro yang tidak akan kehilangan pasarnya dengan mudah. Untuk saat ini Pakar Konveksi masih mencari model produk berupa desain sablon. Percobaan pertama kami adalah dengan tema animasi Jepang, Sepakbola dan juga Internet. Lalu kami akan melihat produk mana yang penjualannya paling bagus.

Merek dagang distro kami untuk sekarang bernama dozky namun masih menunggu apakah akan dirubah atau pun tetap menggunakan merek tersebut. Yang pasti nantinya Pakar Konveksi akan membuka kemitraan di distro kami ini.

Bisnis Produk Konveksi Distro (Bagian 4)


Outlet Distro di Mall

Pakar Konveksi - Dari segi pengenalan produk, Anda harus melakukan promosi secara online dan juga offline. Rata rata anak muda sekarang kalau belanja pasti searching dulu di internet. Dia mencari produk-produk yang recommended. Selain membuka promosi di internet, viawebsite, maupun jejaring sosial, dalam konsep offline, Anda juga harus sesekali mengadakan acara yang dekat dengan anak muda. Misalnya, acara musik atau aneka kompetisi yang tujuannya mengumpulkan anak muda yang memang menjadi target pasar distro.


Bila usaha distro mulai berjalan, sebaiknya Anda mulai memberanikan diri membuka tawaran kerja sama dengan reseller. Ini sangat membantu produk kita lebih terserap pasar dan hasilnya juga cukup lumayan.
Bila anda ingin membuka distro dengan sistem kemitraan, Anda bisa mempertimbangkan tawaran Sippirilli Chapter 7. Persyaratannya hanya ada kemauan untuk mengelola bisnis secara bersama dan memiliki modal sesuai yang disyaratkan. Calon mitra tidak diwajibkan memiliki lokasi usaha. Sebab, pihak Sippirilli akan membantu mencarikan lokasi usaha yang tepat untuk usaha anda.

Untuk menjadi mitra Sippirilli, Anda bisa memilih paket investasi gold senilai Rp 300 juta hingga sampai Rp 350 juta atau dengan paket platinum senilai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Paket investasi tersebut sangat ditentukan oleh luas lahan dan nilai produk yang akan dijual. Paket gold membutuhkan lahan minimal 80 m2 hingga 100 m2. Sedangkan paket platinum luas lokasi minimal 120 m2 hingga 170 m2.

Bersambung

Bisnis Produk Konveksi Distro (Bagian 3)


Outlet Distro

Pakar Konveksi - Hardinansyah bilang, dalam mengelola distro, yang terpenting adalah fokus, tidak boleh sebagai sampingan. Ketika awal-awal booming distro, banyak yang menjalankan usaha ini sebagai kesenangan, sehingga pengelolaannya dilakukan secara sembarangan. Namun sekarang, karena banyak pemain, usaha ini harus dijalankan dengan serius dan bukan sekadar main-main.


Selain itu, Anda juga harus memiliki ketertarikan pada dunia anak muda. Sebab, dari merekalah Anda akan tahu tren apakah yang sedang berkembang saat ini. Usaha distro ini sangat mengandalkan kreativitas dan inovasi desain, serta keunggulan produk. Selain itu, karakteristik produk distro adalah eksklusivitas. Jadi, bila Anda sudah memiliki jiwa seni dan mau belajar berdagang, usaha ini sudah bisa dijalankan saat ini juga.
Soal produk yang dijual, Anda bisa mendapatkannya dari distro-distro besar. Sebab, sekarang cukup banyak distro besar yang bisa memasok barang. Mereka juga tidak akan pelit untuk berbagi informasi soal produk manakah yang diminati oleh pasar. Selain itu, pilihlah distro yang bisa memberikan layanan konsinyasi jika anda memiliki keterbatasan modal.

Bila Anda ingin membuka distro secara mandiri, nilai modalnya relatif, tidak terpatok pada persyaratan tertentu. Anda bebas initial fee ataupun opening fee, jadi modal bisa menyesuaikan isi kantong atau untuk penambahan belanja produk. Lahan yang Anda siapkan juga sesuai dengan kemampuan sewa, tidak terpatok pada ukuran tertentu. Asal lokasi strategis, pembeli akan datang dengan sendirinya.

Bila Anda baru memiliki uang Rp 200 juta pun, anda sudah bisa menjalankan bisnis ini. Biaya itu sudah termasuk biaya untuk renovasi dan juga belanja produk. Dengan modal itu, Anda bisa membuka usaha di lahan seluas 50 m2. Jumlah pegawainya pun bisa Anda sesuaikan dengan luas lokasi, misalnya hany dengan tiga orang saja. Dalam usaha ini, janganlah anda mengambil keuntungan besar-besar, maksimal cukup 35% saja.

Bersambung

Bisnis Produk Konveksi Distro (Bagian 2)


Desain Kaos Distro

Pakar Konveksi - Selain sebagai kebutuhan pokok, Hardinansyah juga melihat distro tidak lagi dipandang sebagai tempat alternatif dalam membeli pakaian bagi anak muda, tetapi sudah menjadi tempat prioritas bagi anak muda untuk mencari fesyen terbaru dan eksklusif.


Manisnya usaha ini pula yang mendorong Anang Darmawan untuk menawarkan paket kemitraan Sippirilli Chapter 7. Sippirilli Chapter 7 merupakan distro yang berbasis di Yogyakarta dan sudah berdiri sejak akhir tahun yang lalu. Sekarang, toko pakaian yang terkenal dengan merek Seephylliz ini sudah memiliki gerai di Jakarta, Bali, Lombok dan juga Malang. Tahun ini, Sippirilli Chapter 7 fokus pada pengembangan gerai nya di dalam negeri. Dan tahun depan, mereka berencana akan kembangkan bisnis tersebut di luar negeri. Kini Anang sudah mempunyai reseller di Filipina.

Menurut Anang, menjalankan usaha distro dengan konsep kemitraan akan lebih menguntungkan lantaran tidak perlu susah-susah membangun merek. Pasar Seephylliz sudah mulai terbentuk, mitra tidak akan kerepotan menjual produk milik tersebut. Anang bilang, omzet yang didapat dari usaha ini minimal mencapai Rp 150 juta hingga Rp 280 juta atau setara dengan Rp 5 juta - Rp 9 juta per hari nya, tergantung dari lokasi dan juga luas lahan usaha. Keuntungan yang didapat mulai 20% hingga 30%, dengan asumsi return of investment selama 13 bulan hingga 20 bulan.

Menurut Hardinansyah, menjalankan usaha distro dengan ikut kemitraan memang akan cukup banyak memberikan kemudahan. Selain pasar sudah terbentuk dan merek yang sudah kuat, mitra juga tidak akan dipusingkan dengan pengelolaan usaha karena akan dibantu oleh sang pemilik merek. Tapi, sejatinya menjalankan usaha ini secara mandiri dari nol tidaklah sulit, sekarang banyak distro baru yang sudah menuai sukses.

Bersambung

Bisnis Produk Konveksi Distro (Bagian 1)


Bisnis Distro

Pakar Konveksi - Bagi kalangan anak muda, fesyen adalah kebutuhan yang setiap perkembangan trennya harus diikuti. Tak heran juga bila kini banyak bermunculan wirausaha busana ala distro yang semakin menjamur dari hari ke hari hingga saat ini. Bahkan ada beberapa wirausaha distro yang secara sukarela menawarkan kemitraan dengan pihak lain. 


Usaha fesyen memang dikenal sebagai salah satu bidang usaha yang tidak ada matinya. Apalagi jika produk yang ditawarkan membidik target target yang berasal dari kalangan anak anak muda. Salah satu konsep usaha fesyen khusus anak muda yang paling populer adalah distro yang berasal dari singkatan distribution store. Meski konsep ini sudah mulain booming sejak tahun 2000 yang lalu, namun hingga kini, banyak sekali anak muda yang masih menjadikan distro sebagai arena belanja yang bisa memenuhi selera ber busana mereka. Tak heran bila masih banyak pengusaha distro yang masih eksis dari dulu hingga kini.

Salah satu pengusaha distro yang masih bertahan adalah Hardinansyah, pemilik Chambers Shop, distro di Makassar yang berdiri sejak tahun 2003 yang lalu. Beliau mengakui bahwa usaha tersebut masih prospektif. Hal ini mengingat sandang adalah kebutuhan pokok, ditambah lagi anak muda memiliki kecenderungan dalam menciptakan gaya baru dan selalu ingin mengikuti tren yang berlaku. Satu gerai Chambers  memiliki luas 350 meter persegi dan mampu menghasilkan omzet rata-rata hingga Rp 700 juta untuk setiap bulannya.

Bersambung

Saturday, June 16, 2012

Konveksi Purbalingga Kecipratan Bantuan Pemerintah


Parpol Ladang Konveksi

Pakar Konveksi – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan mesin peralatan kepada 11 Industri Kecil Mikro (IKM), sebagai langkah untuk meningkatkan produksi. Bantuan tersebut merupakan program fasilitas sarana industri kecil potensial kerajinan 2012.

Konveksi, kerajinan bambu, mebeler, sapu sabut kelapa, kerajinan batu, batik tulis dan kerajinan gagang kemocing merupakan bidang bidang IKM yang menerima bantuan dari pemerintah.

Dinperindagkop merinci penerima bantuan terdiri Kelompok Usaha Bersama (KUB) konveksi "Mitra Sejahtera" Desa Penolih Kaligondang menerima bantuan mesin jahit hight speed dan mesin over deck, kerajinan bambu "Istana Bambu" milik Hentri Guntoro Desa Bakulan Kemangkon (kompresor, spet pengecatan dan boor listrik tangan), KUB mebel "Ari Furniture" Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan (mesin bobok, mesin profil, mesin boor tangan).

Kemudian ada juga perajin sabut kelapa Achmad Kusni dan KUB Tunas Harpan keduanya di Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang menerima bantuan mesin pembersih sabut dan mesin boor listrik duduk.
IKM lainnya yang tercatat sebagai penerima bantuan adalah Sarjono perajin batu di Desa Makam, Kecamatan Rembang (dua unit gerendra listrik), Achmad Fauzi perajin mebel di Desa/Kec Bukateja menerima kompresor, spet pengecatan, mesin serut, dan mesin profil.

Selanjutnya adalah perajin mebel "Kurnia" Desa Langgar, Kejobong menerima mesin gergaji sirkel meja dan mesin serut, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) batik "Keris Mulia" Desa Tlagayasa, Kecamatan Bobotsari menerima panci lorod, timbangan emas, canting cap, kompor listrik khusus batik.

Dan juga pengrajin  gagang kemocing Sudio di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari menerima mesin boor listrik duduk, dan IKM konveksi kaos sablon "Daffa" Kelurahan Bojong, Purbalingga menerima mesin jahit hight speed.

Dinperindagkop berharap bantuan ini dapat dipergunakan dengan seoptimal mungkin sehingga dapat meningkatkan kinerja IKM penerima bantuan. Bantuan ini merupakan kepercayaan Pemkab terhadap pelaku IKM dan perajin sehingga harus dirawat sebaik-baiknya dan tidak boleh dipindahtangankan.

Thursday, June 14, 2012

Memulai Bisnis Konveksi Tanpa Modal (Bagian 2)


Illustrasi Modal

Pakar Konveksi - Setelah menentukan jenis dan skala bisnis untuk usaha anda, selanjutnya cari ide kreatif dan lakukan positioning untuk usaha Anda. Jika satu per satu ide bisnis bermunculan, segeralah tentukan pilihan dan fokus pada satu ide bisnis saja. Anda tidak mungkin menjalankan seluruh ide bisnis anda.

Kemudian, buatlah perencanaan yang tepat terkait dengan kebutuhan usaha seperti lokasi, produk, izin dan juga perlengkapan. Pastikan ide bisnis yang lebih spesifik sehingga perencaannya bisa lebih matang.

Modal usaha tidak hanya terletak pada uang. Perencanaan usaha juga termasuk modal dan manajemen usaha anda. Untuk menyiasati ketiadaan modal, coba Anda telusuri kembali apa yang Anda miliki saat ini terkait dengan dunia bisnis anda. Karena modal bukan hanya bicara mengenai uang tunai yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Modal bisa berupa keterampilan, peralatan, pengalaman, jaringan, bahkan Anda bisa mencari investor jika perencanaan bisnis tersebut sudah matang. Kuncinya Anda harus menggali ide kreatf untuk memulai bisnis konveksi dan juga bisnis bisnis lainnya.

Kreatif itu adalah berpikir untuk meraih profit berlipat, jangan terpaku pada satu hal saja. Aset yang kita punya bisa memberikan hasil lebih. Kuncinya kreatif memanfaatkan aset menjadi modal awal dalam memulai sebuah bisnis, termasuk di dalamnya bisnis konveksi.

Lalu bagaimana kita memulai sebuah bisnis konveksi seandainya modal di tangan kita sama dengan nol? Sebenarnya di awal penderiannya Pakar Konveksi menggunakan modal nol rupiah untuk memulai bisnisnya. Dengan berbekal pada koneksi dengan beberapa konveksi kecil, Pakar Konveksi akhirnya bisa berjalan hingga kini. Mungkin di awal pendiriannya Pakar Konveksi bisa saja tidak disebut sebagai bisnis konveksi, namun lebih tepatnya bila disebut sebagai calo konveksi. Namun itu dulu sekali. Dan sekarang Pakar Konveksi telah menjelma menjadi “konveksi beneran” dengan hanya bermodalkan nol rupiah.

Memulai Bisnis Konveksi Tanpa Modal (Bagian 1)


Illustrasi Modal

Pakar Konveksi - Tidak sedikit orang yang ingin menjadi seorang wirausahawan di bidang konveksi. Namun dari sekian banyak orang yang ingin ber wirausaha konveksi, lebih banyak di antara mereka yang mengurungkan niat berwirausaha karena sebuah alasan klasik, yaitu tidak ada modal. Padahal sebuah bisnis konveksi bisa dijalankan dengan bermodalkan 0 rupiah, tergantung dengan kreativitas masing masing individu.Siapa pun bisa membuka sebuah bisnis dengan mengandalkan modal kreatif.

Ketiadaan modal menjadi hambatan utama yang biasa dialami oleh para pebisnis pemula dan tidak tebatas pada bisnis konveksi saja. Selain itu juga faktor penghambat lainnya cukup beragam seperti takut gagal, tidak tahu cara memulai bisnis dan juga kendala waktu bagi para karyawan.

Jika niat untuk berbisnis konveksi sudah begitu besar sebaiknya singkirkan saja berbagai hambatan ataupun beragam pertimbangan tersebut. Mulailah langkah awal anda dengan memilih jenis sub bisnis konveksi. Secara umum bisnis terbagi ke dalam tiga bagian yakni kuliner, produk dan jasa.

Setelah memilih sub bisnis konveksi yang akan anda geluti, anda dapat memilih dan fokus pada pilihan bidang yang anda minati. Untuk selanjutnya, tentukanlah skala usaha apakah itu usaha mikro dengan modal di bawah Rp 50 juta, usaha kecil dengan modal Rp 50 juta hingga Rp 250 juta ataukah usaha menengah yang memerlukan modal Rp 250 juta hingga Rp 500 juta. Dan disarankan bagi pebisnis pemula untuk memulai usaha mikro atau kecil terlebih dahulu.

Bersambung

Sunday, June 10, 2012

Pakar Konveksi Membuka Jaringan Makloon


Jaringan Makloon Konveksi
Jaringan Makloon Konveksi

Pakar Konveksi – Sebuah bisnis konveksi sangat membutuhkan rekan kerja yang terdiri dari banyak konveksi lainnya. Cara memperoleh rekan dalam bisnis konveksi dapat dengan membuat sub bisnis konveksi, yang berarti dengan cara memperluas jaringan dengan membuat cabang konveksi anda.

Dapat juga dengan mengajak kerjasama banyak konveksi melalui sistem makloon.

Menanggapi kebutuhan sebuah konveksi akan konveksi lainnya yang dapat menerima makloon. Pakar Konveksi dengan senang hati menerima pesanan anda walaupun hanya berupa makloon. Makloon yang dapat Pakar Konveksi terima berupa banyak hal yaitu :

1.  Makloon jahit

2. Makloon sablon

3. Makloon bordir

4. Makloon lubang kancing

5. Dan banyak makloon lainnya selama masih dalam lingkup dunia konveksi dan garmen.

Untuk harga setiap makloon di atas, Pakar Konveksi tidak dapat tampilkan agar tidak mengganggu harga konveksi berupa full order yang sudah Pakar Konveksi tampilkan dalam artikel yang lain. Untuk tawaran kerja sama berupa makloon silahkan rekan konveksi sekalian menghubungi kami secara langsung.

Rekam Jejak Pakar Konveksi Periode Juni 2012

Pakar Konveksi – Pakar Konveksi sudah menggeluti bidang konveksi selama satu tahun lamanya. Namun serasa hambar bila Pakar Konveksi hanya berbicara masalah konveksi tanpa ada bukti autentik mengenai rekam jejak Pakar Konveksi dalam bisnis konveksi.

Oleh karena itulah Pakar Konveksi menampilkan bukti bukti autentik berupa gambar mengenai rekam jejak produksi Pakar Konveksi. Berikut ini adalah sedikit contoh dari beberapa produksi konveksi yang pernah kami lakukan. Semoga bermanfaat!















Saturday, June 9, 2012

Pilihan Konveksi, Merek Dagang Sendiri atau Orang Lain


Pilihan Konveksi
Pilihan Konveksi

Pakar Konveksi – Pergerakan positif yang didapatkan oleh industri garmen, berdampak baik pada meningkatnya jumlah lapangan kerja di Indonesia. Industri garmen dan konveksi di Bandung sendiri telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga tiga ratus ribu jiwa. Pergerakan positif Industri garmen dan konveksi kota Bandung disebabkan oleh tingginya kualitas produk garmen yang dapat diberikan.

Hal ini terindikasi oleh banyaknya kepercayaan yang diberikan oleh merek dagang internasional kepada garmen dan konveksi kota Bandung. Selain dengan kepercayaan yang datang dari merek dagang internasional. Sambutan baik yang diberikan oleh garmen dan konveksi Bandung menjadi singkronisasi yang baik dalam hubungan need and need antara keduanya.

Alasana garmen dan konveksi Bandung lebih memilih merek Internasional daripada merek lokal adalah karena dengan menerima merek Internasional, para pengusaha konveksi dan garmen akan memerlukan modal yang lebih sedikit karena tidak memerlukan modal lebih untuk keperluan konveksi.

Bila sebuah garmen dan juga konveksi memulai merek dagang sendiri, maka modal yang dikeluarkan lebih besar. Mulai dari Iklan, peragaan busana dan juga biaya lainnya yang akan menyedot dana tidak sedikit.
Namun hal ini tidaklah menyurutkan langkah Pakar Konveksi dalam memulai merek dagang sendiri. Walaupun akan lebih sulit di awal pendiriannya, namun bila sebuah merek dagang telah memiliki pasarnya sendiri, maka usaha tersebut akan mengalami kestabilan usaha lebih baik bila dibandingkan dengan garmen dan juga konveksi yang memproduksi merek dagang milik orang lain. Walaupun bila itu adalah merek dagang internasional.

Friday, June 8, 2012

Perkembangan Konveksi Seragam Sekolah Kota Medan


Konveksi Seragam Sekolah dan Almamater
Konveksi Seragam
Sekolah dan Almamater

Pakar Konveksi – Irul adalah salah seorang pengusaha Konveksi Kota Medan yang bergelut di sub bidang konveksi pakaian seragam sekolah. Meskipun Irul merupakan seorang pemain lama di bidang konveksi pakaian seragam sekolah, namun Irul sangat menyukai tren perkembangan yang terjadi dalam dunia konveksi pakaian seragam sekolah.

Terbukti dengan meningkatnya jumlah pesanan pakaian seragam sekolah ke konveksi milik Irul, bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

Tidak hanya Irul. Ranti adalah seorang pengusaha konveksi yang terbilang masih baru di sub bidang pakaian seragam sekolah. Ranti mengakui bahwa kini usaha konveksinya berkembang pesat sejalan dengan membludaknya pesanan baju seragam sekolah.

Ranti bahkan diharuskan untuk menambah stock barang miliknya demi memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat tajam. Bahkan banyak juga di antara pedagang pakaian seragam sekolah yang memesan di konveksinya jauh sebelum masa jeda tahun ajaran baru tiba.

Ranti saat ini memfokuskan diri untuk memproduksi seragam sekolah reguler, seperti seragam SD berwarna merah dan putih, seragam SMP dengan warna putih serta biru, dan juga seragam putih abu-abu untuk mereka yang sudah menginjak bangku SMA. Sedangkan untuk pemesanan seragam olah raga dan juga batik, Ranti menunggu pesanan khusus dari sekolah yang bersangkutan.

Meningkatnya order seragam sekolah sebenarnya disebabkan oleh faktor penambahan siswa sekolah dari tahun ke tahun. Apalagi besarnya pemesanan tidak hanya datang dari sekolah melainkan juga dari para pedagang pakaian seragam sekolah di Medan.

Untuk harga sendiri, Ranti memperkirakan harga pakaian seragam sekolah yang diproduksi oleh konveksi miliknya akan mengalami peningkatan sekitar lima persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh sulitnya pasokan bahan baku untuk pakaian seragam sekolah.