Showing posts with label Mesin Jahit. Show all posts
Showing posts with label Mesin Jahit. Show all posts

Wednesday, June 20, 2012

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 4)


Konveksi
Mesin Jahit Portable

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 4) Bagaimanapun juga mesin buatan Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkan oleh Howe. Maka Elias Howe menuntut Isaac Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkan perkaranya pada tahun 1854. Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua sumber benang dan jarum berlubang. Namun pengadilan memutuskan paten jatuh ketangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.

Jika Hunt tetap mematenkan temuannya, Elias Howe dapat dikalahkan dalam perkaranya dengan Isaac Singer. Maka atas kekalahan itu, Isaac Singer harus membayar royalti paten Elias Howe. Jika saja paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher ditahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat juga dalam perang paten mesin jahit tersebut. Pasalnya mesin renda buatannya menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.

Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat keuntungan Elias Howe melonjak tajam. Pendapatan tahunannya yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar AS per tahun untuk saat itu. Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana hingga 2 juta dolar AS atas temuannya. Ia lantas menyisihkan sebagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan Infantri dan sebagian lagi dia sumbangkan atas nama pribadinya.

Bagaimanapun penggalan kisah di balik temuan mesin jahit di masa lalu. Apakah itu sejarah yang cemerlang ataupun sejarah yang gelap, bagaimanapun kita kini dapat menikmati kepraktisan  yang dimiliki oleh mesih jahit. Dan mau bagaimanapun juga, mesin jahit merupakan nyawa dari kita selaku para pengusaha konveksi.

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 3)


Konveksi
Mesin Jahit Sekarang

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 3) Puncak penemuan mesin jahit terjadi di Amerika Serikat dan diprakarsai oleh Elias Howe. Mesin buatannya menggunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang untuk benang di bagian ujung. Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain. Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi. Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain. Kabarnya temuan ini hadir karena Howe mendapatkan inspirasi dari mimpinya. Dalam mimpinya, perut Howe ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya. Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.

Namun setelah penemuannya diketahui masyarakat banyak, Howe dihadapkan pada sebuah masalah ketika hendak mempertahankan paten dan memasarkan temuannya di kalangan masyarakat luas. Akhirnya Howe harus berjuang selama sembilan tahun untuk mematenkan temuannya.


Perang paten ini sendiri pecah ketika Isaac Singer menemukan mekanisme naik turun pada mesin jahit dan Allen Wilson mengembangkan alat kait pemintal berputar. Mesin jahit belum menjadi barang produksi massal hingga tahun 1850 an. Setelah Isaac Singer berhasil membuat mesin jahit dengan jarum jahit yang bisa digerakkan kayuhan pedal kaki, maka kesuksesan penjualan mesin jahit secara komersial pun akhirnya terbuka. Sebelumnya, mesin jahit terdahulu menggerakkan jarumnya dari pinggir dan digerakkan dengan menggunakan tangan. Kita dapat melihat adegan menjahit dengan tangan ini pada film film hollywood yang mengisahkan tentang perang saudara di Amerika Serikat.

Bersambung


Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 2)


Konveksi
Sketsa Mesin Jahit

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 2) Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems. Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi pada tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuanya dan konon kabarnya mesin buatan beliau tidak pernah berfungsi dengan baik.

Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar dari masa ke masa. Keinginan untuk menciptakan mesin pembuat pakaian yang praktis memenuhi benak banyak orang saat itu. Banyak pula di antara para penggagas mesin jahit yang terlihat dalam perang paten. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang berakhir dengan kegagalan. Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika. Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.

Mesin Jahit pertama yang bisa berfungsi dengan baik diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir dan juga sulam. Sayangnya, temuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat. Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan mesin jahit miliknya.

Kembali seorang Amerika muncul dan mencoba untuk membuat mesin jahit di tahun 1834. Dan dia sukses membuatnya beroperasi dengan baik. Pria Amerika ini bernama Walter Hunt. Namun aneh bin ajaib, Hunt tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa temuannya akan menimbulkan pengangguran di kalangan pelaku mesin jahit sehingga dia mengurungkan niatnya untuk memperbanyak mesih jahit buatannya.

Bersambung


Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 1)


Konveksi Mesin Jahit
Mesin Jahit Singer

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 1) Dalam segi bahasa mesin jahit dapat diartkan sebagai peralatan mekanis atau elektromekanis yang memiliki fungsi untuk menjahit.

Manusia sudah mulai menjahit menggunakan jarum sejak masa awal peradaban manusia. Bahan jarum yang digunakan juga bermacam macam. Ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan oleh manusia purba untuk menyatukan kulit hewan sehingga dapat digunakan menjadi pakaian. Sementara benang yang digunakann dalam proses menjahit tersebut dibuat dari bahan otot hewan. Jarum yang menggunakan bahan logam digunakan sekitar pada abad ke 14. Jarum yang ditemukan saat itu ialah merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini.

Pada tahun 1755 di Inggris, seorang imigran yang berasal dari Jerman bernama Charles Weisenthal mematenkan penemuan jarum yang khusus dia rancang untuk digunakan pada sebuah mesin. Sayangnya pada paten tersebut dia tidak menyebutkan secara terperinci seperti apakah bentuk mesin yang menggunakan jarum tersebut.

Lalu berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris yang bernama Thomas Saint  juga ikut mematenkan mesin jahit di tahun 1790. Tidak diketahui secara pasti apakah Saint benar benar membuat prototipe mesin yang digunakan pada saat itu. Ataukah Saint hanya melakukannya untuk sekedar mendapatkan royalti semata jika kelak mesin itu berhasil dibuat. Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada. Selangkah lebih maju dari Weisenthal, sosok pertama yang berusaha mematenkan mesih jahit. Namun ternyata, reproduksi temuan Saint itu tidak bisa beroperasi dengan baik.

Bersambung