Bahan spandex memiliki beberapa karakteristik yang diantaranya adalah cukup tahan terhadap sinar matahari, menyerap keringat, Kuat terhadap ngengat, tekstur bahan kain yang licin dan elastis serta memberikan rasa adem ketika digunakan. Seiring kemajuan di bidang teknologi tekstil, Penggunaan serat lycra/spandex seringkali dicampur dengan serat sintetis yang lainnya untuk menghasilkan varian baru dari kain yang memiliki perbedaan tertentu satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah spandex sutera dan spandex rayon yang banyak beredar di pasaran tekstil Indonesia. Karena sifatnya yang elastis dan adem ketika digunakan, bahan spandex/lycra banyak dimanfaatkan dalam pembuatan baju dan celana olahraga, celana dalam, baju renang(swimsuit), legging,sarung tangan dan lain-lain. Selain itu, beberapa tahun belakangan, banyak produsen baju muslim lokal yang memanfaatkan penggunaan bahan ini untuk memproduksi baju muslim dan kerudung dikarenakan sifatnya yang lentur dan nyaman banyak disukai oleh konsumen dengan segmentasi pasar muslim.
Fathiyya collection chic'k stuff - Busana muslim dan busana tunik serta busana gamis- pokonya busana perwanitaan kami buat dan kami distribusikan
Showing posts with label bahan kain. Show all posts
Showing posts with label bahan kain. Show all posts
Thursday, July 26, 2012
Sekilas Info mengenai bahan Kain Spandex
Sekilas Info mengenai bahan Kain Spandex. Kain Spandex atau yang di Inggris lebih dikenal dengan nama Lycra adalah kain yang proses pembuatannya berasal dari serat sintetis seperti pada bahan polyester. Karakteristik dari bahan kain ini adalah kelenturan dan elastisitasnya yang sangat tinggi yang jika direntangkan panjangnya bisa mencapai enam kali lipat dari panjang aslinya. Nama spandex sendiri adalah sebuah permainan kata yang berasal dari kata “expands”. Serat sintetis penghasil bahan kain spandex ini diciptakan pada tahun 1959 oleh ahli kimia C.L Sandquist dan Joseph Shivers di DuPont Benger Laboratorium di Waynesboro, Virginia, Amerika. Pada mulanya pengembangan dan penelitian tentang bahan spandex ini bertujuan sebagai bahan kain alternatif pengganti bahan karet yang akan digunakan pada korset wanita. Namun, penemuan bahan kain ini seiring perkembangannya turut memberikan variasi baru pada sentra industri busana, baik di Amerika maupun di seluruh dunia
Sunday, July 15, 2012
Laba-Laba Penghasil Kain Sutra
Laba-Laba Penghasil Kain Sutra
Kain sutra yang sering dipakai nenek atau ibu ternyata tidak hanya terbuat dari ulat. Kain mahal itu juga bisa dibuat dari serat hewan lain seperti laba-laba.
Anyaman sutra dari laba-laba bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengan kain sutra dari ulat. Jenis laba-laba yang dipakai adalah Araneus.
Nah, untuk menguatkan kualitas sutra, para ahli dari jerman membuat penelitian dengan menyuntikkan kandungan metal pada tubuh laba-laba Araneus. Kandungan metal disuntikkan di bagian tulang dan otot.
Kandungan metal yang terdiri dari zinc, titanium atau aluminum itu diyakini bisa membuat kain sutra yang dihasilkan tidak cepat rusak.
"Dengan penambahan metal pada tubuh laba-laba akan membuat sutra yang dihasilkan akan sangat kuat," kata Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute of Microstructure Physics di Halle, Jerman.
Laba-laba penghasil sutra jenis ini juga sering disebut Epeira dan banyak tinggal di benua Eropa. Laba-laba tersebut termasuk sulit untuk dikembangbiakkan. Hal itu karena mereka termasuk hewan kanibal yang suka memakan sesamanya.
ilmuenjoy.blogspot.com
JENIS KAIN KAOS
JENIS KAIN KAOS - Jenis-jenis bahan kaos
Sebagai pusat pembuatan konveksi, kami menyediakan banyak variasi kain yang bisa kami olah menjadi produk konveksi berkualitas. Ada banyak kain yang tersedia di pasaran, namun akan kami uraikan bahan-bahan yang sangat banyak diminati oleh customer kami.
Kain-kain yang kami jelaskan di bawah ini, umumnya digunakan untuk kaos tipe T-shirt (kaos oblong), Untuk kaos tipe polo shirt/ Berkerah biasanya digunakan kain rajutan cotton pique / lacoste. Untuk penjelasan mengenai kain rajutan klik disini. Sedangkan untuk jenis jaket (jaket, jumper, cardigan, ataupun hoodie) biasanya digunakan bahan fleece. Jika anda mengutamakan kenyamanan ketika pemakaian utamakan memilih bahan yang asli 100% katun.
1. KATUN (combed 20s, 24s, 30s)
Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Kami menyediakan 3 varian combed, Ada combed 20s, 24s, 30s. hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal.
2. CARDET (20s, 30s)
Dibandingkan dengan kain combed , kain cotton cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Kain cardet merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.
3. POLYESTER dan PE
Polyester sesuai namanya, merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni dan dibuat bahan berupa serat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai.
4. TC (TETERON COTTON)
seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah TC. Jenis bahan ini merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, terasas panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.
5. VISCOSE
Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.
6. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahankaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
7. HYGET
Jenis bahan ini terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana yang tersedia tidak terlalu banyak.
http://daaruttijaroh.wordpress.com
Sunday, June 17, 2012
Klasifikasi Kain Cotton berdasarkan Proses Pembuatannya
Pada artikel yang lalu telah dibahas sepintas mengenai beberapa jenis kain berdasarkan bahan dasarnya. Ada yang berasal dari serat alam dan ada juga yang berasal dari serat sintetis. Salah satu bahan yang berasal dari serat alami adalah bahan katun(cotton). Serat alami berupa kapas didapatkan dari gumpalan serat yang menyelubungi tanaman kapas. Pada proses pembuatan bahan kain berbahan kapas, mula-mula serat kapas yang telah dibersihkan terlebih dahulu dikumpulkan hingga membentuk sebuah gumpalan yang padat(bal)
yang bobotnya bisa mencapai 200 kg dengan tinggi kurang lebih 1.5 meter. Kemudian bal kapas yang telah dikumpulkan dikirim ke pabrik pemintalan. Untuk menghasilkan sebuah bahan kain Cotton, setidaknya ada beberapa proses yang harus dilewati. Salah satunya adalah adalah proses Carding menggunakan carding machine. Carding adalah proses di mana gumpalan-gumpalan serat yang telah dipadatkan, diolah dengan mesin yang bertujuan untuk membuka dan meluruskan serat-serat kapas sehingga terbentuk struktur serat yang memanjang dan rata sebelum memasuki tahapan selanjutnya. Serat kapas pun selanjutnya meleati tahapan Combing/penyisiran, yaitu proses untuk memisahkan serat-serat yang pendek menggunakan mesin Combing sehingga hasil akhirnya didapatkan tekstur serat yang panjangnya hampir sama sehingga membentuk untaian-untaian panjang yang disebut dengan Sliver yang mana nantinya akan melewati beberapa tahapan lain hingga terbentuknya sebuah kain. Sebenarnya, proses Combing ini bersifat optional. Namun, beberapa produsen teksil tetap melakukan proses ini demi untuk meningkatkan kualitas dari bahan yang dihasilkan.Berdasarkan uraian singkat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan dari Cotton combed dan Carded adalah berdasarkan tahapan pembuatannya yang sekaligus menjadi asal muasal penamaan kedua jenis bahan katun ini. Cotton combed hingga saat ini masih menjadi primadona di kalangan produsen busana dengan harga yang lumayan mahal, khuisusnya produk kaos dikarenakan teksturnya lebih terlihat rata, halus dan tidak nampak berbulu. Berbeda dengan bahan Cotton Carded dengan harga di bawah cotton combed yang cenderung terlihat agak sedikit kasar. Hal ini disebabkan karena pada proses pembuatannyat tidak melewati proses Combing terlebih dahulu. Tips sederhana untuk membedakan kedua jenis bahan ini adalah dengan mengucek-ucek bahan kain dalam kondisi kering. Kain cotton carded akan terlihat lebih berbulu daripada cotton combed.
Saturday, August 13, 2011
Jenis-Jenis Serat Kain Berdasarkan Bahan Baku dan Sifatnya
Jenis-jenis Serat kain berdasarkan bahan bakunya terdiri dari tiga unsur, yaitu serat sintetis (buatan), serat alami yang berasal dari hewan dan tumbuhan dan serat penggalian (bahan-bahan logam, asbes dll). Berikut akan dipaparkan penjelasan singkat mengenai ketiga bahan serat berdasarkan jenis dan sifat dari bahan serat tersebut
Jenis serat
a. Serat alami yang berasal dari tumbuhan meliputi: katun, linen, rayon, nanas, pisang. Serat alami yang berasal dari hewan yaitu: buah bulu, sedangkan bahan yang berasal dari serat tersebut berupa serat wol. Sedangkan bahan dari ulat sutra menghasilkan bahan tekstil sutra
b. Serat buatan (termoplastik) bahan yang berasal dari serat tekstil terbuat dari Dacron, poliester, nilon.
c. Serat galian
yang dimaksud dengan serat galian adalah bahan kain yang cara untuk mendapatkannya melalui proses penggalian tanah, misalnya bahn yang berasal dari asbes tanah. Contoh dan logam, benang asbes logam. Bahan seperti ini banyak digunakan untuk kompor sumbu minyak tanah, untuk mengisi berbagai hiasan bunga yang berasal dari berbagai bahan tekstil seperti stoking, nilon, dan bahan rajutan Tula. Serat logam yang digunakan untuk membuat berbagai jenis benang, seperti benang emas, perak, tembaga, aluminium, selain itu ada juga benang logam dilapisi dengan plastik Jika benang logam akan digunakan di alat tenun, lebih baik digabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam memiliki sifat kaku dan sulit untuk mempertahankan bentuknya. Benang metalik umumnya ditemukan dalam bahan tekstil seperti: brokat, lame, songket tenun ditemukan di seluruh Indonesia, antara wilayah lainnya: songket pandai Sikek, songket Silungkang, Kubang songket, songket Palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.
2. Sifat dari bahan tekstil
Untuk dapat melakukan perawatan dari bahan tekstil (bahan pakaian) tepat dan benar, pertama harus tahu sifat bahan-bahan:
a. Bahan Katun
a. Serat alami yang berasal dari tumbuhan meliputi: katun, linen, rayon, nanas, pisang. Serat alami yang berasal dari hewan yaitu: buah bulu, sedangkan bahan yang berasal dari serat tersebut berupa serat wol. Sedangkan bahan dari ulat sutra menghasilkan bahan tekstil sutra
b. Serat buatan (termoplastik) bahan yang berasal dari serat tekstil terbuat dari Dacron, poliester, nilon.
c. Serat galian
yang dimaksud dengan serat galian adalah bahan kain yang cara untuk mendapatkannya melalui proses penggalian tanah, misalnya bahn yang berasal dari asbes tanah. Contoh dan logam, benang asbes logam. Bahan seperti ini banyak digunakan untuk kompor sumbu minyak tanah, untuk mengisi berbagai hiasan bunga yang berasal dari berbagai bahan tekstil seperti stoking, nilon, dan bahan rajutan Tula. Serat logam yang digunakan untuk membuat berbagai jenis benang, seperti benang emas, perak, tembaga, aluminium, selain itu ada juga benang logam dilapisi dengan plastik Jika benang logam akan digunakan di alat tenun, lebih baik digabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam memiliki sifat kaku dan sulit untuk mempertahankan bentuknya. Benang metalik umumnya ditemukan dalam bahan tekstil seperti: brokat, lame, songket tenun ditemukan di seluruh Indonesia, antara wilayah lainnya: songket pandai Sikek, songket Silungkang, Kubang songket, songket Palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.
2. Sifat dari bahan tekstil
Untuk dapat melakukan perawatan dari bahan tekstil (bahan pakaian) tepat dan benar, pertama harus tahu sifat bahan-bahan:
a. Bahan Katun
Bahan dari katun bersifat higroskopis atau dapat menyerap air, mudah kusut, kenyal, ketika basah kekutannya meningkat sekitar 25%, bisa disetrika dalam panas suhu tinggi, katun dari bahan linen mengandung lilin, sementara bahan dari rayon lebih licin dan mengkilap, tidak mengisap debu dan kotoran, karena kotoran yang menempel hanya pada permukaan bahan saja. Sementara sifat sintetis tidak jauh berbeda dari kapas lainnya
b. wol
Wol memiliki sifat sangat elastis dan tidak mudah kusut. Ketika wol dipanaskan akan menjadi lembut karena kenyalnya berkurang. Wol mengikat panas karena serat wol berbentuk keriting. Dapat digunakan untuk mengantarkan panas.
c.Sutera
Bahan sifat sutra memiliki lembut, halus dan mengkilat seta lentur dan kuat. Bahan sutra dalam keadaan basah kekuatannya berkurang sekitar 15%. biasanya baju wanita berupa lingerie banyak menggunakan bahan seperti ini.
d. Dacron, poliester dan nilon
b. wol
Wol memiliki sifat sangat elastis dan tidak mudah kusut. Ketika wol dipanaskan akan menjadi lembut karena kenyalnya berkurang. Wol mengikat panas karena serat wol berbentuk keriting. Dapat digunakan untuk mengantarkan panas.
c.Sutera
Bahan sifat sutra memiliki lembut, halus dan mengkilat seta lentur dan kuat. Bahan sutra dalam keadaan basah kekuatannya berkurang sekitar 15%. biasanya baju wanita berupa lingerie banyak menggunakan bahan seperti ini.
d. Dacron, poliester dan nilon
Bahan tekstil ini cepat menjadi kering ketika dicuci sehingga tidak mudah kusut. Kuat dan tahan lama digunakan. Bahan-bahan ini pun lebih tahan terhadap suhu panas.
e. lame, brocade dan songket
Tekstil / pakaian dari bahan lame, brokat dan songket mudah berubah warna, tidak mudah kusut, kurang dapat meyerap air dan tidak tahan suhu tinggi dari setrika. Maka pastikan untuk menyetel panas setrika yang rendah ketika akan merapikan bahan seperti ini.
e. lame, brocade dan songket
Tekstil / pakaian dari bahan lame, brokat dan songket mudah berubah warna, tidak mudah kusut, kurang dapat meyerap air dan tidak tahan suhu tinggi dari setrika. Maka pastikan untuk menyetel panas setrika yang rendah ketika akan merapikan bahan seperti ini.
Sumber : http://mode.okrek.com
Edited by : Iru
Thursday, August 4, 2011
Kain Kaos Combed Potongan Untuk Menurunkan HPP tetapi kualitas tetap Baik
Mungkin untuk saat ini harga bahan kain kaos sedang meroket sehingga para pengrajin ataupun para pengusaha konveksi sedikit kesulitan dalam menjual barang hasil produksi, karena sebagian dari masyarakat sebagai konsumen lebih banyak tidak mau tau akan kenaikan bahan, para konsumen hanya ingin kualitas baik harga tetap murah atau stabil, tentu hal ini menjadi masalah bagi para pengrajin atau pengusaha konveksi, bagaimana mereka menjual barang prosuksinya, tetapi inilah tantangan para pengusaha konveksi dan pengrajin jait, sablon ataupun bordir.
untuk menjawab tantangan ini kami akan mencoba memberikan suatu alternative dalam memproduksi dengan kualitas tetap baik. Saat ini ongkos produksi tidak terlalu tajam kenaikannya tetapi harga bahan dasar yang menjadi masalah, bagaimana tidak bahan baku kaos naik hingga 30% ada juga yang naik sampai 50%. untuk itu kami mencoba mencari bahan yang sangat murah tetapi kondisi dan kategori tetap baik, yaitu dengan bahan potongan.
Bahan potongan merupakan bahan berkualitas baik tetapi sisa dari pabrik astau garmen, untuk dapat bersaing didunia konveksi ini kita harus bisa menyaring bahan potongan ini, walaupu keadaan bahan potongan ini bisa di bilang seadanya tetapi dengan ulet kita harus bisa memilih mana bahan yang masih bisa kita pakai untuk produksi.
Keahlian yang sangat diperlukan dalam hal
ini adalah para marker atau bisa disibut tukang pola, bagaimana meraka sabagai tukang pola mampu dengan teliti melihat dan mensesuaikan bahan potongan ini sehingga bisa kita pakai.
Harga bahan potongan biasanya lebih murah hingga 50% dari bahan gress, untuk menekan produksi mungkin kita dapat menggunakan bahan ini.
Untuk para pengusaha konveksi diwajibkan mencoba menggunakan bahan potongan ini. tetepi kehati-hatian sangat diperlukan disini. hal yang harus di perhatikan dalam memproduksi bahan potongan adalah:
1. check bahan dulu apakah bahan potongan ini panjang nya lebih dari 2 meter.
2. bahan potongan harus di cek 1 persatu.
3. perhatikan apakah ada cacat dalam bahan tersebut.
4. ukur bahan potongan tersebut sehingga kita bisa mensortir baha mana yang bisa kita pakai, tergantung dari kebutuhan kita.
5. kategorikan bahan potongan sesuai warna dan ukuran,misalnya 100cm kurang, 200 cm, 200 cm lebih.
6. hati-hatilah dalam membuat pola, buat sedemikian rupa agar bahan tidak banyak terbuang.
Mungkin ini sedikit tips dan trik dari kami untuk menekan harga produksi. mudah-mudahan dapat berguna bagi para pembaca. wasalam
untuk menjawab tantangan ini kami akan mencoba memberikan suatu alternative dalam memproduksi dengan kualitas tetap baik. Saat ini ongkos produksi tidak terlalu tajam kenaikannya tetapi harga bahan dasar yang menjadi masalah, bagaimana tidak bahan baku kaos naik hingga 30% ada juga yang naik sampai 50%. untuk itu kami mencoba mencari bahan yang sangat murah tetapi kondisi dan kategori tetap baik, yaitu dengan bahan potongan.
Bahan potongan merupakan bahan berkualitas baik tetapi sisa dari pabrik astau garmen, untuk dapat bersaing didunia konveksi ini kita harus bisa menyaring bahan potongan ini, walaupu keadaan bahan potongan ini bisa di bilang seadanya tetapi dengan ulet kita harus bisa memilih mana bahan yang masih bisa kita pakai untuk produksi.
Keahlian yang sangat diperlukan dalam hal
ini adalah para marker atau bisa disibut tukang pola, bagaimana meraka sabagai tukang pola mampu dengan teliti melihat dan mensesuaikan bahan potongan ini sehingga bisa kita pakai.
Harga bahan potongan biasanya lebih murah hingga 50% dari bahan gress, untuk menekan produksi mungkin kita dapat menggunakan bahan ini.
Untuk para pengusaha konveksi diwajibkan mencoba menggunakan bahan potongan ini. tetepi kehati-hatian sangat diperlukan disini. hal yang harus di perhatikan dalam memproduksi bahan potongan adalah:
1. check bahan dulu apakah bahan potongan ini panjang nya lebih dari 2 meter.
2. bahan potongan harus di cek 1 persatu.
3. perhatikan apakah ada cacat dalam bahan tersebut.
4. ukur bahan potongan tersebut sehingga kita bisa mensortir baha mana yang bisa kita pakai, tergantung dari kebutuhan kita.
5. kategorikan bahan potongan sesuai warna dan ukuran,misalnya 100cm kurang, 200 cm, 200 cm lebih.
6. hati-hatilah dalam membuat pola, buat sedemikian rupa agar bahan tidak banyak terbuang.
Mungkin ini sedikit tips dan trik dari kami untuk menekan harga produksi. mudah-mudahan dapat berguna bagi para pembaca. wasalam
Wednesday, August 3, 2011
Bahan Kain yang Sering Digunakan Untuk Seragam Olah Raga
Sebenarnya segala kebutuhan kain untuk konveksi adalah tergantung dari pemesan atau konsumen sendiri, tetapi kali ini kami akan membahas bahan kain yang sering digunakan oleh para pengrajin konveksi untuk membuat seragam olah raga. diantaranya adalah
Paragon
Paragon merupakan bahan polyester dengan salur memanjang, bahan paragon yang paling bagus adalah paragon yang permukaannya cerah/gemerlap (sunda:herang) dan handfeel nya halus dan rata. itu untuk paragon yang bagus yang paling mahal.
PE (polyester)
bahan PE ini sudah sering digunakan untuk kain olahraga, sebenarnya kenapa bahan kain ini banyak digunakan untuk seragam olahraga, karen kain ini murah jauh di bandingkan dengan kain kaos katun, bagi para murid jarang sekali mengetahui bahan polyester ini, mereka hanya tau bagaimana memakainya. benarnya kain polyester ini tidak bagus untuk seragam olah raga, karena dalam hal penyerapan keringat PE ini tidak lah bagus. jadi aga kasin juga buat para muri yang menggunakan seragam dengan bahan PE ini.
Paragon
Paragon merupakan bahan polyester dengan salur memanjang, bahan paragon yang paling bagus adalah paragon yang permukaannya cerah/gemerlap (sunda:herang) dan handfeel nya halus dan rata. itu untuk paragon yang bagus yang paling mahal.
PE (polyester)
bahan PE ini sudah sering digunakan untuk kain olahraga, sebenarnya kenapa bahan kain ini banyak digunakan untuk seragam olahraga, karen kain ini murah jauh di bandingkan dengan kain kaos katun, bagi para murid jarang sekali mengetahui bahan polyester ini, mereka hanya tau bagaimana memakainya. benarnya kain polyester ini tidak bagus untuk seragam olah raga, karena dalam hal penyerapan keringat PE ini tidak lah bagus. jadi aga kasin juga buat para muri yang menggunakan seragam dengan bahan PE ini.
Tuesday, July 26, 2011
Jenis Kain Satin
Permukaan belakang satin mengkilap suram.kilap berasal dari bahan sutra yang digunakan. penenunannya cara, dan setelah selesai proses penggilingan tenun satin. penenun adalah hasil teknik khas dalam kain yang sangat minim pada kain. pada tekstil lainnya termasuk sutra tenun, warp (benang lungsi, filamen memanjang) dan pakan (filamen benang pakan yang meregang) silang saling bergantian pada permukaan. filamen benang halus yang digunakan untuk membuat menenun satin kain.proses disebut khas, karena hanya lungsin dari sutralah filamen yang muncul di permukaan, sedangkan benang pakan benar-benar tersembunyi.
kenapa begitu? karena melompat lungsin lebih dari 8
pakan (atau lebih) dan kemudian turun satu, naik pakan dan melompat di atas 8 pakan lagi dan seterusnya. hasilnya adalah permukaan datar dan halus. ketika keluar dari alat tenun, satin tampak berserat. kemudian setelah digiling dalam silinder logam yang hangat, satin mendapatkan bentuk akhir dipoles, serta lebih ketat dan tahan lama.
pakan dalam filamen satin polos terbuat dari katun atau linen. bisa membuat sutra lungsin dan pakan satn. hasilnya sangat baik kualitas satin, yang kedua sisi mengkilap, seperti satin de Lyon.
satin, serbaguna dan beragam
satin digunakan untuk pakaian. di samping gaun pesta, gaun pengantin, dan lingerie, satin juga digunakan untuk jaket bisbol, atlet celana, celana pendek, kemeja, dasi. dan jangan lupa, ada tas begitu banyak, terutama dalam bentuk kopling (ponsel tas) terbuat dari satin. juga sepatu, sepatu balet tidak hanya sepatu hak tinggi tetapi desainer Duni belasan sentimeter tinggi. Berikut ini adalah beberapa jenis satin:
Duchesse satin digunakan untuk pakaian, dan sangat disukai sebagai gaun pengantin.satin materi agak berat, kaku dan mengkilap di luar saja.
faconne satin atau jacquard satin berpola jenis satin. dapat desain bergaris, paisley, atau lainnya. satin datang dalam berbagai bobot dan kualitas, tetapi cenderung lebih lembut dan fleksibel dibandingkan dengan Duchesse.
sepatu satin seperti namanya, digunakan sebagai tukang sepatu. Bahan ini dapat dicelup untuk mencocokkan gaun berwarna, gadis-gadis ke prom (sekolah pesta kelulusan tinggi), atau pengiring pengantin. sepatu balet juga dibuat dari jenis satin sandal.
satin delustered juga disebut peau de Soie (kulit sutra), adalah satin ringan. Ia tidak memiliki kilau satin yang dikaitkan dengan satin, menyoroti membosankan saja. keuntungan, ia tidak memiliki sisi baik dan buruk, sehingga dapat digunakan di mana saja bahwa sisi.
damas satin adalah satin sutra dengan desain bunga yang rumit. seringkali dihiasi dengan pola yang timbul dari bahan beludru yang muncul di atas dasar satin
satin kain wol Prancic dibuat dengan gaya tenunan satin, dan memiliki sisi luar dari halus.kain warna-warni yang digunakan untuk gaun wanita, tahan lama kuat lagi. hanya sekitar 70 sentimeter lebar, dan juga dikenal dengan nama Prancis, satin de Laine.
dll Jenis lain dari satin dan saten satinet, saten adalah kain mengkilap menggunakan pakan dari satin kapas atau rayon sementara satinet adalah jenis yang sangat tipis, biasanya terbuat seluruhnya dari filamen sutera
kenapa begitu? karena melompat lungsin lebih dari 8
pakan (atau lebih) dan kemudian turun satu, naik pakan dan melompat di atas 8 pakan lagi dan seterusnya. hasilnya adalah permukaan datar dan halus. ketika keluar dari alat tenun, satin tampak berserat. kemudian setelah digiling dalam silinder logam yang hangat, satin mendapatkan bentuk akhir dipoles, serta lebih ketat dan tahan lama.
pakan dalam filamen satin polos terbuat dari katun atau linen. bisa membuat sutra lungsin dan pakan satn. hasilnya sangat baik kualitas satin, yang kedua sisi mengkilap, seperti satin de Lyon.
satin, serbaguna dan beragam
satin digunakan untuk pakaian. di samping gaun pesta, gaun pengantin, dan lingerie, satin juga digunakan untuk jaket bisbol, atlet celana, celana pendek, kemeja, dasi. dan jangan lupa, ada tas begitu banyak, terutama dalam bentuk kopling (ponsel tas) terbuat dari satin. juga sepatu, sepatu balet tidak hanya sepatu hak tinggi tetapi desainer Duni belasan sentimeter tinggi. Berikut ini adalah beberapa jenis satin:
Duchesse satin digunakan untuk pakaian, dan sangat disukai sebagai gaun pengantin.satin materi agak berat, kaku dan mengkilap di luar saja.
faconne satin atau jacquard satin berpola jenis satin. dapat desain bergaris, paisley, atau lainnya. satin datang dalam berbagai bobot dan kualitas, tetapi cenderung lebih lembut dan fleksibel dibandingkan dengan Duchesse.
sepatu satin seperti namanya, digunakan sebagai tukang sepatu. Bahan ini dapat dicelup untuk mencocokkan gaun berwarna, gadis-gadis ke prom (sekolah pesta kelulusan tinggi), atau pengiring pengantin. sepatu balet juga dibuat dari jenis satin sandal.
satin delustered juga disebut peau de Soie (kulit sutra), adalah satin ringan. Ia tidak memiliki kilau satin yang dikaitkan dengan satin, menyoroti membosankan saja. keuntungan, ia tidak memiliki sisi baik dan buruk, sehingga dapat digunakan di mana saja bahwa sisi.
damas satin adalah satin sutra dengan desain bunga yang rumit. seringkali dihiasi dengan pola yang timbul dari bahan beludru yang muncul di atas dasar satin
satin kain wol Prancic dibuat dengan gaya tenunan satin, dan memiliki sisi luar dari halus.kain warna-warni yang digunakan untuk gaun wanita, tahan lama kuat lagi. hanya sekitar 70 sentimeter lebar, dan juga dikenal dengan nama Prancis, satin de Laine.
dll Jenis lain dari satin dan saten satinet, saten adalah kain mengkilap menggunakan pakan dari satin kapas atau rayon sementara satinet adalah jenis yang sangat tipis, biasanya terbuat seluruhnya dari filamen sutera
Beberapa Jenis katun
Beberapa tipe katun
1. Jepang Katun
Pada pandangan pertama hanya seperti kain katun biasa pada umumnya, namun jika diperhatikan ada beberapa karakteristik khusus, yaitu:
- Ada sisi bagian dari bahan kata-kata "Jepang desain" dan atau ada kode warna pada kain.
Baik keringat penyerapan.
- Harga ini lebih mahal daripada kain katun biasa.
- Fabric permukaan halus.
- Warnanya lebih awet dan tahan lama.
- Sering dan cocok untuk
blus wanita.
2. Paris Katun Motif
Sebenarnya Paris adalah hampir sama dengan katun katun Jepang dalam hal:
- Memiliki kode warna pada kain.
- Daya serap keringat yang baik.
- Harga relatif lebih mahal.
- Warna dan permukaan kain mirip dengan katun Jepang.
Paris berbeda adalah kain katun yang tipis dari katun Jepang. Biasanya digunakan untuk blus wanita.
3. Paris Katun polos.
Jenis katun sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya lebih tipis. Harga itu sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ada kode warna dalam kain. Sering digunakan untuk blus perempuan dan materi syal.
4. Cotton Silk / Indonesia / Zada
Jenis katun adalah 2 jenis yang tipis dan tebal. Karakteristik dari kain katun adalah:
- Permukaan kain yang lebih mengkilap.
- Harga Sedikit lebih mahal di atas katun biasa, tapi katun tidak semahal Jepang.
- Penyerapan keringat terendah.
- Warna cahaya tahan lama meskipun sering mencuci.
5. katun Minyak
Kain katun adalah sama seperti muatan permukaan katun lainnya terkesan berminyak (cahaya lainnya dengan katun sutra).
- Harga Sama seperti katun biasa.
- Daya serap keringat yang baik.
- Gloss akan berkurang setelah beberapa mencuci.
6. Plain katun
- Motif jenis: polos, garis-garis, kotak, bunga atau abstrak.
- Relatih harga yang lebih murah.
- Tidak ada fitur khusus seperti kode warna.
- Penyerapan Keringat s / d baik, tergantung pada persentase bahan katun.
- Warna yang diawetkan meskipun masih di bawah katun Jepang
1. Jepang Katun
Pada pandangan pertama hanya seperti kain katun biasa pada umumnya, namun jika diperhatikan ada beberapa karakteristik khusus, yaitu:
- Ada sisi bagian dari bahan kata-kata "Jepang desain" dan atau ada kode warna pada kain.
Baik keringat penyerapan.
- Harga ini lebih mahal daripada kain katun biasa.
- Fabric permukaan halus.
- Warnanya lebih awet dan tahan lama.
- Sering dan cocok untuk
blus wanita.
2. Paris Katun Motif
Sebenarnya Paris adalah hampir sama dengan katun katun Jepang dalam hal:
- Memiliki kode warna pada kain.
- Daya serap keringat yang baik.
- Harga relatif lebih mahal.
- Warna dan permukaan kain mirip dengan katun Jepang.
Paris berbeda adalah kain katun yang tipis dari katun Jepang. Biasanya digunakan untuk blus wanita.
3. Paris Katun polos.
Jenis katun sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya lebih tipis. Harga itu sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ada kode warna dalam kain. Sering digunakan untuk blus perempuan dan materi syal.
4. Cotton Silk / Indonesia / Zada
Jenis katun adalah 2 jenis yang tipis dan tebal. Karakteristik dari kain katun adalah:
- Permukaan kain yang lebih mengkilap.
- Harga Sedikit lebih mahal di atas katun biasa, tapi katun tidak semahal Jepang.
- Penyerapan keringat terendah.
- Warna cahaya tahan lama meskipun sering mencuci.
5. katun Minyak
Kain katun adalah sama seperti muatan permukaan katun lainnya terkesan berminyak (cahaya lainnya dengan katun sutra).
- Harga Sama seperti katun biasa.
- Daya serap keringat yang baik.
- Gloss akan berkurang setelah beberapa mencuci.
6. Plain katun
- Motif jenis: polos, garis-garis, kotak, bunga atau abstrak.
- Relatih harga yang lebih murah.
- Tidak ada fitur khusus seperti kode warna.
- Penyerapan Keringat s / d baik, tergantung pada persentase bahan katun.
- Warna yang diawetkan meskipun masih di bawah katun Jepang
Monday, July 25, 2011
Jenis-Jenis Bahan kaos
a.WOVEN
Kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Sering disebut kain tenun. Bahan woven cirinya tidak dapat di tarik.
b.KNIT
Kain yang dibuat dari jeratan – jeratan benang / mengaitkan benang dengan benang , sering di sebut kain rajut. Cirinya kain ini dapat di tarik atau elastis. Contoh dari kain rajut : jersey, interlock, rib, single jersey, tricot dll.
Berdasarkan spesifikasi benang:
1. COTTON
A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.
B. COTTON CARDED
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.
2. TC (TETERON COTTON)
Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.
3. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. POLYESTER dan PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
JENIS BENANG
Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.
1. BENANG 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
JENIS RAJUTAN
1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20′S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20′D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.
FINISHING
Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.
1. TUBULAR/BULAT
Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.
2. OPENSET/FINISH BELAH
Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus. Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.
3. MERCERIZED/NON MERCERIZED
MERCERIZED:
jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras. Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti: Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.
NON MERCERIZED:
Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur. Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.
4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT
Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.
5. ROTARY PRINT
Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.
sumber : http://cannizaro.wordpress.com
Kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Sering disebut kain tenun. Bahan woven cirinya tidak dapat di tarik.
b.KNIT
Kain yang dibuat dari jeratan – jeratan benang / mengaitkan benang dengan benang , sering di sebut kain rajut. Cirinya kain ini dapat di tarik atau elastis. Contoh dari kain rajut : jersey, interlock, rib, single jersey, tricot dll.
Berdasarkan spesifikasi benang:
1. COTTON
A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.
B. COTTON CARDED
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.
2. TC (TETERON COTTON)
Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.
3. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. POLYESTER dan PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
JENIS BENANG
Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.
1. BENANG 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
JENIS RAJUTAN
1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20′S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20′D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.
FINISHING
Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.
1. TUBULAR/BULAT
Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.
2. OPENSET/FINISH BELAH
Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus. Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.
3. MERCERIZED/NON MERCERIZED
MERCERIZED:
jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras. Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti: Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.
NON MERCERIZED:
Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur. Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.
4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT
Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.
5. ROTARY PRINT
Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.
sumber : http://cannizaro.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)

