Showing posts with label jahit. Show all posts
Showing posts with label jahit. Show all posts

Tuesday, August 7, 2012

Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat [Bagian 1]


Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat - Apakah anda adalah pelaku usaha konveksi yang tinggal di kawasan Jakarta Barat? Apakah adan tinggal di daerah Cengkareng, Jelambar, Grogol, dan sekitarnya? Jika ya, tentu sudah pasti anda mengenal kawasan jembatan lima, Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Krendang Raya, Tambora, Jakarta Barat. Di daerah tersebut terdapat lebih dari 10 toko spesialis yang menjual beragam peralatan konveksi, mulai dari mesin jahit baik yang masih baru ataupun yang sudah bekas namun masih baik keadaannya. Di sana juga tersedia beraneka ragam sparepart mesin jahit seperti dinamo, kaki pemegang jarum, hingga kabel mesin yang dijual secara eceran.

Konon, daerah ini adalah favorit bagi pemilik usaha konveksi untuk ruang lingkup Jakarta Barat dalam mencari peralatan yang dibutuhkan untuk usahanya. Lokasi yang mudah dijangkau, harga yang miring plus sejarah sentra konveksi yang ternyata sudah eksis hampir selam 20 tahun menjadi nilai tambah sentra peralatan konveksi jembatan lima.

Untuk menemukan sentra ini tidaklah terlalu sulit. Anda tinggal masuk menelusuri jalan KH Mohammad Mansyur dari arah Cideng. Setelah masuk kira-kira tiga kilometer (km), Anda akan menemukan Jalan Krendang Raya. Di Jalan Krendang Raya itu, sejumlah toko peralatan konveksi berada. Tapi, keberadaan mereka terpencar dan tak saling bersebelahan.

Ada beberapa toko lain yang menjual alat listrik, peralatan ibadah umat Budha, rumah makan, hingga beberapa mini market yang mengapit toko peralatan konveksi.

Selanjutnya

Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat [Bagian 2]


Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat - Mencari lokasi parkir mobil di tempat ini memang cukup lumayan susah. Maklum banyak kendaraan lalu lalang di tempat ini. Bahkan kalau ramai, Jalan Krendang Raya hanya muat dilalui dua mobil saja.

Ketika sampai di beberapa kios spesialis penjual alat konveksi ini, terlihat sebuah aktivitas yang cukup intensif dilakukan beberapa karyawan toko. Beberapa sedang melayani pelanggan di dalam toko. Namun ada juga yang membereskan peralatan hingga mengutak atik mesin jahit yang kebanyakan mengusung merek China.

Di sentra ini memang tidak hanya menjual mesin konveksi saja, namun banyak juga yang menerima jasa reparasi mesin jahit. Lina Tjung, pemilik Toko Bintang Jaya yang mulai membuka usaha sejak tahun 1990 mengatakan, sentra alat konveksi jembatan lima ini semakin dikenal karena banyak kawasan konveksi di Jalan Tambora. Warga Tambora memang kebanyakan berprofesi sebagai pengusaha konveksi.

Alhasil, kawasan ini semakin kondang dan banyak orang yang dating. Dan para pelanggan yang dating, ternyata tidak hanya berasal dari Tambora saja. Pelanggan dari daerah lain juga banyak yang mendatangi sentra konveksi ini. Dalam sebulan, kios Bintang Jaya bisa menjual ratusan mesin jahit, baik baru maupun bekas. Harganya juga variatif, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga Rp 4 juta. Tergantung dari jenis mesin jahitnya, apakah yang masih baru ataukah yang sudah bekas.

Toko ini juga menjual mesin obras dan mesin pasang kancing. Omzet salah satu kios di …

Selanjutnya

Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat [Bagian 3]


Sentra Alat Konveksi di Jakarta Barat - Dalam sebulan, kios Bintang Jaya bisa menjual ratusan mesin jahit, baik baru maupun bekas. Harganya juga variatif, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga Rp 4 juta. Tergantung dari jenis mesin jahitnya, apakah yang masih baru ataukah yang sudah bekas.

Toko ini juga menjual mesin obras dan mesin pasang kancing. Omzet salah satu kios di sana milik Lina Tzung juga bisa mencapai ratusan juta hingga Rp 1 miliar setiap bulannya. Adapun laba bersihnya sekitar 10% sampai 15% dari omzet tersebut. Salah satu pemain lain di sentra ini adalah Tan Paula, pemilik Toko Abun.

Paula yang sudah memulai bisnis alat konveksi sejak 1989 ini mengatakan bisa menjual puluhan mesin jahit setiap bulannya. Untuk mesin jahit baru, ia membanderol mulai Rp 2 juta per unit, tergantung mereknya. Dalam sebulan, Paula mengaku bisa mengantongi omzet sebesar Rp 100 juta dengan laba bersih sekitar 15% dari omzet.

la menganggap bisnis alat konveksi ini ini masih cukup menarik. Kendati begitu, ia tak menampik jika persaingan bisnis alat konveksi ini semakin ketat, tidak terkecuali untuk dis entra alat konveksi ini. Karena menurut pengakuan Paula, dari hari ke hari, semakin banyak pemain baru yang bergabung di kawasan ini. Tapi, banyaknya pemain baru tersebut bagi Paula merupakan sebuah peluang jangka panjang, karena minat yang besar, menunjukan bahwa bisnis ini memang masih bagus untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar (Bagian 1)


Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar - Pengusaha yang kita sorot kali ini, adalah M Aras yang berasal dari Makassar. Saat ini, dia tercatat sebagai pemilik dari 3 buah butik. M Aras bahkan berencana merambah bisnisnya hingga  ke daerah lain dalam bentuk franchise. Hebatnya lagi, Aras memulai usahanya dari nol sebagai seorang penjahit biasa.

Aras mengakui, bahwa seluruh busana yang di pajang di showroom miliknya yang bernama Emerald Executive Taylor merupakan produk rancangannya sendiri. Semua produk di buat sendiri, sehingga tidak dapat ditemukan di toko lain, selain toko miliknya tersebut, jika kita tertarik kepada barang yang memang tidak ready stock, pelanggan dapat memesannya dengan kecepatan produksi yang cukup memuaskan.

Aras adalah, founder usaha jahit aneka pakaian dan butik terkenal di Makassar. Tiga toko miliknya memiliki nama yang berbeda-beda, yakni, Hero Taylor, Arise' Taylor dan Emerald Executive Taylor. Ketiganya didirikan oleh Aras hanya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ketiga toko ini, akhirnya menjelma menjadi penguasa industri garmen dan pakaian jahit di Makassar.

Puluhan bahkan ratusan desain baru setiap tahunnya dijual di toko tersebut. Berbagai ekspansi dan promosi yang terus digencarkan Aras pun semakin menambah pundi-pundi kekayaan yang ia miliki.

Tak aneh jika mantan penjahit ini didaulat sebagai entrepreneur sukses versi Majalah Makasar Terkini tahun 2011. Setahun berselang dia pun mendapat Award dari salah satu lembaga di Jakarta yakni, Islamic Business and Company Award 2012.

Selanjutnya

Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar (Bagian 2)


Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar - Kiat sukses yang Aras miliki adalah karena Aras selalu menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukannya adalah suatu hal yang menyenangkan. Dia berpikir bahwa dirinya tidak akan menemui kesulitan jika melakukan pekerjaan dengan rasa senang. Walaupun hasil pekerjaan bias jadi merupakan hasil yang tidak menyenangkan, namun kita harus selalu bersikap tenang dan senang.

Yang terpenting bagi dirinya adalah memulai bisnis bukan sebuah urusan sepele. Tetapi kita harus tetap mencari pasar yang akan juah lebih sulit dibandingkan dengan menemui seorang wali kota.

Awal mula usahanya, M Aras mendirikan Hero Taylor di bilangan Jalan Veteran Selatan pada tahun 2000. Saat itu usahanya masih kecil-kecilan. Namun karena dia memberanikan diri membuat branding di koran dengan memasang iklan secara rutin, akhirnya kini usaha tersebut berubah menjadi besar.

Dalam pikiran Aras ketika itu, koran adalah media yang dibaca oleh kalangan terpelajar. Sehingga, bila kita beriklan melalui Koran, artinya, kita bisa mendapatkan pelanggan dari kalangan menengah ke atas. Dari situlah awal kebangkitan usaha dari Aras.

Pasar garmen setingkat UKM di Makassar saat itu memang masih dikuasai oleh Sony Taylor. Sony eksis sejak tahun 1970-an, dan punya banyak relasi dan pelanggan setia. Kiat  bisnis Sony Taylor itulah yang diikuti M Aras.

Saat awal mendirikan tokonya dia memberi harga khusus untuk para pelanggan loyalnya. Dimana-mana, pelanggan …

Selanjutnya

Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar (Bagian 3)


Kisah Sukses si Tukang Jahit asal Makassar -  Saat awal mendirikan tokonya dia memberi harga khusus untuk para pelanggan loyalnya. Dimana-mana, pelanggan loyal memang harus diberikan apresiasi lebih. Mereka yang setia menjadi pelangganlan yang memberi kita banyak pekerjaan. Karena itulah mereka harus  diberi layanan lebih.

M Aras ini berhasil mendirikan tiga toko garmennya dengan pendekatan berbeda. Hero Taylor yang paling awal didirikan menyasar segmen menengah ke bawah. Sedangkan Emerald yang berdiri tahun 2006 difokuskan bagi pelanggan untuk kalangan executive. Cabang terakhir, yakni Arise', didirikan tahun 2010 lalu di Jalan Pengayoman dikhususkan untuk para pencinta fashion dan juga model terbaru.

Dengan melalui variasi segementasi itu, menurut Aras, akan membuat semua kebutuhan masyarakat mengenai model dan pakaian terkini bisa discover olehnya. Biar pelanggan Aras tidak ada yang lari kemana-mana.

Emerald Executive Taylor menjadi tempat istimewa bagi para pejabat di Sulsel memesan baju. Khususnya baju dinas untuk kantor mereka. Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar memesan baju kebesaran pelantikan mereka, di showroom ini. Tercatat, sudah dua momen pelantikan yakni, Gubernur Sulsel tahun 2008 dan pelantikan Wali Kota Makassar tahun 2009, showroom ini menjadi sasaran. Kostum yang dipakai oleh gubenur memang special diorder di Emerald Taylor.

Kalau kostum dinas harian, Aras rutin mendapatkan order, baik sifatnya perorangan ataupun lembaga. Saat ini Aras sedang mengerjakan pesanan yang berasal dari salah satu instansi di Sulbar.

Sunday, August 5, 2012

Pakaian Muslim Sebagai Konsentrasi Pengembangan IKM [Bagian 1]


Pakaian Muslim Sebagai Konsentrasi Pengembangan IKM - Kementerian Perindustrian telah menetapkan pakaian muslim sebagai salah satu potensi pengembangan industri Kecil Menengah (IKM).

“Karenanya, Pak menteri selalu mengingatkan agar penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) terus ditingkatkan. RI jadi pasar yang besar dengan 235 juta penduduk, dengan puluhan juta pemakai pakaian muslim merupakan peluang yang harus digarap,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Selasa (31/7).

Apalagi, kata dia, produk pakaian produksi Indonesia tak kalah hebat dibanding pakaian berkualitas dunia. Buktinya, busana muslim Indonesia mampu menembus benua Asia hingga Eropa. Hanya saja, sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim belum tertata rapi sehingga sulit mengetahui secara kuantitas nilai ekspor rill.

“Busana muslim sangat potensial. Kita masih prihatin karena baru merupakan bunga yang mekar, tapi belum ada sistem yang membangun itu sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti berapa angka ekspor produk ini.”

Ia menambahkan saat ini yang terjadi di lapangan, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional. Sistem usahanya juga belum benar. Ada pengusaha, desainer, perajin, dan penjahitnya. “Tapi, semua dikerjakan sendiri mulai mendesain menjahit hingga pemasaran. Ekspor juga masih sendiri-sendiri, jadinya suit didata,” papar Euis.

Sejauh ini, daya saing produk busana muslim ‘made in Indonesia’ di pasar Asia dan Eropa sudah baik. …

Selanjutnya

Pakaian Muslim Sebagai Konsentrasi Pengembangan IKM [Bagian 2]


Pakaian Muslim Sebagai Konsentrasi Pengembangan IKM - Apalagi, kata dia, produk pakaian produksi Indonesia tak kalah hebat dibanding pakaian berkualitas dunia. Buktinya, busana muslim Indonesia mampu menembus benua Asia hingga Eropa. Hanya saja, sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim belum tertata rapi sehingga sulit mengetahui secara kuantitas nilai ekspor rill.

“Busana muslim sangat potensial. Kita masih prihatin karena baru merupakan bunga yang mekar, tapi belum ada sistem yang membangun itu sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti berapa angka ekspor produk ini.”

Ia menambahkan saat ini yang terjadi di lapangan, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional. Sistem usahanya juga belum benar. Ada pengusaha, desainer, perajin, dan penjahitnya. “Tapi, semua dikerjakan sendiri mulai mendesain menjahit hingga pemasaran. Ekspor juga masih sendiri-sendiri, jadinya suit didata,” papar Euis.

Sejauh ini, daya saing produk busana muslim ‘made in Indonesia’ di pasar Asia dan Eropa sudah baik. Negara pelanggan busana muslim dari Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina hingga merambah pasar Eropa yaitu Prancis, Turki, dan negara lainnya.

Ke depan, lanjut Euis, pemerintah akan mendorong para IKM ini untuk membangun sistem yang lebih terorganisir dan juga mendukung industri dengan membantu agar mereka bisa meningkatkan daya saing. “Caranya dengan membangun sebuah kompetensi agar supaya pengusaha mode itu punya acuan yang jelas tentang kualitas yang dimiliki.”

Meraup Keuntungan Berlipat Dengan Busana Muslim Family Set [Bagian 1]


Meraup Keuntungan Berlipat Dengan Busana Muslim Family Set - Bulan ramadhan memang selalu membawa berkah bagi para pengusaha. Tidak jarang bermunculan entrepreneur dadakan yang yang mencari income tambahan demi meraup sedikit rupiah. Atau bagi mereka yang memang sejatinya seorang pengusaha, maka bulan Ramadhan sebisa mungkin dimanfaatkan sebagai ajang untuk meraup pedapatan yang berlipat.

Esensi bulan Ramadhan di mana kita menjalankan ibadah shaum/berpuasa yang pada intinya adalah untuk melatih kita untuk bersikap penuh kesederhanaan justru cenderung berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi selama ini. Masyarakat muslim justru cenderung berperilaku lebih komsumtif. Hal ini berimbas pada kenaikan rating penjualan dari kebanyakan pengusaha yang menggeluti bidang kebutuhan sandang dan pangan. Restoran dan tempat makan selalu dibanjiri dengan pengunjung ketika waktu berbuka puasa telah tiba. Tidak ketinggalan para penjual makanan pembuka sekelas penjaja di pinggir jalan turut mendapat income yang cukup menguntungkan.  Selain itu, produsen busana muslim serta makloon jahit pun kebanjiran order.

Berkenaan dengan produk busana muslim, para produsen pakaian pun mulai mengembangkan kreativitas dan memikirkan trik marketing yang jitu demi untuk mendapat pangsa pasar yang lebih besar di bulan Ramadhan. Salah satu trik untuk meraup untung berlipat adalah dengan menjual baju  muslim family set. Baju muslim family set ini adalah baju muslim yang dijual untuk memenuhi kebutuhan busana muslim keluarga dengan desain yang seragam antara warna dan corak. …

Meraup Keuntungan Berlipat Dengan Busana Muslim Family Set [Bagian 2]


Meraup Keuntungan Berlipat Dengan Busana Muslim Family Set - Selain itu, produsen busana muslim serta makloon jahit pun kebanjiran order. Berkenaan dengan produk busana muslim, para produsen pakaian pun mulai mengembangkan kreativitas dan memikirkan trik marketing yang jitu demi untuk mendapat pangsa pasar yang lebih besar di bulan Ramadhan. Salah satu trik untuk meraup untung berlipat adalah dengan menjual baju  muslim family set. Baju muslim family set ini adalah baju muslim yang dijual untuk memenuhi kebutuhan busana muslim keluarga dengan desain yang seragam antara warna dan corak. Kebutuhan untuk tampil seragam dan kompak dalam berbusana ketika merayakan Idul Fitri  menjadi sebuah urgensi di kalangan masyarakat muslim masa kini. Selain mencirikan kekompakan diantara masing-masing anggota keluarga.

Beberapa dari masyarakat muslim yang ingin tampil seragam dengan busana muslim kebanyakan menggunakan jasa butik ataupun Tailor untuk mendesain busana keluarga yang cocok. Tetapi pastinya biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Celah inilah yang terkadang dimanfaatkan oleh para pebisnis busana muslim grosiran untuk memproduksi busana muslim family set dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga Tailor/penjahit. Produk pakaian yang diproduksi secara massal tentunya akan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan dengan memproduksi busana untuk kebutuhan personal seperti yang banyak dijumpai pada butik-butik yang melayani jasa pembuatan pakaian untuk kebutuhan perseorangan. Dikarenakan biaya produksi yang cenderung lebih murah, alhasil untung yang didapat pun berlipat ganda.

Friday, August 3, 2012

Busana Muslim Indonesia Sudah Setara dengan Busana Merk Dunia [Bagian 1]


Busana Muslim Indonesia Sudah Setara dengan Busana Merk Dunia - Produk pakaian buatan Indonesia tak kalah hebat dengan pakaian bermerek di dunia. Busana muslim Indonesia saat ini sudah merambah benua Asia hingga Eropa.

Namun Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim saat ini belum tersusun dengan baik.

"Busana muslim sangat potensial. Kita masih prihatin karena baru merupakan bunga yang mekar, tapi belum ada sistem yang membangun itu sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti berapa angka ekspor produk ini," ungkap IKM di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (31/7/12).

Saat ini yang terjadi di lapangan, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional.

"Sistem usahanya juga belum benar. Ada pengusaha, desainer, perajin, dan penjahitnya. Ini malah dia-dia saja yang mengerjakan. Jadi seksi usahanya seperti apa, kalau ekspor juga masih sendiri-sendiri," tambahnya.

Padahal, Euis mengatakan, daya saing produk busana muslim 'made in Indonesia' di pasar Asia dan Eropa sudah baik. Negara pelanggan busana muslim dari Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina hingga merambah pasar Eropa yaitu Prancis, Turki, dan negara lainnya.

"Ekspor kita ke Malaysia, mereka bawa dengan pesawat AirAsia itu berapa banyak seminggu. Lalu Thailand, Filipina. Kalau Eropa itu Turki dan sudah banyak permintaan dari Prancis, tapi itu dia tidak tercatat," ujarnya.

Selanjutnya

Busana Muslim Mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah [Bagian 1]


Busana Muslim Mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah - Majunya perindustrian busana muslim di Indonesia, membuat Kementerian Perindustrian telah menetapkan pakaian muslim sebagai salah satu potensi pengembangan industri Kecil Menengah (IKM).

“Karenanya, Pak menteri selalu mengingatkan agar penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) terus ditingkatkan. RI jadi pasar yang besar dengan 235 juta penduduk, dengan puluhan juta pemakai pakaian muslim merupakan peluang yang harus digarap,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Selasa (31/7).

Apalagi, kata dia, produk pakaian produksi Indonesia tak kalah hebat dibanding pakaian berkualitas dunia. Buktinya, busana muslim Indonesia mampu menembus benua Asia hingga Eropa. Hanya saja, sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim belum tertata rapi sehingga sulit mengetahui secara kuantitas nilai ekspor rill.

“Busana muslim sangat potensial. Kita masih prihatin karena baru merupakan bunga yang mekar, tapi belum ada sistem yang membangun itu sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti berapa angka ekspor produk ini.”

Ia menambahkan saat ini yang terjadi di lapangan, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional. Sistem usahanya juga belum benar. Ada pengusaha, desainer, perajin, dan penjahitnya. “Tapi, semua dikerjakan sendiri mulai mendesain menjahit hingga pemasaran. Ekspor juga masih sendiri-sendiri, jadinya suit didata,” papar Euis.

Sejauh ini, daya saing produk busana muslim ‘made in Indonesia’ …

Selanjutnya

Busana Muslim Mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah [Bagian 2]


Busana Muslim Mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah - Apalagi, kata dia, produk pakaian produksi Indonesia tak kalah hebat dibanding pakaian berkualitas dunia. Buktinya, busana muslim Indonesia mampu menembus benua Asia hingga Eropa. Hanya saja, sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim belum tertata rapi sehingga sulit mengetahui secara kuantitas nilai ekspor rill.

“Busana muslim sangat potensial. Kita masih prihatin karena baru merupakan bunga yang mekar, tapi belum ada sistem yang membangun itu sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti berapa angka ekspor produk ini.”

Ia menambahkan saat ini yang terjadi di lapangan, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional. Sistem usahanya juga belum benar. Ada pengusaha, desainer, perajin, dan penjahitnya. “Tapi, semua dikerjakan sendiri mulai mendesain menjahit hingga pemasaran. Ekspor juga masih sendiri-sendiri, jadinya suit didata,” papar Euis.

Sejauh ini, daya saing produk busana muslim ‘made in Indonesia’ di pasar Asia dan Eropa sudah baik. Negara pelanggan busana muslim dari Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina hingga merambah pasar Eropa yaitu Prancis, Turki, dan negara lainnya.

Ke depan, lanjut Euis, pemerintah akan mendorong para IKM ini untuk membangun sistem yang lebih terorganisir dan juga mendukung industri dengan membantu agar mereka bisa meningkatkan daya saing. “Caranya dengan membangun sebuah kompetensi agar supaya pengusaha mode itu punya acuan yang jelas tentang kualitas yang dimiliki.”

Wednesday, August 1, 2012

Busana muslim buatan Indonesia Laku di Luar Negeri [Bagian 1]


Busana muslim buatan Indonesia Laku di Luar Negeri - Produk sandang made in Indonesia tak kalah hebat jika dibandingkan dengan pakaian bermerek di dunia. Busana muslim Indonesia saat ini sudah merambah dunia International. Mulai dari benua Asia hingga sampai ke Eropa. Namun sangat disayangkan karena hingga saat ini sistem eksportasi dan penjualan produk busana muslim saat ini belum tersusun dengan baik.

Busana muslim memang sangat potensial. Namun komoditas busana muslim bias diibaratkan sebagai bunga yang baru mekar. Tapi sayangnya belum ada sistem yang membangun komoditas tersebut sehingga pemerintah tidak tahu data yang pasti tentang berapa jumlah angka ekspor untuk produk busana muslim ini.

Fakta yang terjadi di lapangan saat ini, semua sistem eksportasi ataupun penjualan busana muslim di dalam negeri belum tercatat dengan baik dan masih sangat tradisional. Sistem usaha busana muslim juga belum berjalan dengan benar. Seharusnya ada pembagian tugas antara pengusaha, desainer, perajin, dan juga penjahitnya. Namun yang terjadi adalah semua bagian ini dikerjakan oleh satu orang saja.  Sehingga sulit untuk dideteksi, bila ekspor masih dilakukan sendiri-sendiri.

Padahal, daya saing produk busana muslim "made in Indonesia" di pasar Asia dan Eropa sudah sangat baik.  Negara pelanggan busana muslim dari Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina hingga merambah pasar Eropa yaitu Prancis, Turki, dan negara lainnya.

Ekspor busana muslim ke Malaysia misalkan, para pengusaha membawa dagangannya dengan menggunakan pesawat AirAsia itu beberapa kali dalam seminggu. [pk/ya]


Selanjutnya

Fashion ala Jokowi Mulai Diburu


Fashion ala Jokowi Mulai Diburu - Kemeja motif kotak-kotak yang menjadi ciri khas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok, mengalami peningkatan pesanan menjelang Lebaran tahun 2012.

Selain momen menghadapi putaran kedua pemilihan gubernur Jakarta, ternyata animo masyarakat di luar Jakarta terhadap kemeja kotak-kotak khas Jokowi ini meningkat selama bulan puasa.

Beberapa pedagang mengaku kenaikan jumlah pesanan kemeja kotak-kotak tersebut cukup signifikan. Mereka mengatakan, stok kemeja kotak-kotak yang telah dibuatnya sebanyak 2.000 potong sudah semakin menipis.

Menurut pengakuan mereka, setiap harinya lebih dari 30 kemeja laku diborong pembeli yang berkunjung ke gerai mereka. Jumlah tersebut belum termasuk pesanan dari luar kota yang dikirim melalui paket. Untuk menyambut Lebaran tahun ini, para pedagang akan segera menyelesaikan produksi sebanyak 2.000 potong lagi sebagai antisipasi permintaan yang diperkirakan masih akan mengalami peningkatan.

Beberapa dari mereka malah mengaku sempat kewalahan ketika pesanan kemeja kotak-kotak mengalami lonjakan sehingga pria yang telah menekuni usahanya selama 30 tahun tersebut mengerahkan 30 tenaga penjahit untuk menyelesaikan pesanan. Dalam satu hari konveksi-konveksi kecil hanya mampu memproduksi sebanyak 30 potong kemeja dan untuk mengejar target, mereka terpaksa menambah jumlah tenaga penjahit pada bulan puasa ini.

Pembeli dari kemeja kotak-kotak tersebut tak hanya berasal dari simpatisan dan tim sukses pasangan Jokowi-Ahok, tetapi juga masyarakat secara umum di luar Jakarta. Kemeja yang dijual Rp 100.000 hingga Rp 125.000 tersebut juga banyak diminati masyarakat dari sejumlah kota, seperti Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Palangkaraya, Samarinda, dan Papua.

Para pembeli yang datang, rata-rata mengaku kagum dengan sosok Jokowi sehingga rela datang ke Solo untuk membeli kemeja tersebut sebagai bentuk simpati dan sekaligus sebagai cendera mata. Peminat kemeja kotak-kotak yang datang kebanyakan bukan pedagang, melainkan individu dari luar daerah yang memang sedang berburu kemeja ini. [pk/ya]

PBRX memasuki Pasar Ritel [Bagian 3]


PBRX memasuki Pasar Ritel - Demi mengembangkan bisnis ritel, Pan Brothers mengalokasikan dana senilai Rp 35 miliar. Lantaran bisnis ritel ini termasuk lini baru bagi perseroan, maka kendala utamanya adalah persiapan sumber daya manusia. Saat ini Pan Brothers sedang menyiapkan organisasi untuk mendukung hal ter sebut.

Manajemen menyatakan ekspansi bisnis ke sektor ritel tidak akan bersaing dengan merek-merek ternama yang sudah mereka tangani. Pan Brothers akan menyiapkan beberapa segmen, baik kelas atas maupun kelas menengah. Perseroan ini selama ini mengerjakan pakaian jadi sejumlah merek papan atas.

Sebagian besar produk Pan Brothers menyasar pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, Australia, serta beberapa negara di Asia. Sebagai perusahaan dengan eksposur yang besar terhadap kondisi ekonomi global, Pan Brothers tentu rentan terhadap krisis Eropa saat ini.

Menghadapi situasi itu, Pan Brothers mengatur porsi penjualan, dengan menggenjot pasar Asia. Pan Brothers ter catat baru saja mulai memperbesar porsi Asia. Porsi Asia akan naik terus. Saat ini sudah di atas 10% dengan porsi terbesar berasal dari pasar Jepang.

Kapasitas mesin jahit terpasang Pan Brothers dan anak usahanya di 2012 mencapai 13.250 unit mesin. Pada tahun ini, perseroan tengah menyelesaikan pembangunan dua pabrik pakaian jadi di Boyolali Jawa Tengah. Targetnya, pabrik ini selesai Agustus 2012 dan mulai beroperasi pada akhir 2012. Kehadiran pabrik baru berpotensi menambah produksi hingga 15%.

Produksi terpasang secara konsolidasi pada 2012 akan mencapai 42 juta potong per tahun. [pk/ya]


Selanjutnya

PBRX memasuki Pasar Ritel [Bagian 4]


PBRX memasuki Pasar Ritel - Perseroan ini selama ini mengerjakan pakaian jadi sejumlah merek papan atas. Sebagian besar produk Pan Brothers menyasar pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, Australia, serta beberapa negara di Asia. Sebagai perusahaan dengan eksposur yang besar terhadap kondisi ekonomi global, Pan Brothers tentu rentan terhadap krisis Eropa saat ini.

Menghadapi situasi itu, Pan Brothers mengatur porsi penjualan, dengan menggenjot pasar Asia. Pan Brothers ter catat baru saja mulai memperbesar porsi Asia. Porsi Asia akan naik terus. Saat ini sudah di atas 10% dengan porsi terbesar berasal dari pasar Jepang.

Kapasitas mesin jahit terpasang Pan Brothers dan anak usahanya di 2012 mencapai 13.250 unit mesin. Pada tahun ini, perseroan tengah menyelesaikan pembangunan dua pabrik pakaian jadi di Boyolali Jawa Tengah. Targetnya, pabrik ini selesai Agustus 2012 dan mulai beroperasi pada akhir 2012. Kehadiran pabrik baru berpotensi menambah produksi hingga 15%.

Produksi terpasang secara konsolidasi pada 2012 akan mencapai 42 juta potong per tahun.  Pan Brothers menargetkan penjualan tahun ini tumbuh 30% menjadi US$ 320 juta. Tapi manajemen enggan mengungkapkan target laba bersih tahun ini.

Selain membentuk usaha baru di bisnis ritel, Pan Brothers tak lupa mengembangkan bisnis hulu. Anak usaha PBRX, PT Ocean Asia Industri, mulai beroperasi tahun ini dan memiliki pabrik tekstil untuk mengerjakan bahan kaos. Sektor hulu akan melengkapi dan memperkuat posisi Pan Brothers di persaingan industri garmen. [pk/ya]

Dari Jilbab Lukis Kini Menuju Kain Lukis [Bagian 3]


Dari Jilbab Lukis Kini Menuju Kain Lukis - Pusat lukisan biasanya berupa bunga dengan ukuran paling besar. Selanjutnya pelukis harus membuat kreasi lukisan memanjang searah dengan pusat bunga. Kombinasi warna lukisan juga tidak bisa sembarangan, tapi harus mengikuti warna dasar yang dimiliki kain.

Sehingga, untuk menghasilkan kain lukis, tidak sekedar diperlukan kemampuan melukis dan keterampilan menggunakan koas semata.

Besar dan panjang lukisan menyesuaikan busana apa yang hendak dibuat. Menurut Yani, kain lukis bisa dijadikan busana wanita dengan model apapun. Bisa jadi kebaya, abaya, model kaftan, atau gamis, sesuai keinginan. Semua model mengikuti bentuk lukisan.

Belum lama ini, dia menerima pesanan 80 potong kain yang akan dipakai seragam penerima tamu di hajatan seorang pengusaha Solo. Bentuk dan warna lukisan dibuat seusai keinginan pemesan. Dalam waktu dekat untuk kian mengembangkan bisnisnya, Yani berencana meneken memorandum of understanding (MoU) dengan seorang desainer lokal untuk memproses kain lukis menjadi produk garmen siap pakai. Jika tidak ada kendala, MoU siap ditekan pekan depan.

Yani ingin mengembangkan usaha ini terus agar bisa memberi manfaat untuk lebih banyak masyarakat. Ada kemungkinan juga Yani melakukan kerja sama dengan penjahit dari karang taruna setempat. Produk kain lukis Kecacil Production memang sangat cocok digunakan sebagai busana saat Lebaran. Yani mengakui dia sengaja mengambil momentum Ramadan dan Lebaran untuk memasarkan kain lukis. Saat ini, dia mengaku hampir kewalahan memenuhi pesanan. [pk/ya]

Monday, July 16, 2012

MENILAI KUALITAS JAHITAN



MENILAI KUALITAS JAHITAN - Berikut ini beberapa panduan untuk menilai kualitas jahitan kaos:
1. Perhatikan jahitan pada bagian bawah kaos dan pada bagian kerah/rib kaos secara teliti, dari sisi luar dan dalam kaos:
Apakah jahitan RAPI : jarak antar jahitan sama? Jika rapi maka kualitas baik.
Apakah jarak antar jahitan RAPAT: Makin rapat berarti makin baik
2. Perhatikan sisa-sisa benang pada ujung-ujung jahitan: Jahitan yang baik adalah yang rapi, tidak meninggalkan banyak sisa benang yang terurai.
3. Perhatikan sambungan lengan dan body kaos: Jahitan yang baik adalah jika sambungan tepat membentuk persilangan garis (+)  Semakin PRESISI semakin baik.
4. Lihat lebar sambungan kaos, semakin kecil semakin baik.
5. Lihat kerapatan dan kerapian jahitan obras. semakin rapat & rapi semakin baik.

http://kaosologi.wordpress.com

Sunday, July 15, 2012

Tips Memulai Usaha Jahit Pakaian



jahit pakaian
Tips Memulai Usaha Jahit Pakaian - Usaha menjahit saat ini boleh terbilang usaha rumahan yang cuukup mendatangkan penghasilan yang besar. Terutama bagi wanita yang ingni menambah uang belanja dapur. Memiliki keahlian menjahit merupakan suatu keuntungan, namun apabila Anda ingin lebih menekuni usaha menjahit, Anda bisa untuk mengikuti kursus menjahit. Bagi Anda yang ingin membuka usaha jahit pakaian, Ada beberapa Tips memulai usaha jahit pakaian diantaranya yaitu :

Modal, ini digunakan untuk membeli mesin jahit dan alat-alat menjahit. Jika anda memiliki hobi menjahit, tentunya Anda sudah memiliki peralatan ini sendiri dan tidak perlu membeli atau mengeluarkan modal lagi.
Keahlian menjahit, ini modal utama yang harus Anda miliki, jika Anda mulai dari bawah. Tapi Anda juga bisa menggunakan tenaga orang lain untuk menjadi penjahit di tempat Anda.
Promosi, Pastinya jika ingin usaha Anda dikenal orang, Anda harus mempromosikan baik itu lewat teman, brosur atau media internet atau lewat social media.
Kreatif dan selalu mengikuti perkembangan dunia fashion atau mode. Baik itu teknik menjahit atau pun seni tata busana yang baik. Hal ini tentunya berguna bagi para pelanggan Anda yang meminta saran.
Menemukan distributor atau supplier yang tepat, baik itu mesin jahit dan peralatannya. Sehingga pasokan bahan atau alat lainnya tetap tersedia dengan cepat dan tentunya dengan harga yang murah.
Utamakan kepuasan konsumen. Bersikap dengan sabar, teliti dan tekun. Misalnya pengukuran saat fitting memerlukan ketelitian. Jika konsumen kecewa dengan hasil jahitan Anda akan menyebabkan mereka pindah ke penjahit lain.
Dengan tips singkat ini, mudah-mudahan bisa membuat Anda mantap dan percaya diri untuk memulai bisnis menjahit.