Showing posts with label Rubber. Show all posts
Showing posts with label Rubber. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

Jenis-jenis Tinta Sablon


Jenis-jenis Tinta Sablon
Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.
JENIS CAT WATERBASE
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:

CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.
http://kaosologi.wordpress.com/

Monday, June 18, 2012

Sekilas Mengenai Sablon Kaos dengan Aplikasi Discharge

Teknik screen printing/sablon  manual pada kaos diperkirakan muncul pada sekitar tahun 60-an. Sejak saat itu, banyak dikembangkan beragam aplikasi teknik sablon dengan eksplorasi efek dari tinta sablon. Salah satunya adalah teknik Discharge atau yang dikenal oleh para pengrajin sablon lokal dengan nama teknik cabut warna.  Teknik sablon discharge merupakan teknik sablon dengan mengunakan tinta khusus water base(tinta berbahan air) yang memiliki tingkat penyerapan yang tinggi pada kain yang sekaligus berfungsi untuk menghilangkan warna dasar dari bahan kaos dan menggantinya dengan warna sablonan yang mana hasil akhirnya adalah  berupa sablonan yang menyerap masuk ke dalam pori-pori kain sehingga terlihat menyatu dengan bahan kain. Berbeda dengan penggunaan tinta rubber atau GL di mana hasil akhir dari
sablonan akan terlihat kasar dan cenderung hanya menempel di permukaan luar dari bahan kaos. Selain itu, jika diraba akan terasa bahwa sablonan tersebut memiliki kerataan yang sama dengan bahan kaos. Aplikasi Teknik discharge ini akan lebih baik jika digunakan pada bahan kaos cotton 100% karena karakter dasar dari serat cotton adalah higroskopis/ menyerap air dengan baik. Sangat sulit untuk melakukan teknik discharge ini pada bahan kain dengan serat sintetis seperti bahan PE atau Hyget. Hal ini dikarenakan serat yang digunakan pada beberapa bahan kain sintetis berupa plastik yang menyebabkan tinta sulit meresap dan hasil akhirnya akan sama saja seperti sablonan dengan menggunakan sablon rubber. Selain itu, ada baiknya untuk memilih bahan kain yang gelap agar tampilan sablonan lebih terlihat realistis menyatu dengan bahan kaos.

kaos discharge
tampilan sablonan kaos discharge


Terlepas dari kualitas tampilan yang baik dari sablon discharge, teknik ini pun memiliki beberapa kelemahan juga seperti sulitnya untuk mendapatkan akurasi yang tepat ketika proses matching warna pada desain sablonan.  Selain itu cukup sulit untuk menyablon desain dengan tingkat detail yang tinggi dengan jumlah warna yang banyak. Sebaiknya konsultasikan juga mengenai hal ini dengan graphic desainer yang merancang desain sablonan  pada kaos sehingga nantinya didapatkan hasil akhir yang memuaskan. 

Saturday, August 6, 2011

Jenis Cat atau Tinta Sablon Berbasis Air (water base)

Cat sablon berbasis air atau water base diantaranya :
1. Cat Pigmen :
Cat pigmen ini khusus digunakan pada bahan dasar warna putih, tidak bisa digunakan diatas bahan dasar gelap seperti hitam, biru royal, dan yang lainnya. Karena cat pigmen ini tidak memakai bahan yang bisa menyimpan warna tetap.Sehingga dalam proses penyablonan cat pigmen ini selalu terserap oleh serat kain, namu cat pigmen ini hasilnya sangat halus apabila setelah proses pengeringan.
2. Cat GL
Cat GL ini berbasis air dan bisa dugunakan diatas bahan-bahan yang berwarna. Hanya hasil sablon dari cat GL ini agak tebal dan sedikit kasar.
3. Cat Rubber
Cat Rubber ini berbasis air dan sangat banyak digunakan oleh para pengrajin sablon, karena hasil dari cat rubber ini sangat lentur dan elastisnya dapat diandalkan sehingga kelenturan dan keretakannya sangat minimal sekali.

Friday, August 5, 2011

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon II

Melanjutkan dari Cat Sablon Alat Utama Sablon I
Supaya daya lekat lebih kuat di bahan yang kita sablon, biasanya cat PVC ini setelah kita sablonkan, kita harus menimpanya dengan medium yaitu sejenis cat PVC juga yang fungsinya untuk memperkuat daya lekat cat PVC ke bahan yang kita sablon, disamping itu Medium ini berguna untuk mengkilapkan cat PVC sehingga cat PVC yang tyelagh disablonkan akan terlihat mantap, kalau di water base ada yang namanya coating, itu fungsi dan hasilnya sama dengan medium cuma beda basisnya saja.
Selain cat PVC, cat yang berbasis minyak lainnya adalah PLASTISOL tetapi plastisol ini berbeda dengan cat PVC. karena cat jenis plastisol ini tidak perlu kita campur-campur dulu sewaktu akan menggunakannya sebab kekentalan jenis plastisol ini sudah standar, keunggulan dari jenis cat plastisol ini adalah kita dapat memodifikasi hasil sablon, misalnya kalau kita pengen agak tebal hasil sablon, kita bisa mengatur didalam proses pengafdrukannya dengan ketebalan yang kita inginkan, karen cat plastisol ini mempunyai kepadatan yang bagus dibanding dengan cat yang berbasis ait seperti GL, Rubber dan lainnya.
Oh ya.. Keunikan dari cat plastisol ini dia tidak memerlukan pewarna tambahan karena kalau kita membeli cat plastisol ini, sangat instant masing-masing warna sudah tersedia kalo kita menghendaki warna tertentu kita tinggal mencampurnya aja sesuai warna yang diinginkan, cumaaa cat plastisol ini tidak bisa kering dibawah suhu 100 derajat celcius, tetapi kita harus mengeringkannya dengan memakai Hair Drier khusus yang panasnya bisa mencapai 300 derajat celcius.
Kenapa demikian? next Cat Sablon Sebagai Alat Utama Sablon III

Sunday, July 24, 2011

Peralatan Sablon Utama dan Tambahan

Dalam bidang sablon ada beberapa hal yang harus diperhatikan satu diantaranya adalah peralatan sablon utama dan tambahan, master "Q" akan memperkenalkan peralatan-peralatan tersebut yaitu diantaranya :
Peralatan Utama diantaranya :
- Skrin
- Rakel
- Cat
- Meja Sablon
Peralatan Tambahan diantaranya :
- Meja Afdruk

- Lack Coater
- Hair Dryer
- Lem Sablon
- Busa
- Papan Triplek Sablon
- Besi Beban
- Obat Afdruk
- Tuas/ Knok
- Leter T/Siku/kunci
- Film Disain
- Semprotan Air



Beberapa penjelasan singkat dari peralataan-peralatan diatas :
Skrin
Tempat hasil cetakan gambar yang sudah melalui proses afdruk.
Rakel
Alat untuk mencetak gambar dari skrin kebidang yang akan kita sablon seperti kaos, plastik, kertas, tas dan lain sebagainya.
Meja Sablon 
Alas atau dasar untuk meletakan bahan yang akan kita sablon setelah melalui proses pengeleman sablon.
Cat
Pewarna dasar untuk menghasilkan gambar setelah proses sablon dilakukan sesuai dengan kehendak.

Peralatan Tambahan
Meja Afdruk
Alat untuk menempelkan gambar atau film hasuk disain setelah melaui proses pemberian obat afdruk.
Hair Dryer
Suatu alat untuk mengeringkan obat afdruk yang telah kita tempelkan kedalam skrin
Lak Coater
Alat untuk menempelkan obat Afdruk ke dalam skrin
Lem Sablon
Untuk menempelkan bahan yang akan kita sablon diatas meja sablon. setelah proses pengeringan melalui hair dryer  atau alami.
Busa
Untuk menekan skrin ke dasar meja sablon agar lebih merata, sehingga film atau gambar yang akan kita afdruk hasilnya akan lebih sempurna.
Papan Triplek Sablon
Alat bantu busa dalam menekan gambar/film yang akan di tempelkan kedalam srin oleh meja afdruk sebelum diberi beban yang sesui.
Besi Beban
Suatu alat untuk memberi beban atau tekanan diatas papan triplek dan busa agar gambar atau film yang kita afdruk lebih sempurna dan tajam, kare jika tanpa besi beban semua yang akan kita afdruk hasilnya akan sia-sia, oleh karena itu dalam proses afdruk besi beban ini sangat diperlukan.
Obat Afdruk
Obat untuk menempelkan gambar atau disain dari film ke dalam skrin.
Tuas atau Knok
Suatu alat yang sangat diperlukan dalam proses penyablonan sehingga hasil sablon sesuai dengan ukuran atau jarak yang telah ditentukan.
Leter T atau Kunci atau Siku
Suatu alat yang dipasang atau ditempelkan diatas skrin dalam proses penyablonan, agar tiap-tiap warna pada gambar tidak meleset atau melenceng atau lari dari warna-warna lainnya.
Film atau Disain
Sarana untuk menempelkan gambar yang akan memasuki proses afdruk, biasanya film disain ini memakai kertas kalkir, karena kertas kalkir ini akan membantu memudahkan dalam proses afdruk untuk menghasilkan gambar yang sempurna didalam skrin.
Semprotan Air
Untuk membuka gambar setalah proses pengafdrukan dengan memekai air
Harter atau Hardiner
Untuk menguatkan obat afdruk ke kalkir
Hot Press/mesin press
alat ini sangat membantu dalam pengeringan maupun daya rekat cat di atas bahan dasar /kain, khususnya cat GL atau karet(rubber).

CUrring
alat ini sama fungsinya dengan hot press tetapi hanya dikhususkan untuk cat pigmen dan cat plastisol.

KAwat Hekter
Untuk mengikat kain monil pada screen.
Monil
kain khusus yang  tebuat dari benang nylon. Biasa dipakai sebagai alas untuk proses sablon yang terdapat dalam screen