Showing posts with label Transfer Papper. Show all posts
Showing posts with label Transfer Papper. Show all posts

Wednesday, July 25, 2012

Tutorial Membuat Meja Sablon Rotary Sendiri [Bagian 1]

Tutorial Membuat Meja Sablon Rotary Sendiri - Memulai usaha sablon berarti juga harus menyiapkan sebuah meja sablon. Namun kini, harga yang dimiliki meja sablon termasuk sangat tinggi. Mari kita coba untuk berpikir kreatif agar usaha sablon tetap berjalan tanpa terhalang kendala dana. Berikut ini Pakar Konveksi coba bagikan tutorial dalam membuat meja sablon dengan dan yang minim.

Meja sablon putar (meja sablon rotary) buatan pabrik dengan 8 buah screen dan 8 platen saat ini dijual dengan harga sekitar Rp.80 juta. Bujet yang terlalu besar, karena meja sablon tidak berpengaruh banyak pada kualitas sablon yang dihasilkan. Bagi sebagian orang, membuat meja sablon sendiri urung dilakukan karena membutuhkan presisi dan juga keahlian khusus. Namun bila itu bisa menghemat banyak biaya, tidak ada salahnya untuk mencoba membuat sendiri melalui proses trial anda error.

Meja sablon rotary memang sangat praktis dan dapat mempercepat proses sablon terutama sablon separasi (CMYK). Namun tetap saja anda memerlukan keahlian khusus dalam mensetting film, mencari screen dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan meja rotary, dan juga teknik penggunaan bingkai alumunium yang tepat.

Nah, berikut ini adalah tutorial langkah-langkah dalam pemuatan meja sablon sendiri yang lebih murah dan juga ramah terhadap modal awal anda.

1. Ketahui dan juga tentukan mekanisme meja sablon yang kita inginkan. Mungkin teknik sablon manual akan sama saja dimana-mana, namun tentukan teknik sablon yang paling nyaman bagi anda dan dapat menghemat waktu pengerjaan anda nantinya. Jadi, mulailah buat acuan bagaimanakah cara anda melakukan sablon nantinya. [pk/ya]




Tutorial Membuat Meja Sablon Rotary Sendiri [Bagian 2]

Tutorial Membuat Meja Sablon Rotary Sendiri - Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam pembuatan meja sablon rotary sendiri :

1. Ketahui dan juga tentukan mekanisme meja sablon yang kita inginkan. Mungkin teknik sablon manual akan sama saja dimana-mana, namun tentukan teknik sablon yang paling nyaman bagi anda dan dapat menghemat waktu pengerjaan anda nantinya. Jadi, mulailah buat acuan bagaimanakah cara anda melakukan sablon nantinya.

2. Lihatlah produk meja sablon yang beredar di pasaran sebagai literatur referensi anda. Kurangi serta tambahkan beberapa hal agar sesuai dengan gaya sablon anda.

3. Cobalah untuk membuat sketsa kasar yang dilengkapi dengan fungsi masing masing komponen dari meja sablon yang akan kamu buat. Sketsa dapat dibuat dengan tangan ataupun dengan komputer. Sketsa kasar ini akan memberikan acuan anda dalam melakukan perakitan nantinya.

4. Kalkulasikan komponen dasar meja sablon anda dengan tepat. Tambah dan kurangi komponen yang diperlukan berdasarkan kegunaan masing masing komponen. Kurangi komponen komponen yang memiliki fungsi sama. Dan cobalah gunakan komponen yang mudah didapatkan baik di bengkel sparepart onderdil mobil, motor ataupun material bangunan.

5. Yang diperlukan oleh anda adalah, mencoba untuk membuat bagian papan sablon, screen clamp yang dapat bergerak memutar sendiri-sendiri.

Pada artikel selanjutnya, mari kita lihat bahan-bahan dasar yang diperlukan dalam pembuatan meja sablon, tambahkan beberapa komponen yang memang anda perlukan, agar sesuai dengan gaya mensablon anda. [pk/ya]


Sunday, July 15, 2012

Jenis-jenis Tinta Sablon


Jenis-jenis Tinta Sablon
Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.
JENIS CAT WATERBASE
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:

CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.
http://kaosologi.wordpress.com/

Monday, June 25, 2012

Kaos unik Spy Camera


kaos spy cam
Kaos unik Spy Camera. Bagi anda yang menyukai film action pasti sangat familiar dengan karakter James  Bond.  James bond merupakan salah satu film legendaris yang bercerita tentang seorang mata-mata dari Inggris yang pada setiap aksinya selalu dilengkapi dengan berbagai gadget yang canggih untuk memudahkan aksinya.  Kita dibuat terkesima dengan berbagai kecanggihan teknologi yang digunakan oleh agen 007, baik untuk mendukung aksi penyamaran, maupun ketika berhadapan dengan musuh.
Di era serba canggih ini, manusia terus berkreasi dengan kecanggihan teknologi dengan tujuan untuk membuat segala hal menjadi mudah dan praktis. DIsadari atau tidak, kita sudah dimanjakan dengan berbagai gadget yang memudahkan kita untuk mngerjakan pekerjaan sehari-hari. Kali ini
kita tidak akan membahas mengenai teknologi gadget yang dikombinasikan dengan kebutuhan fashion. Thinkgeek adalah sebuah supplier yang memproduksi gadget-gadget unik yang dipasarkan secara online. Salah satu gadget yang menarik perhatiaan saya adalah kaos unik spy camera. Seperti kita ketahui bersama, perkembangan teknologi audio dan visual akhir-akhir ini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Mengenai perkembangan audio visual, banyak vendor yang bergerak di bidang teknologi audio visual yang yang berkreasi untuk menciptakan alat yang hampir mirip seperti gadget-gadget yang sering kita lihat dalam film James Bond. Beberapa tahun belakangan kita mulai mengenal teknologi audio visual yang hampir difungsikan sebagai gadget untuk seorang agen mata-mata. Misalnya saja teknologi Pen cam di mana sebuah pulpen biasa dilengkapi dengan komponen elektronik tertentu sehingga mampu mengabadikan gambar/potret secara diam-diam.




Kali ini kita tidak akan membahas mengenai teknologi gadget audio visual yang dikembangkan sekaligus dengan sesuatu yang berhubungan dengan fashion. Adalah Thinkgeek, sebuah supplier yang memasarkan gadget-gadget unik secara online. Salah satunya adalah Kaos spy cam. Secara umum, tampilan kaos ini tidak berbeda dengan kaos-kaos biasa yang kita lihat di pasaran. Namun, kaos yang satu ini dilengkapi dengan teknologi kamera shutter yang dipasangkan pada bagian dalam kaos

Kaos Spy camera ini memiliki lensa fokus kecil  yang disamarkan dengan desain gambar pada kaos dengan kemampuan mengambil sekitar 150 gambar dengan resolusi gambar 640x480. Kamera portable yang disematkan pada kaos ini menggunakan tipe baterai AAA dan menggunakan teknologi kabel shutter yang dapat disimpan dalam saku celana dan akan mengeluarkan vibrasi pada saat anda mengambil gambar. Selain itu hasil gambar yang telah anda abadikan dapat ditransfer ke media elektronik seperti komputer menggunakan kabel USB.


Tuesday, June 19, 2012

Beberapa Tips Penting Sebelum Memulai bisnis Kaos

Beberapa Tips Penting Sebelum Memesan Kaos.Berbisnis kaos memang bisa dibilang susah-susah gampang. Menjamurnya distro dan Factory outlet di mana-mana menyebabkan persaingan pasar semakin tinggi. Jika anda berminat untuk memproduksi kaos dengan brand sendiri, berikut ada beberapa tips singkat untuk memberikan gambaran bagaimana sebuah proses produksi kaos dari awal hingga proses akhir hingga terbentuk sepotong kaos.


1. Pengetahuan mengenai jenis bahan kaos

Bagi anda yang memang masih awam mengenai jenis-jenis bahan kaos, ada baiknya untuk sering-sering berkunjung ke toko kain di daerah anda, setidaknya untuk mencari info mengenai bahan-bahan apa saja yang umum digunakan untuk mempoduksi kaos. Usahakan untuk membeli kain di toko yang cukup terpercaya. Kadang-kadang ada saja ulah jahil penjual kain yang menawarkan jenis bahan kain yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya saja anda yang hendak membeli kain cotton combed malah ditawari untuk membeli kain cotton carded. Bagi mereka yang masih awam mengenai kain, pastilah sangat sulit untuk membedakan antara kain cotton combed dan carded karena keduanya memang berasal dari bahan serat yang sama dan memiliki tekstur kain yang cenderung mirip. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan kualitas diantara keduanya, di mana kualitas kain cotton combed lebih baik daripada cotton carded. Konsultasikan juga mengenai masalah seberapa banyak kain yang akan anda beli sesuai dengan kebutuhan produksi. Jangan lupa untuk membeli bahan rib kaos yang biasa digunakan untuk membuat potongan pada lingkaran leher.  Silakan melihat-lihat artikel-artikel kami mengenai jenis-jenis bahan kain sekedar untuk menambah wawasan anda mengenai hal tersebut.

2. Size Kaos

Jika anda yang memang berniat umtuk menjalankan bisnis kaos anda sendiri, maka permasalahan size ini pun harus diperhatikan. Konsultasikan masalah ini dengan makloon konveksi jahit yang anda percaya. Ada baiknya untuk menggunakan jasa makloon jahit yang memang expert dan spesialisasinya adalah produksi kaos. Jika pangsa pasar anda adalah kalangan muda, menggunakan size standar distro/clothing akan lebih baik. Biasanya size kaos distro rationya akan sedikit diperkecil daripada ukuran kaos standar nasional sehingga tampilan kaos terlihat lebih casual dan indies(istilah anak gaul).

3. Desain tampilan kaos

Desain tampilan pada kaos dapat dikategorikan menjadi 2 sub bagian yaitu, tampilan variasi bentuk kaos dan  desain gambar pada kaos. Misalnya kaos dengan variasi kerah V( V Neck), kaos raglan dan lain-lain. Selain itu hal yang penting juga adalah desain gambar yang nantinya akan disablon pada kaos. Beruntung bagi anda yang memiliki sedikit skill mengenai desain grafis/teknik olah gambar menggunakan software tertentu sehingga anda sendiri dapat berkreasi mendesain gambar sesuai dengan keinginan anda. Software yang umum digunakan adalah software coreldraw dan Adobe Ilustrator untuk software pengolah gambar yang berbasis vector, Sedangkan Sofware Adobe Photoshop untuk  gambar berbasis pixel. Bagi anda yamg memang tidak memiliki skill mengenai desain grafis, mungkin anda perlu menyewa jasa desainer grafis untuk masalah yang satu ini. Usahakan juga untuk berkonsultasi mengenai desain gambar yang anda inginkan secara detail mengenai masalah banyaknya warna beserta ukuran desain gambar. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada proses sablon kaos anda. Kesalahan dalam pembuatan desain gambar akan bepengaruh fatal terhadap hasil sablonan. Mengenai hal ini, dibutuhkan komunikasi antara desainer grafis dan pengrajin sablon. 


4. Pemotongan bahan Kain

Pemotongan bahan ini biasanya dilakukan oleh makloon jahit untuk membuat pola dasar busana yang masih berbentuk kain utuh. Pada kaos, biasanya potongan kaos terdiri dari potongan kaos bagian depan dan belakang. Setelah proses pemotongan selesai, maka anda dapat membawa potongan bahan kaos tersebut untuk nantinya diserahkan kepada pengrajin sablon. 

5. Proses Sablon

Pada tahapan ini, desain gambar yang telah dibuat akan dicetak pada kaos. Terdapat beberapa teknik sablon manual yang umum digunakan oleh para pengrajin sablon. Berikan penjelasan yang rinci kepada pengrajin sablon mengenai bagaimana hasil akhir yang anda inginkan dari sebuah produk kaos yang akan anda produksi. Apakah desain tersebut akan menggunakan variasi sablon standar, atau anda menginginkan tampilan yang beda dari tampilan kaos anda. Mengenai Hal ini silakan cek artikel-artikel kami yang membahas mengenai teknik sablon dan variasinya.

6. Minimum ordering

Dalam bisnis konveksi, kuantitas barang yang dipesan akan sangat berpengaruh terhadap harga. Semakin banyak yang anda pesan, maka akan semakin murah harganya. untuk awalnya, usahakan untuk memproduksi kaos minimal 4-5 lusin untuk sebuah desain. Kuantitas tersebut dirasa cukup aman untuk anda yang baru terjun ke dunia bisnis kaos.






Monday, June 18, 2012

Sekilas Mengenai Sablon Kaos dengan Aplikasi Discharge

Teknik screen printing/sablon  manual pada kaos diperkirakan muncul pada sekitar tahun 60-an. Sejak saat itu, banyak dikembangkan beragam aplikasi teknik sablon dengan eksplorasi efek dari tinta sablon. Salah satunya adalah teknik Discharge atau yang dikenal oleh para pengrajin sablon lokal dengan nama teknik cabut warna.  Teknik sablon discharge merupakan teknik sablon dengan mengunakan tinta khusus water base(tinta berbahan air) yang memiliki tingkat penyerapan yang tinggi pada kain yang sekaligus berfungsi untuk menghilangkan warna dasar dari bahan kaos dan menggantinya dengan warna sablonan yang mana hasil akhirnya adalah  berupa sablonan yang menyerap masuk ke dalam pori-pori kain sehingga terlihat menyatu dengan bahan kain. Berbeda dengan penggunaan tinta rubber atau GL di mana hasil akhir dari
sablonan akan terlihat kasar dan cenderung hanya menempel di permukaan luar dari bahan kaos. Selain itu, jika diraba akan terasa bahwa sablonan tersebut memiliki kerataan yang sama dengan bahan kaos. Aplikasi Teknik discharge ini akan lebih baik jika digunakan pada bahan kaos cotton 100% karena karakter dasar dari serat cotton adalah higroskopis/ menyerap air dengan baik. Sangat sulit untuk melakukan teknik discharge ini pada bahan kain dengan serat sintetis seperti bahan PE atau Hyget. Hal ini dikarenakan serat yang digunakan pada beberapa bahan kain sintetis berupa plastik yang menyebabkan tinta sulit meresap dan hasil akhirnya akan sama saja seperti sablonan dengan menggunakan sablon rubber. Selain itu, ada baiknya untuk memilih bahan kain yang gelap agar tampilan sablonan lebih terlihat realistis menyatu dengan bahan kaos.

kaos discharge
tampilan sablonan kaos discharge


Terlepas dari kualitas tampilan yang baik dari sablon discharge, teknik ini pun memiliki beberapa kelemahan juga seperti sulitnya untuk mendapatkan akurasi yang tepat ketika proses matching warna pada desain sablonan.  Selain itu cukup sulit untuk menyablon desain dengan tingkat detail yang tinggi dengan jumlah warna yang banyak. Sebaiknya konsultasikan juga mengenai hal ini dengan graphic desainer yang merancang desain sablonan  pada kaos sehingga nantinya didapatkan hasil akhir yang memuaskan. 

Monday, June 11, 2012

Sekilas Mengenai Heat Press Transfer Sablon Kaos

mesin heat press
Mesin Heat Press sablon kaos ini terlebih dahulu dikenal di Indonesia sebelum kemunculan mesin DTG (Direct TO Garment) yang sekarang ini mulai marak digunakan oleh pengusaha lokal yang bergerak di bidang produksi busana, khususnya kaos. Mesin ini bekerja dengan memanfaatkan sistem panas yang dihasilkan dengan temperatur tertentu yang dalam proses pengerjaannya. Untuk memproduksi sebuah kaos dengan mesin ini dibutuhkan kertas khusus(Inkjet Transfer Paper) sebagai medium untuk memindahkan gambar desain yang nantinya akan disablon pada kaos dengan metode heat press (pemanasan). kemudian, inkjet printer sebagai media untuk mencetak gambar desain yang diinginkan pada transfer paper. Proses pengerjaannya pun terbilang cukup simpel. Sebagai langkah awal, carilah desain gambar ingin anda gunakan
terlebih dahulu. Atau bagi anda yang memiliki sedikit kemampuan mengolah grafik, anda dapat membuat kreasi gambar anda sendiri melalui software pengolah gambar yang umum digunakan seperti Coreldraw atau Adobe Photoshop. Kemudian save desain gambar anda dalam format image. Lalu anda print desain anda dengan menggunakan kertas transfer paper. Tahap terakhir adalah proses heat press di mana transfer paper yang telah diprint dengan gambar yang anda inginkan  ditempelkan pada bagian kaos yang terlebih dahulu sudah direntangkan paada bagian bawah mesin heat press. Kemudian bidang pada bagian atas Mesin Heat press ini ditekan ke bawah hingga menekan kaos sekaligus transfer paper dan melalui proses pemanasan dengan suhu tertentu, maka desain gambar yang tadinya tercetak pada kertas transfer dapat diserap oleh bahan kaos. Biasanya Mesin heat press ini sudah dilengkapi dengan timer alert yang otomatis menentukan waktu yang dibutuhkan dalam proses heat press. Pada proses sablon manual, mesin heat press ini digunakan pada proses finishing ketika sebuah kaos sudah selesai disablon. Kaos yang sudah melewati proses pengeringan, kembali di press pada mesin heat press untuk memperkuat penyerapaan tinta sablon pada kaos. 

Tuesday, August 2, 2011

Transfer Paper Sebagai Pengganti Sablon Manual

Transfer paper merupakan suatu alternative untuk para pengguna sablon manual untuk mempercepat produksi, walaupun hasil kurang maksimal dan hasil terlihat tidak ada seni didalamnya tetapi transfer paper ini sangat berguna dibidang konveksi, untuk mengejar deadline dan jumlah pesanan sangat banyak sekali, seringkaling transfer paper digunakan untuk membuat kaos pesanan dari partai politik, dengan jumlah ribuan bahkan ratusan ribu, transfer paper ini sangat membatu bagi para pebisnis dibidang konveksi, meski keuntungan kecil tetapi karena jumlah pesanana yang sangat banyak maka keuntungan dapat di perhitungkan.
syarat yang harus dilakukan untuk penggunaan transfer paper adalah sebagai berikut:
- Bahan yang digunakan harus PE (polyester)
- membuat setting di percetakan dengan mode CMYK
- Menyediakan hot prees atau mesin press

Tuesday, July 26, 2011

Membuat dan Memproduksi Kaos Distro

Setidaknya ini adalah proses sederhana bagaimana membuat sebuah distro kemeja. Tampaknya sederhana, tapi perlu ketekunan membuat kemeja karena tidak dapat sewenang-wenang sebagai distribusi t-shirt membuat pemilihan.
1. Memilih Bahan
Untuk bahan, saya sarankan Anda membuat dari kapas disisir. Mengingat distribusi kekuatan di samping t-shirt desain dalam bahan berkualitas. Mengapa demikian, karena kaos itu adalah distribusi lebih tersegmentasi? Kebanyakan orang yang punya uang dan membeli
berpendidikan. Jadi jangan main-main ketika mencari materi.
2. Pemotongan
Setelah bahan diperoleh, kemudian dipotong menurut ukuran, dapat S, M atau L dan XL. Cinta-cinta ini. Jika Anda ingin memulai, mulai dari All Size pertama atau L direproduksi. Juga, tidak membuat massa, membuat edisi terbatas dan menentukan pasar.
3. Desain
Hmmm, ini adalah bagian yang menarik. DESAIN. Perlu inspirasi dan pemahaman yang baik tentang kebutuhan pelanggan. Jika desain dapat menangkap keinginan pasar, yakinlah terlepas dari produk akan terjual habis. Ada dua alat penting, pertama tentang seluk-beluk desain, alat kedua. Menguasai Photoshop + Corel, yang juga mungkin ingin sedikit rumit ke dalam Adobe Illustrator. Saya sangat senang dengan Photoshop + Corel. Dua orang sudah cukup, hal yang paling penting adalah dirancang. Ada 3 yang perlu dirancang, logo, kemasan dan gambar T-shirt. Ketiga sangat penting
4. Pencetakan
Layar-pencetakan dapat dikelola sendiri atau membiarkan seseorang untuk melakukannya. Ada berbagai teknik sablon, mulai dasar air untuk gradasinya. Pilih kemeja tukang sablon yang berpengalaman.
5. Penjahitan
Setelah mencetak, baru menjahit. Penjahit berpengalaman untuk menjahit kemeja, t-shirt biarkan tahan lama dan tidak robek saat digunakan dalam gerakan. Kualitas jahitan dapat dilihat dari kerapian dan kepadatan jahitan.
6. Pengemasan
Untuk terlihat cantik, membuat kemasan bagus, kemasan yang unik akan membantu pemasaran t-shirt.
Ok, mudah-mudahan yang akan membantu kita mendapatkan industri pakaian. Jangan lupa, pemasaran, pemasaran dan pemasaran.

Sunday, July 24, 2011

Sejarah Master/Pakar Sablon BAB I

Inilah awal muasal master "Q" Sablon, bisa disebut sebagai master dalam bidang seni sablon. 1992 Master "Q" baru lulus dari sekolah teknik mesin jurusan Automotif yang tepatnya di STM DCB jurusan Automotif, tetapi sekarang sudah berganti nama menjadi SMK PERSIT KARTIKA CANDRA di daerah Bandung. Setelah master "Q" lulus sekolah STM, disanalah awal dari perjuangan hidup master "Q" dimulai dari mencari perusahaan dibidang automotif, master "Q" mencari lowongan pekerjaan dan melamarnya, tetapi keberuntungan masih belum memihak, hasil massih nihil, panggilan dari perusahaan yang dilamarpun masih tidak ada hasilnya. alhasil selama satu tahun master "Q" menikmati masa pengangguran. setelah itu pada bulan juni 1993 master "Q"
mencoba menambah ilmu dengan mengambil bidang yang lain selain dari jurusan ketika STM ditekuni. Master "Q" mencoba kursus komputer, maklum pada tahun 1993 ilmu tentang komputer masih berbasis DOS belum secanggih sekarang, ketika itu master "Q" mengambil DOS,WS,DBASE,LOTUS sebagai mata pelajaran kursusnya. setelah master "Q" lulus selama 3 bulan, master "Q" semakin percayadiri untuk memasukan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan , dengan berbekal ilmu tambahan yang master "Q" miliki yaitu ilmu komputer, tetapi hasil masih tetap sama, walaupun sertifikat komputer telah master "Q" dapat. Master "Q" mengalami sedikit frustasi karena segala usaha dan upaya telah dilakuakan oleh master "Q" alhasil Master "Q" menjadi pengangguran lagi.
Setelah kegagalan berkali-kali yang telah dialami, master "Q" tidaklah 100% diam atau menganggur, master "Q" mencoba mendatangi beberapa........ sejarah BAB II