Fathiyya collection chic'k stuff - Busana muslim dan busana tunik serta busana gamis- pokonya busana perwanitaan kami buat dan kami distribusikan
Showing posts with label busana. Show all posts
Showing posts with label busana. Show all posts
Tuesday, July 3, 2012
Monday, June 18, 2012
Busana Batik Kudus Dengan Custom Painting (Bagian 2)
Busana Muslim Bandung - Warna warna alami terpadu dengan cantik dalam lukisan di atas kain yang dibuat oleh Agnes Budhisurya. Selain melukis, Agnes juga menampilkan 41 koleksi busana terbarunya yang diolah dari kain batik, sutra dan juga katun. Koleksi Agnes terdiri atas gaun cocktail dan gaun sederhana untuk keperluan sehari hari. Namun bila kita perhatikan sekilas, gaun gaun buatan agnes tidak tampak seperti busana siap pakai.
Lima puluh persen koleksi yang ditampilkan Agnes merupakan model painting custom. Dan khusus untuk kebaya dan batik yang ditampilkannya merupakan koleksi busana siap pakai.
Dalam fashion show tersebut Agnes menyuguhkan sebuah pertunjukkan yang unik dimana ia melukis seekor burung merak dan juga selembar daun tembakau dalam selembar kain yang besar. Bersamaan dengan proses melukis yang Agnes lakukan, para model berlenggok di atas catwalk memamerkan busana karya dari Agnes. Parade busana koleksi Agnes ini dibagi ke dalam empat buah segmen yang menceritakan dan menggambarkan keceriaan dalam menyambut panen.
Pada segemen pertama, Agnes menggambarkan keindahan dari langit biru yang cerah. Busana dengan warna gradasi biru, putih dan juga abu abu ditampilkan dalam potongan busana yang simpel dan sederhana. Beberapa busana dengan potongan simpel yang kaya warna dipadu dengan celana panjang dan juga bolero.
Tidak hanya itu, tunik model model baru yang kaya warna dengan panjang selutut juga turut menampilkan keindahan nya. Agnes mengaku mengurangi detail pada busana karyanya saat ini karena ingin menunjukkan keindahan warna pada kain yang dia gunakan. Adapun detail yang digunakan adalah embroidery dan lukisan pada busananya sendiri. Walaupun payet saat ini sedang populer, namun untuk busana Agnes, tidak ada payet sama sekali.
Busana Batik Kudus Dengan Custom Painting (Bagian 1)
Busana Muslim Bandung – Batik merupakan sebuah komoditi kebudayaan yang sangat populer di Indonesia dan bahkan di dunia. Batik memberikan nilai etnik yang kuat pada busana yang menggunakannya sebagai bahan dasar. Bahkan kini, batik sudah diakui dunia sebagai ciri khas dari kebudayaan Indonesia.
Batik di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Hampir setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas kain batiknya sendiri. Namun hingga saat ini, kain batik yang paling digemari dan paling populer di antara pecinta batik adalah batik batik yang berasal dari Solo, Yogya dan juga Cirebon.
Sedangkan batik batik yang berasal dari daerah lain kurang populer bahkan nyaris terlupakan. Salah satu batik yang nyaris terlupakan namun memiliki kualitas yang baik adalah batik yang berasal dari Kudus.
Sebuah acara fashion show dengan konsep menarik dan untuk diadakan di Hotel Shangri-La, Jakarta. Fashion Show ini diadakan untuk mengangkat citra batik kudus di mata para pecinta batik lokal dan international. Fashion Show ini menyuguhkan tema live painting yang unik dan berbeda.
Penggagas acara fashion show ini bekerja sama dengan banyak desainer dari banyak style dan ciri khas yang kuat agar batik kudus dapat digunakan oleh pecinta kain batik di banyak kesempatan. Diharapkan hal ini nantinya dapat menambah nilai guna dari batik kudus.
Keindahan batik kudus terlihat jelas pada pertujukan melukis batik di atas kain yang dilakukan oleh seorang desainer bernama Agnes Budhisurya. Lukisan yang diciptakannya mengangkat tema panen dan tembakau. Inspirasi lukisan ini berasal dari kehangatan sinar matahari yang menyinari area pesawahan siap panen. Pancaran sinar matahari di langit biru yang berawan menghasilkan kilau butir emas ketika menyentuh bulir bulir padi yang sudah siap panen terlihat jelas pada lukisan tersebut.
Bersambung
Sunday, June 17, 2012
Olimpiade London 2012 Sebagai Sarana Bisnis Busana
Busana Muslim Bandung - Olimpiade London 2012 tidak lama lagi akan segera digelar. Menjelang pagelaran Olimpiade London 2012 in, berbagai pernak pernik Olimpiade diluncurkan guna memeriahkan pesta multi cabang olahraga terbesar di dunia saat ini.
Olimpiade merupakan sarana bisnis yang baik bagi banyak kalangan, baik itu dari kalangan pengusaha minuman energi, minuman ringan, produk kesehatan hingga banyak pengusaha konveksi dan juga perancang busana yang memanfaatkan momen ini untuk memasarkan produk hasil karya mereka.
Tengok saja bagaimana Stella McCartney secara khusus meluncurkan sebuah produk busana yang mengambil tema Olimpiade London 2012.
Tidak ketinggalan dengan Stella, Gucci juga turut memeriahkan persaingan bisnis dalam roda ekonomi olimpiade dengan meluncurkan aksesoris khusus untuk Olimpiade London 2012. Rumah mode asal Italia itu merilis produk aksesoris bernama Olympic. Produk dari Gucci itu berupa sepatu, tas olahraga, dompet, kacamata dan juga jam tangan.
Meski produk produk buatan Gucci memiliki kesan sporty, namun produk besutan Gucci tetap tampil trendy dan menarik. Jangan lupakan logo yang menjadi ciri khas Gucci, menandakan produk itu berkelas dunia.
Olimpiade memiliki gema hingga ke seantero dunia termasuk ke Indonesia, sehingga kita sebagai pengusaha busana muslim ataupun busana kontemporer lainnya, dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan massa penjualan produk milik kita. Olimpiade walaupun merupakan event olahraga yang kurang dilirik di Indonesia namun tetap memiliki pasarnya sendiri.
Selain olimpiade banyak event yang dapat kita jadikan sebagai ajang meningkatkan penjualan, sehingga kita harus lebih melek dan memperhatikan perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Olimpiade merupakan sarana bisnis yang baik bagi banyak kalangan, baik itu dari kalangan pengusaha minuman energi, minuman ringan, produk kesehatan hingga banyak pengusaha konveksi dan juga perancang busana yang memanfaatkan momen ini untuk memasarkan produk hasil karya mereka.
Tengok saja bagaimana Stella McCartney secara khusus meluncurkan sebuah produk busana yang mengambil tema Olimpiade London 2012.
Tidak ketinggalan dengan Stella, Gucci juga turut memeriahkan persaingan bisnis dalam roda ekonomi olimpiade dengan meluncurkan aksesoris khusus untuk Olimpiade London 2012. Rumah mode asal Italia itu merilis produk aksesoris bernama Olympic. Produk dari Gucci itu berupa sepatu, tas olahraga, dompet, kacamata dan juga jam tangan.
Meski produk produk buatan Gucci memiliki kesan sporty, namun produk besutan Gucci tetap tampil trendy dan menarik. Jangan lupakan logo yang menjadi ciri khas Gucci, menandakan produk itu berkelas dunia.
Olimpiade memiliki gema hingga ke seantero dunia termasuk ke Indonesia, sehingga kita sebagai pengusaha busana muslim ataupun busana kontemporer lainnya, dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan massa penjualan produk milik kita. Olimpiade walaupun merupakan event olahraga yang kurang dilirik di Indonesia namun tetap memiliki pasarnya sendiri.
Selain olimpiade banyak event yang dapat kita jadikan sebagai ajang meningkatkan penjualan, sehingga kita harus lebih melek dan memperhatikan perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Thursday, June 14, 2012
Busana Renda Kesukaan Kate Middleton
Busana Muslim Bandung - Dari sekian banyak perempuan yang hidup di muka bumi, setiap individunya pastilah mempunyai selera fashion yang berbeda satu sama lainnya. Bisa sebagai penyuka bahan bahan lembut ataupun motif ber bunga. Namun Kate Middleton kini tampaknya telah menemukan selera miliknya sendir. Kate Middleton ternyata menggemari fahion dengan aksen renda.
Istri Pangeran William yang kini berusia 30 tahun tersebut setidaknya sudah telihat sebanyak empat kali di depan publik dengan busana renda yang dikenakannya. Dan Kate terlihat sangat menawan dalam busana renda nya.
Pertama kali terlihat pada hari pernikahannya. Saat itu Kate memukau warga dunia kala melangkah keluar di Westminster Abbey. Kate Middleton saat itu mengenakan gaun renda buatan tangan Alexander McQueen karya Sarah Burton. Ini jelas menunjukkan bahwa Duchess of Cambridge memang merasa nyaman dalam balutan renda.
Gaun pernikahan McQueen merupakan gabungan antara korset Perancis dengan renda Chantilly dan juga renda Cluny dibuat dengan tangan oleh Royal School of Needlework di Hampton Court Palace.
Setelah itu, Kate terlihat mengenakan gaun renda saat melakukan tur kerajaan ke Kanada pada tahun lalu. Kate terlihat mengenakan gaun biru tua berbahan renda Cecile dari London karya desainer yang berasal dari Kanada bernama Erdem Moralioglu.
Alice Temperley adalah seorang desainer yang berasal dari Somerset, Inggris. Desainer ini dikenal dengan gaun malamnya yang bernuansa romatis. Dan busana karya desainer ini juga menjadi pilihan dari Kate MIddleton. Kate terlihat mengenakan gaun karya Temperley pada peluncuran perdana film War Horse karya Steven Spielberg. Acara ini dihadiri oleh Kate Middleton pada Januari tahun ini, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 30 tahun. Tak pelak penampilannnya yang elegan langsung mencuri perhatian publik sekitar yang melihatnya.
Dan yang terakhir adalah gaun emas pucat buatan McQueen. Kate mengenakan gaun karya McQueen di saat perayaan Diamond Jubilee di Katedral St Paul. Membingkain tubuh langsing Kate, gaun ber renda tersebut tampak manis dengan tambahan pita di bagian pinggang.
Membawa Busana Tenun Menembus Pasar Dunia (bagian 4)
Busana Muslim Bandung - Contohnya saja bila tiba musim mengawinkan anak. Maka di musim tersebut seluruh kegiatan menenun dapat berhenti sehingga menghambat kontinuitas produksi kain tenun. Alasan yang dipergunakan bisa karena mereka ikut mengurusi perkawinan perkawinan itu ataupun sekedar menghadirinya. Oleh karenanya, dalam pembinaan yang Chossy lakukan, Chossy dan timnya harus juga memerhatikann hal tersebut.
Inti dari ini semua adalah kain tenun harus dibuat lebih fleksibel dengan komposisi modern sehingga elemen elemen yang terdapat di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk memperkaya busana masyarakat banyak, baik di dalam negeri maupun seluruh dunia. Jika banyak yang memerlukan kain tenun maka proses produksi kain tenun bisa langsung dimulai dan akan berujung pada peningkatan pendapatan para pengrajin tenun.
Chossy sebenarnya pernah sekali diprotes oleh para pelestari kain tenun tradisional. Mereka tidak stuju bila kain yang mereka gunakan dipotong-potong seperti yang Chossy Latu lakukan. Namun protes ini dia jawab dengan karya karya yang lebih membumi. Hasilnya memang dahsyat dan memiliki cita rasa yang tinggi. Akhirnya dibuktikan Chossy dengan bisa hadir di panggung dunia dalam standar yang seharusnya.
Songket palembang tanpa prada emas, tenun garut, songket sambas, sutra makassar, endek bali, bergantian tampil di panggung "cat walk" itu. Lampu-lampu memberi impresi dan fantasi sejati di antara lenggak-lenggok kaki para peragawati.
Musik yang mengalun dan berupa paduan antara komposisi Chopin dan gamelan Bali disambut oleh Tepuk tangan membahana hingga hadirin harus berdiri agar bisa memuaskan penghargaan mereka kepada Chhossy Latu dan kawan akwan. Dan akhirnya, berkat Chossy Latu, kini dunia lebih memaknai dan memberi tempat tersendiri terhadap kain tenun Indonesia.
Membawa Busana Tenun Menembus Pasar Dunia (bagian 3)
Busana Muslim Bandung - Peragaan busana tersebut diadakan tidak hany mengangkat kain tenun namun juga kebudayaan Indonesia lainnya, karena peragaan adi busana tersebut diberikan latar Gending Sriwijaya, Ronggeng Blantek dari Jakarta, tari Panji Semirang dan juga tari Gandrung. Diharapkan dengan mengkombinasikan beberapa unsur budaya Indonesoa, para hadirin yang semuanya merupakan kalangan elit Wina, dapat melihat dari dekat kekayaan produk budaya Indonesia yang kemudian bisa menjadi sumber inspirasi mereka di masa yang akan datang.
Tidak Cuma cukup sampai membuat para pengunjung terpesona akan kekayaan warisan budaya Indonesia. Chossy dan kawan kwan juga memiliki cita cita dalam melestarikan kain tenun ini sehingga bisa sejajar dengan busana atau tekstil mancanegara yang lebih dulu dikenal di ranah adi busana dunia. Namun terdapat sebuah masalah yang terjadi yaitu dengan banyaknya penenun kain tradisional ini yang masih belum sejahtera. Maka cara pendahuluan yang Chossy lakukan adalah dengan mendorong dan mengenalkan kain tenun ini pada masyarakat elit di benua Eropa.
Chossy ingin membuktikan bahwa kain tenun bisa dipakai dalam kegiatan keseharian. Saat memberi keterangan kepada pers pun, dia memakai kain tenun endek khas Bali kelabu dengan jenis tekstil yang memiliki kesan lebih santai. Tanpa berusaha untuk mengurangi kekhususan kain tenun, rancangan baju lengan panjang endek nya kali itu berhasil mengajak hadirin untuk ingin memiliki dan memakainya di tubuh mereka.
Menurut Chossy, Penenun di Tanah Air memiliki beberapa keterbatasan pokok, mulai dari keterbatasan bahan baku benang, taktik sampai dengan cara pemasaran yang dipergunakan. Ditambah lagi dengan sedikitnya kekayaan penenun dalam menggali ide motif hingga aktivitas mereka sehari hari yang menyebabkan pengerjaan bersifat musiman.
Bersambung
Membawa Busana Tenun Menembus Pasar Dunia (bagian 1)
Busana Muslim Bandung - Bicara busana adi busana dunia tentu juga bicara mengenai nama nama seperti Channel, Giorgio Armani hingga karya karya perancang dunia sekelas Karl Lagerfeld. Memang karya karya perancang busana dan rumah rumah busana kenamaan dunia tersebut telah menyita banyak emosi penikmat busana karena keindahan desain yang mereka miliki.
Pernahkah anda membayangkan bila karya karya anak bangsa dinyatakan sebagai adi busana dunia alias houte coutoure? Jika anda tidak pernah membayangkannya maka lihatlah fakta membanggakan berikut ini. Chossy Latu adalah seorang perancang busana yang pernah bergabung dengan Iwan Tirta. Kini dia telah membuktikan dirinya dapat masuk ke dalam adi busana dunia dengan memanfaatkan material yang terbuat dari kain tenun khas tradisional Nusantara.
Chossy memanfaatkan kain tenun khas tradisional Nusantara karena Indonesia memiliki banyak sekali sentra produksi kain tenun. Motif, teknik penenunan dan jenis bahan yang digunakan oleh kain tenun syarat akan kekayaan nilai di dalam kain tenun khas negara Indonesia. Chossy merasa kalau nilai nilai yang dimiliki oleh kain tenun pantas unntuk dibawa ke panggung dunia.
Mengusung kain tenun dalam balutan adi busana untuk dipergunakan dalam sehari-hari ke panggung kelas dunia jelas bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh siapapun temasuk dengan Chossy. Banyak sekali standar yang harus dipenuhi. Mulai dari tata panggung, tata cahaya, koreografi, model peraga, penyusunan bangku, daftar hadirin bahkan hingga cemilan dan juga buku tamu yang dipergunakan.
Bersambung
Membawa Busana Tenun Menembus Pasar Dunia (bagian 2)
Busana Muslim Bandung - Dengan memenuhi syarat syarat dan standar kriteria peragaan adu busana kelas dunia, akhirnya karya karya Chossy Latu lalu dikemas dengan sedemikian rupa untuk kemudian tampil di MuseumQuartier, Wina, Austria, pada hari Rabu (16/5). Peragaan busana yang diadakan oleh Chossy Latu diberikan tajuk dalam dua buah bahasa yang bernama Cultural Evening Tenun - The Heritage of Indonesia. Dan dalam bahasa Inggris, tajuk busana tersebut mengganti kata tenun untuk dinamai dengan handwoven cloth.
MuseumQuartier sendiri bukanlah tempat biasa, karena yang berhak tampil di dalamnya hanyalah perancang perancang istimewa dunia. Harus sangat sangat istimewa barulah perancang itu bisa hadir di panggung tersebut. Dengan diterimanya Chossy Latu untuk bisa memeragakan karya karyanya di sana sudah jelas posisi Chossy di mata dunia kini.
Chossy sangat berterima kasuh dengan dukungan semua pihak yang diberikan kepada Chossy Latu dan rekan-rekannya yang meliputi peragawati sekaligus model senior Dhanny Dahlan dan Pingkan Ullmer. Tidak kurang, Duta Besar Indonesia di Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, ikut bekerja keras dalam memberikan sentuhan sentuhan dan cita rasa kelas dunia pada panggung di ruang bernuansa modern klasik dengan plafon membusur tersebut. Juga Chossy tidak melupakan jasa teman temannya dari Yayasan Cita Tenun Indonesia dan Kementerian Perindustrian. Dan yang terakhir tentu saja para sponsor yang bersedia mendanai acara peragaan tersebut.
Sukses besar akhirany diraih oleh tim penyelenggara pergelaran itu. Sampai sampai tamu yang hadir datang ke hotel tempat tim penyelenggara menginap hanya untuk membeli busana buatan Chossy Latu. Chossy membawa 40 pakaian yang bisa dipadu padan dan memang sengaja dirancang sedemikian rupa agar dapat menyampaikan pesan bahwa busana tenun ini bisa dipakai untuk kebutuhan ber busana sehari hari.
Bersambung
Busana Tenun Ikat Bali (Bagian 1)
Busana Muslim Bandung - Kain batik banyak dieksplorasi oleh para desainer Indonesia karena keindahan dan nilai etnik yang dimilikinya. Termasuk di antara mereka adalah Eddy Betty. Eddy Betty adalah satu dari banyak desainer Indonesia yang berkonsentrasi dalam mengeksplorasi keindahan kain batik melalui lini sekundernya yang bernama edbe. Tak heran namanya kini telah identik sebagai perancang busana khusus kain batik.
Namun, Eddy Betty tampaknya tidak puas dengan stigma yang diberikan padanya. Dan untuk mematahkan stigma tersebut, Eddy Betty dan pasangan bisnisnya yang bernama Ley Puspa Sandjaja, meluncurkan koleksi busana siap pakai yang terbuat dari bahan kain tenun. Sebuah peragaan busana dengan tajuk "Imperata Nomadechic" yang artinya from sunrise to sunset pun digelar dengan menghadirkan 114 buah busana siap guna.
Inspirasi dari busana koleksi ini didapatkan Eddy Betty ketika sedang berlibur ke Bali. Di sana Eddy Betty menemukan sebuah kain tenun ikat khas Bali yang sangat cantik dan mempesona. Dari situlah akhirnya Eddy Betty tertarik untuk lebih mengenal jenis kain tenun ikat khas dari Bali.
Bagi Eddy, keselarasan harmoni antara kain tenun ikat Ende yang berasal dari Bali dengan seluruh idealisme yang dimilikinya benar benar memikat hatinya. Tenun ikat khas Bali tidak hanya menggunakan motif-motif tenun klasik tetapi juga dipadukan dengan motif-motif kreasinya sendiri seperti payung, polkadot, kotak kotak dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk keluar dari pakem klasik dalam dunia kain tenun sekaligus juga memberikan nafas baru untuk memperkaya motif kain tenun Nusantara.
Bersambung
Busana Tenun Ikat Bali (Bagian 2)
Busana Muslim Bandung - Dalam mempersiapkan koleksi busana tenun ini, Eddy membutuhkan waktu setidaknya sekitar enam bulan lamanya. Fashion show ini sendiri dibagi menjadi tiga bagian yang menggambarkan ceritanya masing masing.
Di babak pertama, koleksi tenun dihadirkan dalam warna pagi seperti hijau, biru serta oranye yang menyiratkan keindahan matahari saat akan terbit di angkasa raya. Pada babak kedua koleksi kain ikat Bali dihadirkan dalam warna yang lebih lembut dan natural yang menggambarkan ketenangan jiwa saat sedang tengah hari. Untuk memancarkan ketenangan yang diinginkannya, Eddy banyak menggunakan warna-warna pastel seperti warna krem. Kain tenun juga dikombinasikan dengan bahan linen yang lebih ringan untuk membawa kesan tenang dan melayang.
Kain linen dipilih oleh Eddy untuk jadi paduan dari kain tenun karena mempunyai tekstur yang mirip dengan kain tenun. Sehingga ketika kain linen digabungkan dengan kain tenun, sehingga tidak akan terasa perbedaan tekstur antara kedua paduan bahan tersebut.
Sedangkan di babak yang ketiga atau babak terakhir, kain tenun diolah dengan lebih mewah melalui dominasi warna gelap seperti hijau tua, biru tua, coklat tua sampai dengan merah tua. Babak ketiga ini melambangkan keindahan kilau warna alam saat matahari akan terbenam.
Sebagian besar gaya busana tenun ini diberi sentuhan gaya Harajuku yang edgy, seperti model kantung celana yang besar, potong pola, dan berbagai teknik draperi yang memberikan kesan tubuh lebih bervolume. Dengan menggunakan cutting yang asimetris dan dibumbui bersama tambahan aplikasi draperi serta renda besar yang ditambahkan ke dalam busana tersebut, membuat busana terlihat lebih dinamis dan bergaya anak muda.
Bersambung
Subscribe to:
Posts (Atom)