Showing posts with label Tips Konveksi. Show all posts
Showing posts with label Tips Konveksi. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

JENIS BAHAN KAOS


JENIS BAHAN KAOS - Meskipun hampir setiap hari mengenakan kaos, banyak yang belum mengetahui jenis kain atau bahan pembuat kaos. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis kaos, sering kali susah membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian.
Jenis bahan kaos yang beredar di pasaran sangat banyak. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, PE, Hyget.
1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:
A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata

B. COTTON CARDED:
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.
2. TC (TETERON COTTON)
Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.
3. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. POLYESTER dan PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya
5. HYGET
Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai
Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Sedangkan untuk kaos berkerah atau biasa disebut kaos polo, biasanya digunakan bahan PIQUE. Bahan ini biasa disebut LACOSTE. LACOSTE sendiri adalah merek kaos yang banyak menggunakan bahan ini. Selain lacoste, yang banyak menggunakan jenis bahan ini adalah POLO RALPH LAUREN.
Perlu diketahui bahwa masing-masing pabrik bahan kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda. Artinya, sama-sama cotton combed, dari pabrik A, bisa berbeda dengan pabrik B, dan produk dari toko kain A bisa jadi berbeda dengan toko kain B.
Penamaan jenis bahan kaos juga berubah-ubah dan kadang menyesatkan. Hal ini bisa terjadi karena ketidak mampuan konsumen untuk membedakan jenis bahan kaos secara tepat. Misalkan, seorang pembeli kaos masuk ke salah satu toko kain di Tanah Abang Jakarta dan hendak membeli cotton combed. Kebetulan saat itu stock cotton combed di toko tersebut tidak ada. Bilanglah si pemilik toko: ”pake ini aja nih.. Semi Combed, kualitas sama harga lebih murah” dan si pembeli pun menurut. Alhasil, muncullah istilah baru: Semi Combed. Usut punya usut, ternyata yang disebut Semi Combed itu adalah Cotton Carded!. Dengan motif serupa, muncul istilah-istilah bahan yang baru seperti Soft Combed, Carded Super, Super Combed, Cotton kualitas A, PE super, dan lain-lain. Jadi, telitilah sebelum memilih bahan kaos anda.
http://kaosologi.wordpress.com

Kaos tersukses di Dunia


Kaos oblong atau disebut juga sebagai T-shirt adalah jenis pakaian yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, dan perut. Kaus oblong biasanya tidak memiliki kancing, kerah, ataupun saku. Pada umumnya, kaus oblong berlengan pendek (melewati bahu hingga sepanjang siku) dan berleher bundar. Bahan yang umum digunakan untuk membuat kaus oblong adalah katun atau poliester (atau gabungan keduanya). Mode kaus oblong meliputi mode untuk wanita dan pria, dan dapat dipakai semua golongan usia, termasuk bayi, remaja, ataupun orang dewasa. Asal muasal nama inggrisnya, T-shirt, tidak diketahui secara pasti. Teori yang paling umum diterima adalah nama T-shirt berasal dari bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau dikeranekan pasukan militer sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "training shirt"Berikut ini adalah daftar T-shirt termahal:

3. Run-D.M.C. "My Adidas" T-shirt Dengan Harga $ 13.000Tidak ada yang istimewa dari t-shirt ini kecuali karena langkah, sejarah, dan label . Pada dasarnya, t-shirt ini untuk mempromosikan konser Run DMC pada tahun 1980an. T-shirt ini Dibuat oleh adadis dan hanya terbatas. Di belakang kaos terdapat logo adidas sebagai tanda keaslian. Merupakan kaos konser yang paling di buru di Dunia.Siapa itu Run-D.M.C ..Run-D.M.C(atau Run DMC) adalah kelompok musik hip hop yang didirikan oleh Jason "Jam Master Jay" Mizell dan beranggotakan Joseph "Run" Simmons dan Darryl "D.M.C." McDaniels. Kelompok ini adalah salah satu pelopor musik rap di tahun 1980-an. Ketiga anggotanya dibesarkan di Hollis, Queens, New York, Amerika Serikat.

2. John Lennon "Home" T-shirt Dengan harga $16,400Ketika John Lennon masih hidup, dia mengenakan t-shirt beberapa kali dalam konser dan performance-nya.T-shirt ini awalnya diberikan kepada Lennon oleh Richard Ross, seorang pemilik restoran, yang sering dikunjungi oleh Lennon dan Yoko Ono, di New York Upper East Side.Profil John Lennon:John Winston Ono Lennon (lahir di Liverpool, Inggris, 9 Oktober 1940 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 8 Desember 1980 pada umur 40 tahun) paling dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles. Lennon dan Paul McCartney membentuk partnership pencipta lagu yang paling sukses dan berhasil hingga saat ini. Lennon dengan sinismenya dan mcCartney dengan optimismenya melengkapi satu sama lain dengan sangat baik. Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, ia juga sukses dengan karier solonya. Salah satu hitsnya yang hingga kini masih sangat terkenal adalah Imagine, lagu yang kemudian menjadi salh satu himne perdamaian dunia.Lennon juga menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day's Night (1964), dalam buku yang ditulisnya seperti In His Own Write, konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell di tahun 1962 dan seniman Jepang, Yoko Ono di tahun 1969. Ia memiliki dua orang anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon (lahir tahun 1975). Ia meninggal di New York pada usia 40 tahun, ditembak oleh Mark Chapman, penggemarnya yang gila.

1. Hanes/UNICEF 1996 Olympics T-shirt dengan harga $42,000T-shirt dengan harga termahal ini tidak berasal dari sejarah orang terkenal atau musisi. T-shirt ini dilelang dan digunakan untuk membiayai Olimpiade Atlanta 1996. T-shirt ini merupakan ide dari Hanes dan UNICEF. Misi karya amal yang besar ini mengumpulkan $ 1 juta. T-shirt ini sendiri laku dengan tawaran akhir $ 42,000.Agan2 bisa menghitung sendiri harganya dalam rupiah.

Tips Memperbanyak Pelanggan



Tips Memperbanyak Pelanggan - Semua produsen tentunya berpikiran begitu, ingin memperbanyak pelanggan. Akan sia-sialah produk dibuat terus menerus jika tidak bisa dijual kepada pelanggan. Semua menginginkan peningkatan, tidak mungkin berada terus dalam kondisi statis/ monoton.

Dalam hal memperbanyak pelanggan, tidak hanya perusahaan yang berorientasi profit, sekolahan pun yang orientasinya pendidikan tetap saja dan sangat memerlukan pengguna jasanya selalu meningkat.
berikut beberapa tips memperbanyak  pelanggan:

ramah. keramahan bisa berdampak dasyat sebagai media promosi yang ampuh dan gratis. Pelanggan yang puas dengan pelayanan, biasanya akan memberikan informasi kepada teman-temannya bila ada kebutuhan yang sama, minimal si pelanggan itu tidak berpindah ketempat lain.
perbanyak silaturahmi. jika kita banyak kenalan, maka apabila kita ingin mengarahkan pada bisnis atau memperkenalkan bisnis kita, itu sangat mudah sekali. Tinggal saling telpon, chating, kirim sms atau lewat obrolan, bisa kita perkenalkan bisnis kita, baik secara khusus atau diselipkan diantara obrolan, sehingga teman bicara kita ada kesan antara diri kita dan bisnis yang kita jalani.
pertahankan kepercayaan konsumen. iasanya orang menilai pada kesan pertama dari pelayanan kita. Diawal saja konsumen merasa senang dengan pelayanan kita, maka kemungkinan besar dia akan membuat keputusan pada saat itu juga. Apalagi kalau sudah pernah terjadi transaksi dan berjalan mulus, sebaiknya kita memeliharanya dengan melayani sebaik-baiknya, bahkan jangan sampai putus komunikasi walau jaraknya jauh.Hal kecil ini sepertinya sepele, merupakan salah satu kekuatan promosi yang tidak kalah pentingnya.

Tips memulai bisnis baju distro


Tips memulai bisnis baju distro - Membuat sablon baju bisa menjadikan salah satu peluang dalam bisnis baju distro. Kreatifitas sangat penting pada saat membangun bisnis baju distro ini. Prospeknya pun sangat bagus dan mudah dipasarkan, baik dengan menitipkan di distro atau pun dengan menjual secara online.

Bagi anda yang berminat dengan bisnis kaos distro ada beberapa Tips memulai bisnis baju distro. antara lain sebagai berikut :

Persiapkan modal, gunakan potensi modal yang ada, meskipun modal sedikit Anda masih bisa memulainya. Dari sini anda bisa menentukan target pasaran nantinya. Anda bisa mengambil barang dari distributor atau membuat sendiri.
Jika anda memiliki kemampuan dalam desain, Anda bisa membuat desain kaos sendiri, mencari bahan atau bisa juga kerja sama dengan pelaku usaha di sekitar daerah Anda.
Untuk pemasaran skala kecil, anda bisa memulai dengan menitipkan di distro atau juga bisa membuka outlet sendiri di daerah yang strategis misalnya deket sekolah atau daerah tempat berkumpulnya anak muda. Selain itu anda bisa menggunakan forum di internet untuk memasarkannya.
Selalu update desain dan model baju distro sesuai dengan tren yang ada pada saat itu. Jagalah selalu kualitas bahan dan keunikan desain agar semakin banyak pelanggan.Tips memulai bisnis baju distro

Tips Memulai Bisnis Butik Rumahan


butik rumahan
Tips Memulai Bisnis Butik Rumahan - Untuk memulai usaha memang gampang-gampang susah, orang kadang memikirkan yang tidak-tidak untuk mencari pembenaran atas sulitnya memulai usaha jual pabrik murah dan jual pabrik tepung. Harus ada modal-lah, nggak punya tempat lah, atau malas. Banyak orang selau mempunyai pikiran negative tentang usaha, padahal mereka belum memulai usaha jual pabrik murah dan jual pabrik tepung. Berfikir resiko, usaha tidak jalan bagaimana? Kalau usaha kita rugi, lantas kita makan apa? Kalau produk yang kita jual tidak laku lantas, bagaimana?

Dalam memulai usaha pabrik menurut purdi e. Chandra presiden direktur grup primagama dan pendiri entrepreneur university, perlu ada suatu taktik atau rekayasa bahwa kita itu memang harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha itu. Misalnya, saat phk, atau kita sedang tak punya apa-apa, atau disaat kita sudah capai melamar pekerjaan dimana-mana, tetapi tidak ada satupun perusahaan yang memperkerjakan kita.

Disaat kondisi kita terhimpit keadaan seperti diatas, muncul ide bisnis pabrik atau pemikiran yang brilian nan cemerlang, yang akhirnya membuat kita ada keberaanian untuk memulai usaha. Ada keberanian kita untuk mandiri dan bersemangat lagi untuk belajar berwirausaha, sekalipun tak tahu jenis usaha apa yang akan kita jalankan.

Saat kehidupan kita normal-normal saja, aman-aman saja, maka sulit untuk melakukan perubahan. Kita sulit untuk berubah dari yang aman menjadi tidak aman.

Maka salah satu upaya yang bisa kita lakukan ialah kita harus berani masuk dalam bisnis. Kita harus masuk kedalam dunia yang penuh ketidakpastian. Kalau kita terbiasa dengan dunia yang pasti, maka kita akan sulit untuk memulai usaha. Sehingga kita perlu untuk merubah sikap mental. Disaat kita memulai usaha jual pabrik dan jual bangunan pabrik. Berarti kita telah mencoba mengambil resiko, atau dibutuhkan untuk mengambil resiko. Kita harus berani untuk memulai usaha, kapan saja dan jenis produk atau jasa apa saja.

Dengan sikap mental yang kuat memulai usaha akan menjadi hal yang mudah cthnya bisa di lihat di jual pabrik dan jual bangunan pabrik. Tidak sulit yang kita bayangkan.memulai usaha itu memang beresiko, tapi tidak memulai usaha akan lebih beresiko.

http://informasiseputarbisnis.wordpress.com

Sunday, June 24, 2012

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 4)


Pola Dasar Jahit Konveksi
Pola Dasar Jahit Konveksi

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 4) Selain dari pembuatan pola dasar, dalam konveksi ada juga istilah pecah pola. Pecah pola (pecah model, bahasa Inggris: pattern drafting) adalah proses mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model busana. Caranya antara lain dengan memindahkan lipit, memotong, menyambung, atau memanjangkan dan memendekkan (menambahkan atau mengurangi ukuran) pada bagian-bagian tertentu pada pola dasar.

Pola dasar rok, misalnya, dapat diubah menjadi pola rok berbagai macam model. Pola dasar rok yang dikurangi lebar bagian bawah akan menjadi pola rok span. Begitu pula halnya dengan jenis-jenis pakaian yang lain. Bagian bawah pola dasar celana panjang bila dipendekkan hingga beberapa sentimeter di atas lutut akan menjadi polacelana bermuda.

Sebelum kain digunting, potongan-potongan pola disusun di atas kain. Garis-garis seperti batas kampuh atau garis kupnat dijiplak ke atas bagian buruk kain dengan memakai rader dan karbon jahit. Kapur jahit dipakai untuk menuliskan tanda-tanda sementara di atas kain yang tidak dapat dibuat memakai rader.

Saat pembuatan pola, baik itu pola dasar ataupun pecah pola, terlebih dahulu kita perlu mengenal sejumlah tanda tanda atau simbol yang digunakan dalam pembuatan pola. Sejumlah tanda tanda (simbol) dipakai pada pola untuk memberi instruksi sewaktu menggunting kain dan menjahit. Dengan memakai tanda-tanda pada pola, pembuat pola juga dapat menyampaikan instruksi kepada orang lain.

Tanda-tanda di antaranya dapat dipakai untuk memberi tahu posisi corak kain, cara menggunting kain, cara menyatukan bagian-bagian pakaian, jenis jahitan, garis-garis saku, dan posisi lubang kancing. Garis dengan pensil hitam berarti garis tepi untuk pola asli, garis merah berarti garis tepi pola bagian muka, dan garis biru berarti garis tepi pola bagian belakang.

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 3)


Pola Konveksi
Pola Konveksi

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 3) Pola dasar untuk berbagai jenis busana seperti blus, rok, gaun, atau kemeja sudah dapat dijadikan contoh untuk menjahit, namun belum memiliki model. Rok dari pola dasar misalnya, hanya dapat dilengkapi ritsleting di bagian belakang, tapi belum memiliki model, lipit, atau kerut. Sewaktu dibuat, ukuran pola dasar disesuaikan dengan ukuran badan pemakai atau dipakai ukuran standar badan yang umum (S, M, L) untuk pria, wanita, atau anak-anak.

Pola dasar pakaian wanita misalnya, terdiri dari:

Pola dasar badan muka dan belakang (pola badan bagian atas, dari bahu hingga pinggang)

Pola dasar rok muka dan belakang (pola badan bagian bawah, dari pinggang hingga lutut atau mata kaki)

Pola dasar lengan (dari bahu terendah hingga siku atau pergelangan tangan)

Pola dasar gaun (pola badan atas yang disatukan dengan pola badan bawah).

Ada dua teknik utama dalam membuat pola dasar:

Konstruksi datar (pola datar, bahasa Inggris: flat pattern-drafting).

Konstruksi datar adalah menggambar pola di atas kertas dengan memakai pengukuran-pengukuran yang akurat. Penggambar pola harus dapat membayangkan hasil akhir bila pola telah dipindahkan ke atas kain, dan selesai dijahit sebagai pakaian. Dalam menggambar pola dengan teknik konstruksi datar dikenal metode-metode yang diberi nama berdasarkan nama penciptanya, misalnya: Danckaerts, Cuppens Geurs, Meyneke, Dressmaking, dan So-En.

Konstruksi padat (pola draping, bahasa Inggris: blocks)

Pola dibuat dengan cara menyampirkan kain muslin atau belacu di boneka jahit atau langsung di atas badan pemakai. Kain disematkan dengan jarum pentol sambil diatur agar sesuai dengan bentuk tubuh boneka jahit. Kain di bagian kerung lengan, kerung leher, dan bagian pinggang digunting sesuai desain pakaian yang diingini. Bila dibuat dari kain, potongan-potongan pola sudah selesai dapat dijahit untuk dijadikan prototipe pakaian. Setelah pakaian selesai dijahit, boneka jahit kembali dipakai untuk mengepas pakaian dan melihat jatuhnya jahitan.

Bersambung

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 2)


Pola Konveksi
Pola Konveksi

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 2) Berdasarkan sejarahnya, pelopor dari pola siap pakai yang dijual secara komersial adalah Ebenezer Butterick yang berasal dari Massachusetts, Amerika Serikat. Pada tahun 1863, Butterick dan istrinya menciptakan pola komersial dalam berbagai ukuran. Sebelum ada kertas pola yang diciptakan oleh  Butterick, pola pakaian hanya tersedia dalam satu buah ukuran sehingga para penjahit harus membesarkan atau mengecilkan pola sesuai ukuran badan pemakai. Pola kertas dari Butterick menjadi sangat populer pada tahun 1864.

Aenne Burda dan majalah mode Burda Moden mempopulerkan pola siap pakai di negara Jerman. Sejak tahun 1952, Burda mulai menerbitkan berbagai jenis pola pakaian. Setiap bulan Januari dan Juli, Burda menerbitkan katalog terpisah yang berisikan pola siap pakai untuk lebih dari 600 model pakaian dewasa dan juga anak anak. Selain berisi mengenai informasi langkah demi langkah yang mendetail tentang cara menjahit pakaian, pola-pola tersebut juga dirancang untuk dipahami segala kalangan mulai dari penjahit pemula hingga penjahit berpengalaman sekalipun.

Di Jepang, sistem So-En dari Bunka Fashion College dan sistem Dressmaking dari Dressmaker Jogakuin (sekarang bernama Dressmaker Gakuin) mendominasi metode menggambar pola. Hingga tahun 2005, majalah So-En diterbitkan sebagai majalah yang memuat pola baju dan cara menjahit pakaian. Pesaingnya hanya satu yaitu adalah majalahDressmaking yang pertama kali terbit tahun 1949, namun berhenti terbit sejak Mei 1993. Sejak saat itu Dressmaker Gakui menjadi satu satunya dominator majalah fahion yang menampilkan pola pakaian.

Bersambung

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 1)


Pelajaran Pola Konveksi
Pelajaran Pola Konveksi

Seluk Beluk Pola Pakaian Bagi Konveksi (Bagian 1) Di dalam dunia konveksi, menjahit dan juga desain busana, pola merupakan hal yang sangat utama. Penguasaan pola merupakan syarat mutlak bila sebuah konveksi ingin memiliki hasil produk konveksi yang begitu baik. Dari wikipedia indonesia, pola diartikan sebagai potongan potongan kertas yang merupakan prototipe bagian bagian pakaian atau produk jahit menjahit. Pola nantinya akan digunakan untuk dijadikan contoh agar tidak terjadi kesalahan sewaktu melakukan pengguntingan terhadap kain. Selain memakai pola buatan sendiri, seseorang dapat menjahit di rumah dengan menggunakan pola siap pakai (pola jadi) yang diterbitkan oleh banyak majalah wanita.

Sewaktu membuat pakaian, pola harus disesuaikan dengan ukuran ukuran dari bentuk badan dan juga model pakaian yang diinginkan. Untuk pakaian yang dijahit menurut pesanan, sebelum pola dibuat, bagian-bagian tertentu dari tubuh pemakai diukur satu demi satu dengan pita ukur atau pun dengan menggunakan tali ukur. Bagian bagian tubuh yang diukur mulai dari ukuran lingkar leher, lebar dada, panjang dada, hingga lingkar pinggang dan juga panjang punggung. Sebelum digambar dalam ukuran sebenarnya, rancangan pola juga dapat digambar dalam ukuran kecil berdasarkan skala di dalam buku kostum yang merupakan salah satu peralatan dan perlengkapan yang kita butuhkan saat membuat pola pakaian.

Adapun peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan pola pakaian yaitu :

Buku pola (buku kostum)

Boneka pengepas (boneka jahit)

Pita ukuran (meteran)

Kertas

Pensil (warna hitam, merah, biru)

Penghapus

Penggaris (penggaris siku, penggaris lengkung, penggaris lurus)

Pita ukur

Rader

Kapur jahit

Karbon jahit

Jarum pentul

Gunting

Bersambung

Alat dan bahan untuk membuat Pola pada Konveksi


Pola Dasar Desain Konveksi
Pola Dasar Desain Konveksi

Alat dan bahan untuk membuat Pola pada Konveksi Dalam konveksi, penting bagi kita untuk memahami tata cara pembuatan pola. Setelah di artikel sebelumnya kita mempelajari tentang garis besar pola pakaian dan tata cara pengukuran pola, maka pada artikel ini kita akan membahas alat alat yang kita butuhkan untuk pembuatan pola.

Alat alat ini hampir wajib dimiliki oleh konveksi yang ingin memiliki kemampuan khusus dalam pembuatan pola pakaian. Karena me makloon pemotongan pola akan mengakibatkan harga produksi kita melambung tinggi.

1. Pita Ukur, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Pita ukur dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.

2. Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala.

3. Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8.

4. Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli.

5. Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka.

6. Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang.

7. Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.

8. Karet penghapus.

9. Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang.

10. Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.

Tata Cara Pengukuran Pola Pada Pakaian (Bagian 2)


Desain Konveksi Sederhana
Desain Konveksi Sederhana

Tata Cara Pengukuran Pola Pada Pakaian (Bagian 2)

4. Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.

5. Lingkar Panggul (LPa) diukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.

6. Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.

7. Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.

8. Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm.

9. Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.

10. Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.

11. Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.

12. Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.

13. Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.

14. Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.

15. Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.

16. Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.

17. Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.

18. Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.

Tata Cara Pengukuran Pola Pada Pakaian (Bagian 1)


Pola Pakaian Konveksi Seragam Pramuka
Pola Pakaian
Konveksi
Seragam
Pramuka

Tata Cara Pengukuran Pola Pada Pakaian (Bagian 1) Saat kita akan membuat pola, kita harus berpatokan pada ukuran yang dibutuhkan oleh pakaian yang akan kita buat. Bila ukuran yang digunakan menggunakan ukuran standar yang sudah ditetapkan. Yakni berupa ukuran S,M,L, XL dan lain sebagainya, maka kita tidak perlu melakukan pengukuran badan secara khusus.

Namun bila pesanan konveksi kita bersifat eksklusif, maka kita harus melakukan pengukuran badan secara khusus. Memang kebanyakan konveksi akan menolak pesanan yang bersifat khusus karena alasan itu adalah jatah dari butik. Namun bagi Pakar Konveksi, kesempatan seperti ini sangat sayang untuk dilepaskan.

Pada saat pengukuran badan, usahakan model ataupun pemesan yang diukut berdiri dengan sikap tegak lurus agar ukuran yang diambil adalah tepat. Jangan lupa untuk mengikatkan tali ban atau ban elastis berukuran kecil dengan lebar tidak lebih dari 2 cm pada area pinggang model. Hal ini dilakukan untuk memberikan batas antara badan bagian atas dan badan bagian bawah.

Bila pengukuran menggunakan tali dan bukan dengan meteran jahit, maka kita wajib memperhatikan posisi tali pada tempatnya dan tidak berkelok kelok. Adapun bagian bagian tubuh yang diukur adalah :

1. Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm.

2. Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.

3. Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.

Bersambung

Pola Dasar Yang Digunakan Konveksi


Pola Pakaian Konveksi
Pola Pakaian Konveksi

Pola Dasar Yang Digunakan Konveksi Saat kita akan membuka usaha konveksi kita sendiri, ada baiknya bila kita mengetahui tata cara dalam pembuatan pola pakaian. Setiap desain pakaian yang kita terima dari klien, memiliki pola mereka masing masing. Belum tentu sama. Mulai dari desain kebaya, desain gaun ataupun desain oblong yang sangat sederhana. Pola bagaikan sebuah nyawa yang akan membuat sepotong kain terbentuk menjadi sebuah pakaian yang utuh.

Pola ataupun pattern dalam dunia menjahit konveksi dapat berupa potongan kain ataupun kertas. Untuk kertas disarankan menggunakan kertas yang tebal agar tidak berkedut dan bergeser seperti halnya kertas koran. Pola tersebut nantinya akan dijadikan patokan saat pemotongan kain. Penggunaan pola saat proses potong adalah karena potongan kain harus sesuai dari segi bentuk dan ukuran terhadap desain yang diinginkan. Kesalahan pola akan berakibat fatal pada kenyamanan pengguna produk konveksi kita nanti.

Pola dasar pakaian terdiri dari beberapa bagian dasar yaitu :

1. Pola badan bagian atas, dari bahu sampai ke pinggang, biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.

2. Pola bagian bawah, dari pinggang sampai lutut atau sampai mata kaki. Atau biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.

3. Pola lengan, dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai siku atau pergelangan, biasa disebut pola dasar lengan.

4. Adapula pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa disebut pola dasar gaun atau baju terusan.

Tuesday, June 5, 2012

Menghadapi Masalah Setrika Dalam Konveksi


Masalah Setrika Dalam Konveksi
Masalah Setrika Dalam Konveksi

Pakar Konveksi – Setrika adalah sebuah tahap yang harus dilakukan setiap konveksi. Tidak hanya karena keinginan pemesan anda, namun dengan melakukan tahap ini secara baik dan benar, maka anda akan membuat klien ataupun pemesan konveksi anda nempel kayak perangko.

Namun bila anda sudah menyesuaikan teknik mensetrika anda dengan berbagai macam bahan yang anda gunakan dalam produksi. Terkadang anda akan menghadapi beberapa masalah seputar dunia setrika mensetrika.

Saat mensetrika hasil produksi anda, terkadang anda akan mendapatkan noda gosong karena kesalahan dalam mensetrika. Noda hangus tingan sebenarnya dapat diperbaiki. Konveksi anda cukup memperbaikinya dengan mencuci pakaian tersebut dengan menggunakan deterjen atau pemutih.

Selain gosong, kesalahan dalam mensetrika juga dapat menimbulkan efek lain berupa kain yang tampak mengkilap. Untuk mengilangkan efek mengkilap karena tekanan dari setrika, cobalah untuk membasahi lalu memeras kain pelapis. Letakkan pada bagian yang mengkilap lalu tekan dengan setrika hingga kain pelapis mengering.

Anda kebingungan saat akan membeli papan untuk mensetrika? Cobalah perhatikan beberapa poin berikut ini. Bila anda menggunakan setrika yang tidak menggunakan fitur uap, anda dapat mencoba papan dengan lapisan kain dari bahan teflon. Panas setrika dan juga gesekan pada bahan ini akan menghilangkan kerut dengan mudah. Pilihan lain yang dapat digunakan adalah papan dengan bahan pelapis berupa silikon.

Bila mesin setrika anda memiliki fitur uap, maka papan dengan bahan pelapis katun adalah pilihan yang paling baik. Pilihan terbaik untuk konveksi yang memiliki banyak mesin setrika adalah dengan membeli bahan pelapis terpisah dengan papan setrika, sehingga anda dapat mengganti bahan pelapis sesuai dengan mesin setrika yang anda gunakan.

Pakaian yang telah disetrika terkadang mudah untuk menjadi kusut kembali. Untuk menghindarinya anda hanya perlua menggantung pakaian selama 5 hingga 30 menit sebelum dilipat dan disimpan dalam lemari. Dengan cara ini, pakaian yang anda produksi tidak akan mudah untuk kusut.

Teknik Konveksi dalam Mensetrika Bagian dan Juga Bahan Tertentu


Teknik Konveksi dalam Mensetrika
Teknik Konveksi dalam Mensetrika

Pakar Konveksi – Dalam konveksi, menyetrika adalah bagian penting yang jangan dilewatkan. Karena dengan mensetrika ataupun mensteam hasil produksi konveksi anda, maka anda telah memberikan packaging yang baik untuk hasil produksi konveksi anda.

Namun untuk melakukan tahap packaging yang satu ini, anda tetap memerlukan beberapa tips dan teknik yang tidak boleh anda lewatkan. Seperti halnya saat konveksi anda melakukan tahap penjahitan dan juga produksi utama. Berikut beberapa teknik mensetrika yang baik dan benar untuk konveksi anda.

Bila anda sampai pada bagian kancing dan juga pengait, anda tidak perlu menggunakan bahan lain untuk melindungi bagian ini. Hanya saja mensetrika di atas pengait akan merusak kain dan juga setrikaan. Panas yang dihasilkan mesin setrika akan membuat kancing dan juga pengaiit dari plastik meleleh ataupun retak. Anda perlu menutup semua resleting dan juga pastikan kancing tidak terkait sebelum mensetrika.

Saat hendak mensetrika bahan katun, linen, rayon dan juga sutera, anda perlu melembabkannya terlebih dahulu. Mesin setrika yang dilengkapi dengan fitur uap akan menghemat waktu packaging konveksi anda. Bila anda belum akan mensetrikanya, ada baiknya anda memasukkannya ke dalam lemari pendingin setidaknya selama satu hari. Pastikan pakaian dalam keadaan terlipat saat anda memasukkannya.

Jangan setrika bahan corduroy secara biasanya. Gunakanlah mesin penguap. Namun bila konveksi anda tidak memiliki mesin steamer, anda dapat menyetrika bahan dari sisi dalam agar lipatan kain tidak rusak. Setelah membalik celana bagian dalam, sisipkan sehelai handuk sebelum menyetrikanya.

Tips Konveksi dalam Menyetrika Pakaian


Tips Konveksi dalam
Menyetrika Pakaian
 

Pakar Konveksi - Bagi sebagian orang, menyetrika dianggap sebagai pekerjaan yang sepele. Namun menyetrika adalah pekerjaan yang cenderung sulit dan melelahkan. Terbukti dari banyaknya orang termasuk kaum hawa yang menghindari pekerjaan rumah yang satu ini. Alasannya ada dua, yang pertama adalah hawa panas yang ditimbulkan oleh mesin setrikaan. Yang kedua adalah sulitnya menyetrika pakaian agar menjadi tampak licin alami.

Namun dengan perlengkapan yang tepat disertai dengan pengetahuan yang cukup, menyetrika yang sulit akan terasa mudah. Berikut ini adalah beberapa tips seputar dunia setrika menyetrika.

Dalam menyetrika blouse yang memiliki detail anda harus menyetrikanya bagian per bagian. Dimulai dari kerah, lalu manset, bagian lengan, belakang dan diakhiri dengan bagian depan. Anda dapat menyetrika bagian lipatan atau dalam istilah konveksi biasa disebut Ruffle dengan tujuan agar tampak lebih rapi.

Setrikalah aksen batu, manik dan sulam dari sisi dalam. Namun jangan lupa menggunakan handuk yang tebal dan lembut sebagai alasnya. Coba anda perhatikan aksen pada pakaian yang akan anda dan konveksi anda setrika, jika anda menggunakan lem pada saat pembuatannya, hindari untuk menyetrika bagian tersebut meskipun dari sisi dalam pakaian.

Terdapat beberapa bahan yang rentan terhadap gesekan, gosokan dan juga panas serta berat milik mesin setrika. Sehingga hindari untuk menyetrika bahan-bahan tersebut. Untuk tirai, kelambu, pelapis duvet dan juga dasi sutra, anda cukup menggunakan uap atau steam bahan bahan tersebut.

Kain beludru, rajutan dan bahan campuran yang mengandung bahan yang mudah melar seperti spandeks perlu untuk di uap. Agar kain tidak menjadi mengkilap, cobalah untuk mensetrika bahan dengan warna gelap secara lembut dari bagian belakang pakaian. Dan jangan lupa untuk dilapisi dengan kain tipis terlebih dahulu.