Wednesday, October 3, 2012

Penjual Tunik dan Gamis Mengemukakan Saingan Indonesia untuk Menjadi Kiblat Busana Muslim Dunia [Bagian 3]


Penjual Tunik dan Gamis Mengemukakan Saingan Indonesia untuk Menjadi Kiblat Busana Muslim Dunia - Berbagai macam masalah teknis seperti halnya bahan baku impor, teknologi, sumber daya manusia, pemasaran, modal, dan  juga kurangnya desainer muda potensial adalah permasalahan lain yang harus dihadapi dan memerlukan perhatian khusus dari pemrintah dan pelaku industry krida.

Perancang muda potensial tanah air, Dian Pelangi mengungkapkan hambatan lain yang harus diwaspadai selain yang diungkapkan oleh Euis Sardah. Menurut Dian Pelangi, sekarang ini, Indonesia juga mempunyai rival berat dalam busana muslim, yaitu London. Dian Pelangi mengungkapkan pendapatnya saat pemilihan duta muslimah beberapa waktu lalu di Jakarta kepada Kompas Female.

Menurut Dian, sekalipun London bukan negara yang mayoritas masyarakatnya muslim, namun kreativitas masyarakat muslim di London tidak dapat diremehkan. Ada beberapa desainer muslim di London yang ternyata lebih aktif dan punya peluang lebih besar untuk menembus fashion dunia.

Di London, banyak blogger muslimah yang bisa merepresentasikan busana mereka dengan baik, ekspos yang lebih tinggi di berbagai belahan dunia, serta bahasa Inggris yang lebih fasih. Hal inilah yang menjadi keuntungan mereka untuk menjadi lebih terkenal daripada busana muslim Indonesia.

Meski demikian, Indonesia tak perlu berkecil hati karena semua hambatan itu masih bisa diatasi dengan kemauan dan kerja keras dari semua pihak. Selain itu, industri busana muslim London sebenarnya masih memiliki berbagai kekurangan. …

Selanjutnya

No comments:

Post a Comment