Tuesday, September 25, 2012

Tunik dan Gamis bukan Belenggu Muslimah untuk Berprestasi [Bagian 3]



Tunik dan Gamis bukan Belenggu Muslimah untuk Berprestasi - Memasuki SMA, Gita semakin memahami makna dari hijab. Ia sempat goyah, karena tergoda oleh gaya hidup di dunia mode yang banyak menawarkan busana untuk perempuan tak berhijab. Anggapan yang datang dari orang terdekat, kecuali keluarga intinya, juga sempat membuatnya goyah. Yakni, anggapan bahwa perempuan berhijab akan sulit mendapatkan kesempatan bekerja, atau tak seluas kesempatan yang didapatkan perempuan yang tidak menggunakan hijab.

"Ternyata saya bisa membuktikan, hingga lulus kuliah saya bisa beraktivitas tanpa melepas hijab.Saya pernah bekerja di perusahaan asing dan dipercaya untuk memegang sebuah jabatan penting. Jika perusahaan asing bisa menerima saya, kenapa orang Indonesia tidak bisa menerima keberadaan perempuan berhijab?" ungkap finalis Abang Mpok Depok 2012 ini.

Gita mengaku tak melihat adanya kendala bagi perempuan berhijab dalam beraktivitas. Kerabatnya yang tinggal di Jerman, juga diakuinya tak menemui kendala karena memakai hijab. "Saya tidak menemukan kendala, namun mungkin berbeda kondisinya dengan di Amerika Serikat, yang masih memandang Islam sebagai teroris, perempuan berhijab mungkin menemui banyak sekali kendala di sana," tutur perempuan muda yang namanya pernah masuk di dalam daftar 50 orang semifinalis di pemilihan Muslimah Beauty 2011 ini.

Apa yang diungkapkan Gita tentu saja senda dengan apa yang selalu disuarakan Busana Muslim Bandung sebagai penjual busana muslim bergaya gamis dan juga tunik. Kendala yang selalu didendangkan wanita tidak berjilbab adalah sebuah kendala yang dibuat-buat dan hanyalah sebuah mitos belaka. Karena hijab sesungguhnya akan membuat seseorang dinilai dari segi performa dan juga prestasinya dan bukan dari penampilan dan keseksian yang akan habis termakan oleh usia.

Selanjutnya

No comments:

Post a Comment