Dian Pelangi, Desainer Muda yang Dikenal Oleh Dunia - Kini tugas utama Dian selain meneruskan usaha orangtuanya, adalah bagaimana mengembangkan produk busana yang memiliki unsur budaya Indonesia ini bisa lebih diterima masyarakat luas. Perombakan pemasaran dan desain pun dilakukan.
Sejak pengelolaan perusahaan beralih ke Dian pada tahun 2008, ia menjelaskan ada perubahan yang cukup signifikan dari gaya rancangan secara keseluruhan. Jika dulu desain busana muslim hanya seputar abaya dan tunik yang cenderung konservatif, kini koleksinya lebih bervariasi; modern, chic, stylish dan juga lebih universal.
Hal ini tak terlepas dari keterlibatan Dian sebagai desainer yang generasinya lebih muda dan pengamatan pasarnya lebih luas. Menurut pendiri Hijabers Community ini, seorang pengusaha harus jeli melihat pasar dan kecenderungan tren agar bisa bertahan di tengah persaingan yang ketat.
"Kalau dulu kan ibuku desain busana muslim yang abaya, tunik. Setelah Dian handle, kayaknya mesti diubah nih, jangan itu itu terus, jadi aku mix. Lebih modern, universal, siapapun bisa pakai tapi tetap menutup aurat. Jadi terlihat lebih open-minded, sehingga customer pun lebih banyak. Terbukti nggak hanya di dalam negeri Alhamdulillah di luar negeri juga sudah banyak peminatnya," kisah anggota termuda Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ini.
Kini busana rancangan Dian Pelangi dengan jumputan dan songketnya sudah dikenal hingga ke Timur Tengah seperti Kairo, Dubai, Abu Dhabi dan juga Pakistan. Sementara di Eropa sudah dipertunjukkan di Paris, London, Praha dan Budhapest. Dian Pelangi bahkan telah memiliki butik franchise sendiri di Malaysia. Tawaran untuk membuka butik di Amerika dan Paris pun berdatangan, namun Dian belum berani menyanggupi karena diperlukan keseriusan dan komitmen yang lebih tinggi dari yang dia miliki sekarang.


No comments:
Post a Comment