Sunday, July 1, 2012

Bisnis Besar Berawal Dari Kesederhanaan (Bagian 1)

busana muslimbusana muslimbusana muslim

busana muslimbusana muslimbusana muslim
Bisnis Besar Berawal Dari Kesederhanaan (Bagian 1) - Seseorang boleh saja memiliki sebuah ide bisnis yang besar dengan disertai kendaraan yang tepat berupa visi jauh menatap ke depan. Namun pada kenyataannya setiap hal besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Tidak pernah tercipta sebuah sejarah dimana suatu bisnis telah menggurita dan menjadi besar di saat pertama pembentukannya. Bahkan, berbagai bisnis besar seperti yang kita lihat saat ini adalah bisnis kecil di awal pendiriannya.

Mark Zuckerberg, entrepreneur muda yang mengawali sebuah bisnis jejaring pertemanan raksasa facebook, mengawali usahanya dengan ruang lingkup sangat kecil. Yaitu, hanya di lingkungan kampusnya sendiri. Harvard University. Saat seseorang memulai bisnisnya dari sesuatu yang kecil dan dalam jangkauan kemampuannya, sesungguhnya ia sudah memulai sebuah langkah yang besar dan tepat. Setiap bisnis pasti akan melewati lembah kematian, dan jika bisnis tersebut adalah bisnis kecil yang terjangkau sang pemilik bisnis, maka melewati lembah kematian bukanlah sesuatu yang diluar jangkauannya.

Mari kita perhatikan percakapan antara seorang anak dengan kakeknya yang merupakan pemilik dari salah satu bisnis air mineral dalam kemasan raksasa di Indonesia.

Anak : Kakek, apa pekerjaan kakek saat ini?
Kakek : Kakek mengambil air dari gunung, memasukannya dalam gelas, lalu menjualnya.

Sebuah bisnis besar, selalu dapat dijelaskan dengan sebuah kalimat sederhana dimana anak kecil pun dapat mengerti pola kerja bisnis tersebut. Carilah bisnis besar apapun yang anda temukan saat ini, maka anda juga akan menemukan sebuah kata kata sederhana dari bisnis tersebut. Seperti bisnis otobus dengan penjelasan, "Mengantar orang menggunakan bus sampai tujuan.", bisnis kuliner dengan "Memberi makanan enak pada orang orang.", dan masih banyak bisnis raksasa lainnya. Jika anda belum dapat menemukan penjelasan yang sederhana dari bisnis anda, maka anda sebaiknya tidak menjalankan bisnis tersebut.

Bersambung





No comments:

Post a Comment