Thursday, June 21, 2012

Perampokan dan Pembunuhan Pengusaha Busana Muslim (Bagian 1)


Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim

Busana MuslimBusana MuslimBusana Muslim
Perampokan dan Pembunuhan Pengusaha Busana Muslim (Bagian 1) Berita duka datang dari kalangan kita sebaggai pengusaha penjual pakaian termasuk busana muslim. Salah satu kawan seperjuangan kita menjadi korban dari tindak kejahatan yang dilakukan oleh kawanan perampok.

Aksi kejahatan perampokan di Indonesia kini sudah semakin sadis. Selain menggasak harta benda dari para korban, para pelaku juga sudah tidak segan segan lagi untuk menghabisi nyawa korbannya.

Pada haru Rabu tanggal 20 Juni yang lalu sekitar pukul 02.30 WIB, Bapak Amirudin yang berusia 67 tahun ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya. Amirudin adalah seorang Pedagang busana muslim seperti kami dan para pembaca Busana Muslim Bandung. Bapak Amirudin meregang nyawa nya lantaran mengalami pendarahan yang serius.

Korban ditemukan tewas di dalam toko miliknya yang berada di depan Perumahan Candrabaga, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Pria malang itu diketahui sebagai warga RT04/RW12, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Korban diduga dibunuh tiga pelaku saat sedang terlelap. Para pelaku masuk dengan mendobrak pintu belakang toko yang sekaligus dijadikan tempat tinggal dan langsung menuju kamar korban.
Sang Istri Nurjanah yang berusia 46 tahun tiba tiba terbangun. Melihat suaminya yang telah bersimbah darah, Nurjanah pun segera berteriak meminta pertolongan dari warga sekitar. Putra bungsu korban yang bernama Muhamad Sabri berusia 3 tahun sontak menjerit ketakutan.

Khawatir aksinya terendus warga sekitar, para pelaku buru buru membekap mulut ibu dan anak itu dengan kain yang dilapisis kembali dengan lakban. Saat itulah secaa tragis ibu dan anak itu melihat aksi pembunuhan terhadap Amirudin. Seusai menghabisi target, ketiga pelaku melarikan diri dengan membawa uang tunai sebesar Rp8 juta saja.

Besambung

No comments:

Post a Comment

Post a Comment